Takdir Cinta Fahira

Takdir Cinta Fahira
Namanya


__ADS_3

Tak menunggu lama, mendadak ruang rawat Ara menjadi ramai dengan kedatangan adik kandung Fandi, Shelle.Gadis itu langsung terbang ketika mamah nya mengabari lewat sambungan telfon.


Gadis periang dan ramai membuat ruangan itu semakin riuh.


"Welcome to the world my nephew muach..muach".


Shelle bahkan membawa bouqet bunga Lily untuk Kakak ipar nya.Terlalu besar hingga memenuhi bangku kursi.Dia sengaja letakkan di pangkuan Allan.


"Ayssh" Allan berdecak sebal.


"Terimakasih She,bunga nya sangat cantik" Ara mengulas senyum.


"Kalau aku cantik tidak, kak Allan?" She mengerling kan mata nya kepada Allan,hal itu tidak luput dari Jelita yang melirik melalui ekor matanya.


"Hemm" Allan hanya meng hemmm saja.


"Kalau aku tanya pada kak Ara sudah pasti jawabannya cantik,makanya aku tanyakan padamu!" She merasa Allan mengabaikan.


"Iyaa..iyaaa" cari aman saja,bagi Allan.


"Ahh sudahlah!aku mau menggendong dua ponakan ku ini,Calon idola masa depan!"


Dua bayi yang kembar identik,nyaris tak terbedakan.Kedua nya mempunyai warna rambut yang sama,hidung mancung,mata sedikit sipit,warna kulitnya pun sama.Benar-benar menggemaskan.


"Mah lihat!Yang ini ada tanda lahirnya di bawah betis" Maria pun menghampiri anak gadisnya.


Ara yang sedang mengunyah makanan nya pun,tersedak.Dari tadi dia tidak mengamati anak nya.


"Pelan-pelan sayang" Fandi mengulurkan segelas air.

__ADS_1


"She coba kemari kan,kenapa tadi Kakak tidak mengamati nya.Astaga!" Ara menepuk keningnya.


Ternyata benar,ada tanda lahir merah seperti digigit serangga di sana.Ara tersenyum,jika di Jawa pasti sudah di kait-kaitkan dengan mitos.Beruntung ini di ibu kota,jaman sekarang hanya ada segelintir orang yang masih mempercayai nya.


Dua setengah kilo dan dua kilo tujuh ons,dua bayi sekaligus tergolong normal dan sehat dengan berat badan segitu.


Ara melakukan video call dengan saudara nya.Mereka sangat senang bahkan sangat antusias ingin melihat kedua bayinya.Berjanji akan datang mengunjungi nya lain waktu.


Coba kalau masih ada ayah dan ibu,pasti mereka akan sangat bahagia.


Mata Ara mengembun,di tinggalkan orang tua saat belum menjadi apa-apa dan belum bisa membanggakan.Adalah hal yang membuat Ara sedih,sering merindukan dan hanya bisa melihat lewat foto.


🍀


🍀


🍀


Setelah meminum obat dan berbaring,baru juga mencoba memejamkan mata nya.Mata Ara terbelalak dengan kegaduhan di luar kamar.


Opa dan ajudannya datang,ruangan itu makin sangat ramai di buat nya.Opa yang bahagia nya tidak ketulungan langsung mengeluarkan beberapa bandit uang dari kopernya untuk di bagikan kepada karyawan rumah sakit dan orang-orang di luar sana.


"Aku ingin menggendong nya!" Opa mendekati keranjang mereka.


"Jangan Opa!!! Opa saja memegang tongkat gemetaran.Bagaimana bisa menggendong keponakan ku!" She mengerucutkan bibirnya.


"Dasar anak nakal,kau meremehkan kekuatan Opa She?!" sebuah pukulan di bokong She.


"Nanti mereka jatuh opa!" She tetap saja melarang Opa nya.

__ADS_1


Mereka yang ada di sana pun tersenyum.


"Sudah-sudah She! Mari pah,duduk dulu di sofa,nanti papah bisa memangku nya" akhirnya Maria menjadi penengah antara anak dan mertua nya.


She memang selalu begitu dengan Opa nya,dari seluruh cucu nya She adalah cucu yang sering di marahin karena tingkah lakunya.


Bahkan She dulu tidak mau di sebut cucu Brahmana,pribadinya tertutup.Jangan sampai ada yang tahu dia cucu perempuan pertama di keluarga Brahmana.


Bisa-bisa yang mendekati ku hanya ingin harta Opa,jika ada yang tahu aku cucunya.


Opa pun memangku cicit nya,dengan bergantian.Hal itu di bantu oleh Maria.


"Lihat Petra!dia mirip dengan ku kan,tampan.Sama seperti ku saat dulu muda"


Maria tersenyum,She menahan senyum nya.Dan Fandi memutar bola matanya jengah.


Ara yang mendengar itu pun ikut tersenyum lebar.


"Itu anak ku Opa,pasti ketampanan nya sama dengan ku.Mana mungkin sama dengan Opa!!" Akhirnya Fandi membuka suaranya.


"Sudah mas, biarkanlah Opa bilang seperti itu.Beliau sedang bahagia!" Ara berbisik lirih kepada suaminya.Dan berakhir mengalah saja.


"Sudah disiapkan namanya Fan?"


.


.


.

__ADS_1


to be continue_


__ADS_2