
Salah satu hal gila adalah terobsesi dengan istri orang.Bagaimana bisa,jelas bisa bagi seorang Reno.Pernah memiliki dan mengurung Ara dalam istana nya.
Dicerai kan pada saat waktu yang tidak tepat.Entahlah dia bukan nya membenci Ara tapi malah semakin menginginkan nya.Padahal dulu saja Reno sempat mengabaikan Ara.
Lalu kemana saja saat Ara pergi?mencari?merubah diri atau berjuang? Tidak,semua salah.Reno mungkin merenungi kesalahan nya,tapi tidak sikap nya.Arogan,egois masih di posisi teratas sifatnya.
Segala hal dia lakukan untuk mendapatkan yang di inginkan,apapun akan dia lakukan meski harus berakhir di jeruji besi.
Pipi Ara di usap perlahan oleh Reno.Bius nya masih bekerja,mata nya terpejam.
Bukan sembarangan Reno meletakan Ara,kamar yang begitu luas,dan megah.Ara berbaring di ranjang yang sangat luas,dipan nya saja mungkin seharga mobil ternama.
"Ini kamar mu,tidurlah yang nyenyak sayang" menggelikan memang mendengar nya,memanggil sayang pada istri orang.
Reno berlalu dari sana,ponsel nya bergetar.Menandakan seseorang menghubungi.
"Ya hallo.."
"Bagaimana sudah?"
"Sudah.. cukup!! jika kau mau mengakhiri,akhiri lah kerjasama mu,aku sudah dapat apa yang ku inginkan"
"Sebenarnya apa yang sedang kau rencanakan?" Bodoh memang, Nugroho tidak tahu apa yang Reno rencana kan bisa membawa nya ke ranah hukum.
__ADS_1
Meminta bantuan Nugroho untuk mengalihkan perhatian Fandi,dengan membuat nya sibuk,selebihnya dia yang bekerja. Itulah permintaan Reno.
"Tidak begitu penting untukmu,tenang saja.Aku tidak akan menyeret mu lagi.Terserah kau akan melanjutkan kerjasama mu atau tidak"
"Terimakasih!" tanpa basa-basi lagi, Reno mengakhiri panggilan.
Nugroho di sebrang sana merasa penasaran dan terheran akan sikap Reno.Tidak mungkin membatalkan kerja sama yang harga nya sangat fantastis itu,Bahkan dia menunggu momen ini di hidupnya.
Berinvestasi dengan keturunan Brahmana adalah cita-cita Nugroho.
Reno,menuruni tangga memanggil Ita.Ita adalah pembantu yang dia pekerjakan khusus untuk mengurus Ara.
"Taa... Dia masih tidur,layani lah dengan sebaik mungkin.Ingat!!Jangan menyebut nama ku,kunci pintunya dan simpan baik-baik saat kau di dalam" Reno menelisik jendela satu persatu,memastikan bahwa di bawah penjaga berjaga dengan benar.
"Aku akan pergi untuk dua hari kedepan, mungkin. Turuti semua apa yang dia inginkan.Dan jangan pernah meminjam kan ponsel!Kau mengerti?!" Suara nya sangat lantang dan tegas.
Ita mengangguk paham.Dia berlalu ke kamar Ara.
Dunia Fandi seakan hancur seketika.Maria hanya bisa menangisi dan menyalahkan diri sendiri di sofa kamar.Meski tidak ada yang menyalahkan nya.
Tidak ada satupun Cctv yang menyala saat itu,di koridor toilet dan Selasar mall.Semua di nyatakan rusak.
Bukti tidak ada,tapi fikiran nya tetap kepada Reno.. Reno..dan Reno. Merasa tidak punya musuh dalam hidup nya,hanya Reno lah satu-satunya orang yang merasa tersaingi akan Ara.
__ADS_1
Sudah berapa kali siang ini Fandi bertanya kepada Allan,jawabannya tetap sama Belum ada tanda-tanda. Hendak melapor namun hilangnya Ara belum ada 2x24 jam.
"Arghhhh!!... bisa gila aku.Jika menunggu selama itu.Allan!!!!"
Kemeja yang rapih sudah tidak tahu seperti apa kusut nya,rambut yang acak-acakan,mata yang sembab.
Jangan ditanya,Allan bahkan lebih repot lagi.Mencari informasi di mall,mencoba melacak keberadaan ponsel Ara. Allan yang masih sering mencuri pandang kepada Ara pun di buat hancur hatinya.
Dekat,tapi tidak bisa menjaga nya.Begitulah posisi Allan.
Sudah berapa kali art datang dan membawa pengki untuk membersihkan ruang kerja dan kamar. Benda-benda melayang bergantian jika Fandi marah.
"Araa!!!!.. kau dimana sayang?!" Hatinya sakit,marah kepada diri sendiri lebih tepatnya, tidak bisa menjaga istrinya.Ini sudah mulai gelap tapi belum ada titik terang.
"Pulang lah Ara!!Kau pasti bisaa berlari dari sana.Ini sudah gelap sayang" Berbagai kata dia ucapkan sendiri.
Fandi beranjak menghampiri tong baju kotor di sisi kamar mandi.Mengambil pakaian yang Ara kenakan terakhir kali nya, dan memeluk erat.
"aku merindukan mu sayang."
Bersandar pada sandaran ranjang,matanya sayup hingga mengantuk.
.
__ADS_1
.
to be continue_