
Tidak ada pekerjaan lagi selain rebahan dan menonton televisi.Fandi menggiring istrinya untuk naik ke atas.
"Lihat televisi di kamar saja sayang!"
Ara pun menurut dan melangkah ke sana,masih dengan tangan yang menumpu pada lengan suaminya.
Fandi dengan telaten mengikuti saja.Tiga puluh empat Minggu,sudah mendekati persalinan.Ara sudah menyiapkan perlengkapan di tas yang cukup besar karna baby nya ada dua.
Segala senam ibu hamil sudah dikerjakan,parenting mengurus anak sudah sering ia baca.
Memutuskan untuk melahirkan normal adalah hal terbaik menurut Ara,
Di coba normal dulu kalau tidak bisa,aku setuju dengan caesar.
Begitulah kata Ara beberapa waktu lalu.
Rebahan dengan bantal hamil nya adalah hobi baru Ara,suami nya selalu menempel di sebelahnya ingin di manja, rambut nya di elus berada di dada nya.Sedangkan Fandi mengusap perut dan sesekali mencium nya.
"Sayang, lihat dia bergerak!" Fandi sangat senang melihat gerakan anak-anaknya.
Hanya Hem saja balasan dari Ara.istrinya sedang asik membuka ponsel nya.
"Mas,sudah lihat status what'sAap Allan?"
"Belum" jawabannya seperti tidak minat.
"Sejak kapan Allan menjadi sopir Jelita mas?tuh lihat?caption nya baca mas!"
"masa depan"
Fandi sama sekali tidak tertarik dengan itu.
"Mas, ishh dengerin gak sih?!" Ara menjewer telinga suaminya.
"Iyaa sayang,itu aku sudah mengetahui nya cukup lama.Biarkan saja Allan mendekati Jelita,jadi dia bisa move on dari mu!"
"Kenapa aku tidak tahu mas,Jelita juga tidak bercerita" Ara berdecak malas.
__ADS_1
"Memangnya harus,cerita dengan mu?Penting ?!"
"Penting lah,Jelita ada di sini kan karena aku di culik Reno!" Ara merasa berperan dengan kehidupan Jelita.
"Jangan bilang gitu sayang,Kalau aku bisa memilih aku tidak ada mau ada kejadian itu,telapak tangan kamu sampai berbekas jahitan gini"
"Kalau tidak ada kejadian itu,berarti kita tidak bertemu mas,dan mungkin saja aku masih dengan Re_"
Hustt!!! Fandi menempelkan telunjuknya di bibir istrinya.Sudah malas mendengar nama mantan suami Ara di sebut-sebut lagi oleh istrinya.
"Tidak usah menyebut namanya lagi!!!aku tidak suka!" Ara mengerjap kan matanya,kedua pasutri itu saling berpandangan.
Fandi mengecup bibir Ara "Aku mau sekarang ya sayang?" Ara mengerutkan keningnya.
"Masih siang mas!"
"Tidak apa-apa,kalau nambah jadi gak kemalaman sayang" Bibir Ara di rampas begitu saja tanpa menunggu siempunya menyetujui.
Fandi bermain-main di bibir Ara,saling bertukar saliva hingga bunyi decapan terdengar di ruangan itu.Hasrat nya yang sudah di ubun-ubun tidak terbendung lagi,ciuman nya turun hingga dua benda kenyal kesukaan nya.
"Tambah besar sayang,ujungnya juga makin menonjol aku saku" lidah nya bermain-main di sana.
"Akhhh..hempft..." Ara sungguh menikmati sentuhan suaminya.
"Ikuti aku!Miring sayang!!" Ara pun memiringkan tubuhnya,kedua nya sudah tak tertutup benang sehelai pun.Kulit putih mulus Ara terlihat jelas,paling menggemaskan perut yang semakin tipis kulitnya.
Punggung nya di beri guling untuk mengganjal,dan demi kenyamanan Ara.
Keduanya berhadapan,kaki kiri Ara di angkat dan dibuka lebar oleh suaminya.Sebelum menyatukan miliknya,lidah Fandi ingin bermain di sana terlebih dahulu.
Ternyata sudah banjir.
Fandi menghirup dalam-dalam dan menenggelamkan wajahnya disana.Mulai bermain,dan menelan cairan yang keluar.
"Akhh.. mas pelan!" Ara sudah mulai susah mengimbangi suaminya yang menggila.
Fandi pun memposisikan miliknya,dan melakukan penyatuan.Memperdalam dan terus menghujam milik Ara.
__ADS_1
Hingga kedua nya mencapai puncak,Fandi tersungkur di sebelah istrinya dengan lengan yang memeluk perut buncit itu.Nafas kedua nya masih tersengal.Ara hendak menarik selimut,namun di kibaskan kembali oleh suaminya.
"Mas!!"
"Jangan dulu,aku masih On!" suara nya parah,tapi Ara jelas mendengar nya.
Istri nya menepuk jidat,sudah dia duga sekalinya boleh pasti susah untuk berhenti.
🍀
🍀
🍀
Jelita merasa di awan,menjadi status what'sAap nya seorang Allan,yang merupakan orang penting nomor dua di Brahmana Group.
Tapi bukan nya terlalu percaya diri, Allan memang sudah pernah mengutarakan isi hatinya,hanya saja belum Jelita jawab.
Mendengar cerita dari art yang lain,jika Allan pernah mencintai Ara.Jelita takut hanya menjadi pelarian nya saja.Bertekad untuk membuat Allan seolah mengejar nya dahulu,baru jelita akan mempertimbangkan lamarannya.
"Sudah dipikirkan Ta?" Kedua nya sedang menunggu ibu jelita yang sedang di ruang rawat.
Menagih jawaban tentang perasaan nya,itulah Allan.Dari mencintai Ara hingga Jelita,dia selalu yang aktif.
"Nanti pak,kalau sudah ada jawabannya pasti saya akan memberikan nya." mendadak sungkan,itulah yang terjadi pada diri nya semenjak Allan mengutarakan perasaan nya.
Allan mengangguk paham.
"Ok aku tunggu,jangan terlalu lama ya?"
Jelita pun hanya mengangguk.
.
.
.
__ADS_1
to be continue_