
"Pulang pagi?" Mama maria menata masakannya di meja,terlihat Fandi sudah duduk dengan secangkir kopi.
Mama maria memperhatikan wajah anak lelakinya,tangan nya meraih dagu "Aww.. mah sakit".
"Cek..kau berkelahi?Jagoan sekali anak mamah ini" mama maria berlalu masuk ke dapur mengambil makanan yang lain.Sudah biasa sindiran-sindiran semacam itu,Anaknya tidak akan kaget di buatnya.
"mama minta tolong Fan.. bangunkan She!"
Fandi beranjak dari duduk nya menaiki tangga,menuju kamar she,untuk membangunkan nya.
Sebenarnya dia sedari tadi berfikir bagaimana cara nya untuk bicara dengan mama nya tentang perkataan Yoga semalam,hari ini dia harus meminang Ara.
Setelah dari kamar she,Fandi menuruni tangga dengan lemas,matanya sama sekali belum terpejam sejak pulang dari rumah Ara.
Mereka bertiga berkumpul di meja makan yang tak seberapa besar nya itu,hanya cukup untuk 4 sampai 5 orang.
Mama maria memperhatikan Fandi yang hanya memainkan makanan nya saja dari tadi.
"Mas dimakan!!,mama melihatmu terus" bisik She pas di telinga.
"Ada yang ingin kau bicarakan Fan?!" Wajar saja mama maria tahu tabiat anak-anak nya jika sedang ada masalah.
Fandi seketika mendongak menatap mama nya. "Sebelumnya aku mi-minta maaf mah"
Mama maria yang tahu pembicaraan akan serius meletakan sendok nya. "Bicaralah!" Bukan hanya Fandi yang sedikit takut,She bahkan menegang,seperti akan ada sesuatu yg terjadi.
"Mah,aku ingin... mama_" suaranya terputus sebentar."Mama meminang seorang perempuan untuk ku"
__ADS_1
Uhukk uhukkk mama dan She sama-sama tersedak.
"Apa kalian sebegitu nya kaget ??"
Fandi melihat mama dan adiknya yang sama-sama meneguk air di gelas masing-masing.
"Kau serius Fan?Mau mu kapan?Siapa dia?!"
"Nanti sore__"
"Hah!!!secepat itu fan,kau apakan anak orang?!" mama maria memukuli Fandi bertubi-tubi.She yang di sana melihat nya hanya menggelengkan kepala,dia tidak heran jika kakak nya begitu.
"stop ma!Aku bisa jelaskan".
🍀
🍀
🍀
Awalnya mama hanya mendengarkan saja,tapi lama-lama wanita itu gemash sekali,hingga memukul anak nya dengan bantal kursi.
"Asikk..Aku akan punya kakak perempuan" menari-nari, tubuhnya meliuk liuk.She sangat senang ternyata.
"Ma..tapi dia janda mah.Tidak apa kan mah?" Fandi meyakinkan mama nya dulu,jika beliau benar-benar menerima Ara.
"Kau punya fotonya Fan?
__ADS_1
"Banyak ma" Fandi merogoh saku dan mengambil ponselnya.
"Nih mah.." Tidak mama maria tidak She,kedua nya merebut ponsel Fandi,senyum mereka terbit.
"Namanya Fahira Feryaldi,dia janda tanpa anak,usianya hampir dua puluh sembilan tahun.Mau janda mau masih gadis aku tetap ingin memilikinya mah.Dari pada kedahuluan yang lain" Sungguh alibi nya sangat memaksakan sekali.
"Cantik kak.. tidak seperti usia dua puluh sembilan.Seperti anak kuliahan,pantas saja kakak tergila-gila dan rela menjadi bujang lapuk,untuk menunggu janda nya" mulutnya nyerocos tapi matanya masih melihat pada layar ponsel di depannya.
"Hush Shee,jaga bicaramu She!"
"Hemm...." She hanya ber hemmm saja.
"Mama pikir dia punya anak,kalau ada kan mama jadi punya cucu Fan"
Tidak menyangka,tak terduga yang awalnya Fandi takut mama nya tidak menerima dengan status Ara, malah sangat menginginkan Ara sudah memiliki anak.
"Udah aku bikin mah,cucu untuk mama.Doain saja salah satunya ada yang berkembang" Fandi terkekeh.
"Ya sudah sana kau istirahat.di kompres dahulu luka mu dengan air hangat.Biar mama yang mengurus apa saja yang akan di bawa ke rumah Ara".
Fandi mengecup kening mama nya "Makasih ya ma,aku kira mama akan marah".
Mama maria hanya tersenyum kepada anaknya.Sudah resiko mempunyai anak,lelaki atau perempuan tetap saja suatu saat akan di hadapkan dengan hal seperti ini.
Tugas orang tua hanyalah mengayomi,melindungi,dan memeluk.Boleh marah bila perlu tegur lah jika mereka bersalah.
Fandi menaiki tangga menuju kamarnya,langsung masuk ke toilet.Membersihkan badan lalu dia merangkak naik di atas kasur.
__ADS_1
Dia membuka galeri "sampai bertemu nanti sore Ara"
_to be continue_