Takdir Cinta Fahira

Takdir Cinta Fahira
Adik Lagi?!!!


__ADS_3

Di kamar lain, sepasang kekasih yang beberapa jam lalu sudah sah menjadi suami istri sedang duduk di pinggir ranjang.


Beberapa saat lalu Allan yang sudah selesai mandi,dan She yang meminta tolong bukakan resleting bagian belakang dan mencopot jepit rambut yang sedikit susah.


Padahal bukan MUA yang terkenal,hanya ber make up ala kadar nya.


"Sudah belum Lan?"


"Sedikit lagi!"


Tangan nya terus bergerak mencari penjepit yang bukan hanya satu atau dua,bahkan sangat banyak.


"Sudah!"


She beranjak dari duduknya dan masuk ke dalam kamar mandi.


.


.


Membersihkan diri dan menghapus make up,tidak kurang dari tiga puluh menit,pintu di buka.


Matanya langsung menangkap seseorang sudah mendengkur dan berselimut. Allan,pria itu sepertinya kelelahan karena perjalanan yang sangat menyita waktu.


Bukan hanya lelah perjalanan saja,pikiran nya pun beberapa jam lalu sangat stres,wajar saja dia sangat lelah.


She tersenyum melihat lelaki yang dia cintai sudah terpejam,naik ke ranjang,dan ikut memasuki selimut yang sama dengan Allan.


Lain dengan pasangan pada umumnya, biasa hal pertama yang mereka lakukan adalah malam pengantin.Tapi bagi She sudah tidak berlaku. Perut nya bahkan sudah menampung benih Allan yang sedang berkembang.


Malam-malam panjang bersama dengan Allan sudah sering dia lewati. Perempuan itu sangat mengerti keadaan suaminya.


Tangan nya mengusap kening Allan,hingga rambut kebelakang.Allan pun mengerjap kan mata,tangan nya menyambut membawa tangan istrinya dan mengecup telapanya.


She tersenyum,ternyata suami nya masih terjaga,meski mendengkur.


"Tidurlah,aku lelah. Kita bisa melakukan nya setiap saat. Kasihan yang disini jika terlalu sering!"


She merasa bahagia,suaminya ternyata sangat pengertian.Mengusap perut She dan menariknya mendekat ke dalam pelukan Allan.


"Tidur sayang!"

__ADS_1


"Iya.."


Merengkuh She dengan posesif.


Terimakasih,terimakasih untuk semuanya.


Terutama Tuhan,takdirmu memang indah, semoga terbaik dan selamanya.


Terimakasih Allan suamiku,karena pada akhirnya kau lah yang menjadi pendamping hidupku, meski harus bertahun-tahun dan sangat berliku.


Terimakasih keluarga ku,Mamah,Kak Fandi,Kak Ara,dan Opa Brahmana.


Tak lupa juga Om Petra,ahh Papah Petra.Trimakasih sudah menjadi asisten Opa yang sangat baik


Terimakasih.


Ara pun mulai memejamkan mata dan mengarungi mimpi nya bersama Allan.


🍀


🍀


🍀


Senja mulai terlihat di ujung sana. Rumah yang dulu ramai dengan balita sekarang seperti perkumpulan ABG jika saat malam Minggu.


Suara tiga orang di halaman depan yang sudah di sulap setengah nya menjadi lapangan basket dan futsal itu sangat ramai.


Tiga orang bagai sekampung,suara bariton dua lelaki yang mulai beranjak dewasa,dan seorang lagi beranjak ABG yang sedang labil-labil nya.


Mobil memasuki gerbang dan terparkir tak jauh dari lapangan.


Ara dan She keluar dari pintu depan. Di susul dengan gadis remaja dan bocah laki-laki yang turun dengan cara merosot dari jog.


"Mamah,tunggu aku! Dengerin Inggi dulu!" Gadis remaja itu berlari kecil menyusul Ara yang sudah lebih dulu berjalan masuk rumah.


She yang berada di belakang nya hanya tersenyum dan menggeleng.


"Enzo sini!!!" Yilmaz berteriak dari lapangan.


Enzo yang tahu itu langsung lari mendekat kepada kakak-kakak nya.

__ADS_1


"Eh bocil,Inggira kenapa?" Tanya Riza yang berada di lapangan,bersebelahan dengan Hafi dan Yilmaz Nugroho.


Enzo hanya mengedikan bahu.


"Kata kak Inggi,dia gak mau punya adik lagi"


Mata Riza dan Hafi seketika melotot,mereka terkejut.


"Hah,apa kau bilang?Adik??!!!"


Enzo mengangguk berkali-kali,matanya membulat.


"He"ehmmm,adik.Didalam perut mamah ada adik"


"Fi!.."


"Za!.."


Keduanya saling pandang. Lain dengan si twins Riza dan Hafi yang beranjak dewasa,Yilmaz tertawa terbahak.


"Kakak mau punya adik lagi!"


"Diem lu Yil tuyil!" Hafi yang merasa Yilmaz menertawakan mereka pun akhirnya dikejar hingga mengadu ampun.


Bagaimana bisa mamah nya yang sudah berumur empat puluh tahun lebih hamil lagi.


"Oh ya Tuhan!" Riza menangkup kepalanya sendiri menengadahkan ke atas.


"Harusnya aku yang sebentar lagi pantas memberikan mamah dan papah cucu,bukan adik buat kami lagi. Adikku cukup Inggira ,dan ada dua adik sepupu Yilmaz dan Kenzo. Aachhh!!! ini gara-gara papah sih"


Riza yang berbicara sendiri,sedangkan Bocah cilik di sebelahnya menertawai Kakaknya, Yilmaz yang terlentang di ubin dan sedang di gelitiki oleh Hafi.


" enzoo tolong aku Enzo! Kak Riza!!...aduhh ahh sudah kak,aku geli hahhaa.. Kak Hafi sudah hahhaaa,aku geli! "


.


.


.


to be continue

__ADS_1


__ADS_2