Takdir Cinta Fahira

Takdir Cinta Fahira
Batal??


__ADS_3

"Kamu mencari ku?"


She mengangguk,dari tadi matanya mengembun.Tidak percaya orang didepan nya datang saat dia sudah menyerah mencarinya.


Allan menangkup kan kedua tangan di kedua pipi She.


Allan yang baru datang ke kafe,mata nya melihat ada kegaduhan,tak di sangka wanita yang sedang berdebat dengan kedua preman itu adalah She. Semakin tidak kuasa saat preman itu hendak memegang She dan mulai main kasar.


"Kenapa mencari ku? Besok kau menikah.Jangan seperti ini She.Aku mohon!"


She memeluk tubuh Allan dengan erat,perempuan itu terisak di pelukan nya.


"Di sini ada calon anak mu,anak kita!" She memegang perut nya sendiri.


Allan terkejut dan mengurai pelukan She. She meraih tas yang ada di meja,dan mengeluarkan foto hasil USG kemudian diberikan pada Allan.


"Ayo Lan kita pulang ke Jakarta,kita perjuangkan ini bersama.Akan aku lakukan semua hal termasuk jika mereka melempar ku dari Brahmana"


"Tidak semudah itu She.Pernikahan mu bagaimana?"


"Yugo sudah tau semuanya,dia bahkan menyewa seseorang untuk menguntit kita"


Allan sama sekali tidak terkejut,karena dia tau siapa Yugo.Keluarga kaya,mengeluarkan uang untuk menyewa detektif sangatlah mudah.


"Lalu bagaimana respon Yugo?"


"Dia akan tetap mempertahankan pernikahan, tapi aku tidak mau" She menggeleng.


"Siapa yang tahu kau kemari?"


"Mamah dan kak Ara,,mungkin sekarang kak Fandi,dan yang lain mulai tahu.Karena aku berjanji pada mamah akan pulang secepatnya"


Allan nampak menghempaskan dirinya di kursi,wajah nya terlihat sekali jika sedang berfikir.


"Kau di homestay,losmen,atau dimana She?"


She menunjuk hotel yang ber gedung megah,bangunan nya terlihat dari kafe itu.


Allan mengikuti arah jari She.


"Dasar!!! " tangan nya mencubit hidung she.perempuan itu pun tertawa.

__ADS_1


Sudah tau,dan sangat paham. She tidak mungkin di losmen apa lagi homestay yang fasilitas nya minim.


Dia pasti menyewa kamar VVIP di hotel berbintang. Bukan hanya usaha salon saja yang dia miliki,setiap bulan juga dana yang berpuluh-puluh juta mengalir di rekening nya.


Selain dari saham Di Brahmana Group,She masih memiliki bulanan dari Opa Brahmana yang slalu diam-diam menyayangi nya,walau dengan cara yang berbeda dengan cucu perempuan lainnya.


.


.


Tidak menempuh perjalanan yang lama,akhirnya She dan Allan sampai di hotel.Tangan She tidak mau lepas dari pinggang Allan,hingga pria itu sulit bergerak.


"Aku takut kamu menghilang lagi Lan!"


Allan terkekeh mendengar ucapan kekasihnya.


"Tidak.. mari kita perjuangkan bersama. Di mulai dari sini!"


She mengerutkan keningnya,merasa bingung dengan maksud ucapan Allan.


"Kita perjuangkan bersama. Demi kita,demi ini" Allan memegang perut She, perempuan itu merasa sangat nyaman,bahagia seperti ada kupu-kupu yang terbang di dalam perutnya.


"Dan demi cinta kita untuk masa depan nanti."


Tapi tidak tahu dengan yang lain,segala kemungkinan akan terjadi tidak kurang dari sehari lagi.


Mereka sudah memesan tiket pesawat untuk pagi hari. Berencana kembali dan membuka rahasia nya selama ini.


Tangan nya memegang gawai dan mengutak atik dengan lincah. She yang melihat itu hanya diam saja memperhatikan.


"Pah,aku tidak mau kita di intai seperti ini.Aku sudah memesan tiket pesawat untuk pagi hari.Aku mohon,bubarkan para bawahan mu. Aku tidak mau She cemas dan takut. Papah juga tidak mau calon cucu nya dalam bahaya kan??!"


Sepenggal e-mail Allan kirimkan untuk Papah nya,Petra.


Allan tau jika semenjak keluar dari kafe sudah di intai dua orang asing,di jalan,dan di hotel yang She sewa.


Matanya sangat jeli untuk melihatnya.Hingga terpaksa mengirim pesan ke Petra.


🍀


🍀

__ADS_1


🍀


Di ibu kota semakin bertambah runyam ketika Yugo ke rumah untuk membicarakan sesuatu.


Bukan hanya Yugo,Opa Brahmana,Fandi dan juga Maria.Mereka sedang di ruang belakang yang sudah di sulap dengan ruang santai.


Hanya ruangan itu saja yang jauh dari keramaian.Halaman depan sampai ruang tamu sedang di dekor sedemikian rupa.


Ara yang datang membawakan minuman dan beberapa cemilan terkejut ketika Yugo berkata bahwa diri nya tahu semua.


"Memang iya Ra?" Fandi semakin penasaran dengan pengakuan Yugo.


Ara tak langsung menjawab,matanya menatap Fandi dengan bingung.


"Kau tahu tentang She dan Allan? Ara... jawab aku sayang?!"


Ara pun mengangguk. Membenarkan duduk nya di samping suaminya lalu Ara menceritakan semua tanpa ada yang tertinggal satu pun.


"Kenapa kau tidak cerita dari dulu? Brengsek sekali dia? Akan aku habisi nanti!"


" aku tidak tahu harus cerita dari mana dulu mas,aku kasihan melihat She satu bulan terakhir ini.Tidak makan tidak keluar kamar.Wajahnya makin pucat saja"


"She sedang hamil kak!"


Ara yang tadinya menunduk,langsung menegakkan kepalanya.Dia sungguh sangat terkejut.


"Jaga bicara mu Go,kau menghamili adikku sebelum akad?!!" Fandi langsung naik pitam,mendebragk meja dan berdiri.


"Tenang dulu kak,bukan aku! Tapi itu anak Allan.Tadi pagi dia menemui ku,membawa alat tes kehamilan,dan di berikan kepada ku. Meminta untuk membatalkan pernikahan ini"


Fandi benar-benar di buat pusing seketika. Tidak menyangka adiknya sudah sejauh itu.Opa merasa malu dengan Yugo,begitu juga dengan Maria,wanita itu menangis.


Fandi merasa gagal sebagai kakak,tidak bisa menjaga adik satu-satunya,hingga kejadian seperti ini.


"Lalu bagaimana besok Go,apa kau akan membatalkan nya?" Tanya Opa kemudian.


Mereka yang disana penasaran menunggu jawaban dari Yugo,lelaki itu masih diam dengan wajah yang sangat tenang.


.


.

__ADS_1


.


to be continue


__ADS_2