
Flashback on
.
.
.
Dua tahun sebelum perceraian,Bagai hidup tertawan di dalam sangkar.Bukan sangkar emas seperti kebanyakan orang fikir.Pernikahan yang di lihat baik-baik saja,nyata nya sering membuat Ara menangis dalam kesunyian nya.
Di cintai,lalu di jadikan istri,di jadikan ratu oleh suaminya adalah mimpi semua perempuan di seluruh dunia. Awalnya memang begitu,menjalin hubungan atas dasar cinta? Bukan.Di cintai lebih tepat nya.
Segala cara apapun dilakukan Reno untuk mendapatkan Ara,menembus pertahanan Ara yang saat itu tidak pernah ingin menjalin komitmen, Feryaldi ayah Ara pun awalnya tidak pernah mengijinkan hubungan anaknya karna latar belakang Reno.
Ex nara pidana.Jika orang-orang menilainya pasti buruk,tapi tidak dengan Ara.Ara berusaha meyakin kan ayah,saudara,orang terdekat,dan dunia nya.Bahwa Reno tidak seperti yang mereka pikir.
Restu yang sulit dari ayah membuat Ara sempat menyerah dan berhenti memperjuangkan Reno,entah polos atau lugu nya Ara,hingga suatu ketika Reno datang kepadanya di saat kesadaran lelaki itu hanya di awang-awang.
Segala bujuk rayu Reno akhirnya berhasil membuat Ara luluh,Reno menjatuhkan dan menanggalkan pakaian yang mereka kenakan,dan berakhir di ranjang panas tanpa ada ikatan yang sah di mata Tuhan.
Reno berjanji akan bertanggung jawab dengan segala kemungkinan yang terjadi.Dua bulan berlalu setelah itu ternyata Ara positif, Reno memberanikan diri menemui ayah Ara dan mempertanggung jawab kan perbuatan nya.
Memang takdir tidak ada yang tahu,beberapa Minggu setelah pergelaran pernikahan,Ara dinyatakan keguguran karna sakit,dan janin nya tidak berkembang.
Sedih? tentu saja iya,tapi mereka trus saling menguatkan.mencoba nya trus namun selalu gagal hingga suatu ketika Ara merasa ada yang aneh dari Reno. Tidak pernah menyentuhnya sedikit pun,Awalnya mungkin Reno takut jika Ara harus merasakan keguguran nya lagi.
Namun seketika Ara di buat kaget saat mendapati beberapa pesan dari ponsel Reno.
Iya Reno selingkuh,lebih gila nya bukan dengan yang Ara kenal.Selingkuhannya adalah anak dari orang yang membutuhkan jasa nya.
Ternyata memang benar,jika suami tidak menyentuh selama bertahun-tahun itu tidak mungkin bisa menahannya,kecuali dia sakit pada alat kelamin.
Beberapa kali Ara memergoki Reno pergi berdua keluar kota dengan wanita itu.Di tinggal kan sendiri di rumah,kembali dalam keadaan tidak sadar,berulang kali Reno lakukan kepada Ara.
Hingga suatu ketika Ara,hampir saja meregang kan nyawanya, karna sebuah botol minuman dengan merek ternama melayang di tengkuk.Saat itu Ara mempertahankan miliknya,aset yang ayah nya berikan di rebut paksa oleh Reno.
Hanya itu yang Ara punya,memang selama ini tinggal di rumah mewah,tapi Ara tak pernah di nafkahi,segala kebutuhannya di penuhi hingga lupa karna ada nya seorang perempuan lain di fikiran Reno.
Dalam kesadaran nya yang hanya setengah,Ara meraih beberapa pecahan yang ada di lantai,tangan nya jelas terluka.Mencoba berdiri dan menerjang Reno,mereka sama-sama terluka hingga di larikan ke rumah sakit oleh asisten rumah tangga.
__ADS_1
Jangan tanyakan kenapa Ara tidak menceritakan kepada keluarga nya atau berhenti berjuang dan mengajukan perpisahan.
Segala kebusukan Reno, keluarga Ara tidak ada yang mengetahui sedikit pun.Ara berhasil meyakinkan keluarga nya jika Reno baik tapi tidak.Ara yang merasakan semua nya.Menyesal?Tidak.Proses pendewasaan dan pembelajaran untuk dirinya.
Mencoba bercerai, Ara bukannya tidak ingin.Ingin sekali hanya waktu nya yang belum tepat.
Ara sembuh dengan baik,namun Reno masih dalam koma nya.Bencana lagi-lagi Ara harus menanggung. Ayahnya meninggal secara tiba-tiba, kecelakaan entah di sengaja atau tidak mereka tidak tahu.
Dari sana Ara kembali ke kediaman Feryaldi.Dalam masa duka nya akhirnya Ara memutuskan untuk mengungkapkan semua nya kepada Yoga dan Azia,mereka menyetujui keputusan Ara untuk bercerai.
Mendaftarkan perceraian nya dan mendatangi Reno di rumah sakit hanya seorang diri.Diri nya paham,Reno tidak akan menyakiti nya lagi.
Memasuki pintu yang di jaga lebih dari dua penjaga di luar kamar.
Ara menjatuhkan tubuhnya di kursi sebelah brangkar Reno. sebuah map coklat dia letakan di meja.
"Hai apa kabar Reno?..Aku mengenalmu,jatuh cinta,bahagia,terluka,bertahan,hingga sembuh seperti sekarang trus di sisi mu.Dann maaf sekarang aku harus katakan,Marilah bercerai.
"Hubungan kita adalah hubungan toxic,setelah ini kau bisa bersenang-senang dengan wanita yang kau mau,kau bisa membawa nya dan menggaulinya,kau bisa tak kembali itu juga urusan mu,karna ternyata aku bukan tempat mu kembali"
"Jalan kan kehidupan mu,dan aku akan menjalankan kehidupan ku.Jika kita berjodoh lagi pasti kita akan disatukan kembali dengan versi yang berbeda dari ku atau dari mu"
"Aku mohon jangan mempersulit pengajuan ku di pengadilan agama,karna aku sudah yakin akan ini"
Ara menitikan air mata di sepanjang perjalanan.Bukan menyesal karna berpisah, hakikatnya tidak ada perjuangan yang sia-sia.Tapi lain hal dengan Ara,terlalu lama,tidak ada yang dia perjuangkan lagi.
Awalnya ayah lah yang menjadikan dia kuat dan bertahan,namun setelah kepergian cinta pertamanya Ara seperti tidak ada tempat pulang,semangat nya hilang.
Beberapa koper sudah tertata di bagasi taxi.Hari ini adalah hari terakhir nya di kota itu.Segala urusan sudah ada pengacara yang di sewa lewat mas Yoga.
Di perjuangkan oleh Yoga,dan menghalalkan segala cara.Memang benar,tapi itu demi adiknya.Terlalu lama hanya akan menyakiti adiknya.Dipaksakan pun sama.
Menjauh dari Kota kelahiran nya,dari Reno,dari harapan yang sudah dia susun tapi lenyap seketika.
Selamat tinggal,sampai jumpa di lain waktu,dan dengan versi yang berbeda.
.
.
__ADS_1
Flashback off
🍀
🍀
🍀
Matanya sembab,berada di pelukan suaminya adalah tempat ternyaman.Fandi membelai rambut Ara ,menenangkan.
Mungkin memang akan lebih baik seperti ini, menceritakan semuanya tanpa ada yang di tutupi.Restu Opa sudah di genggam nya,tinggal di kediaman utama memang lebih aman.
Fandi memutuskan beberapa hari ini dirinya akan memboyong Ara ke sana.Selain pengamanan yang terjamin,Ara juga tidak bosan dan jenuh karena di sana banyak art yang mengurus rumah.
Opa nya pasti bahagia jika ada teman mengobrol,dan juga kelak rumah itu akan ramai oleh cicit nya nanti.
Ara menyusut hidungnya,suara isakan tangisnya masih ada sedikit.
"Sayang,kapan aku bisa pulang?jangan Lama-lama di sini aku tidak suka bau nya"
"Sebentar lagi kita pulang,Allan sedang mengurus administrasi nya dahulu."
Ara mengangguk,dia masih betah memeluk suaminya.
"pulang ke rumah Opa ya?
Ara mendongak mengerucutkan keningnya.
"Aku khawatir Ra kalau kamu sendirian di apartemen,di rumah Opa banyak penjaga,aku bisa tenang bekerja jika kau di sana sayang"
Sedikit malas padahal,tapi mau bagaimana lagi memang benar yang dikatakan suaminya.
"Sehari lagi ya?aku ingin seperti ini trus nanti sesampainya di apartemen"
"Baiklahh" Fandi akhirnya mengalah,istrinya memang lagi suka bermanja,mungkin karna bawaan bayik.
.
.
__ADS_1
.
_to be continue..