Takdir Cinta Fahira

Takdir Cinta Fahira
She kembali


__ADS_3

"Kau sudah bangun She?"


Ara yang melihat She menggeliat,dan mulai mengerjapkan mata nya.


Tadi malam Petra membawa nya pulang,dan langsung menuju kediaman utama Brahmana.


Meletakan She di kamar nya langsung, Ara sedari tadi menemani.Karena hanya dia yang tahu perihal hubungan nya dengan Allan.Untuk sementara dialah yang bisa di ajak kerjasama oleh Petra.


She terkejut mendengar suara yang tak asing di telinga nya,ruangan yang sangat di kenali.


Kak Ara? ini kamar ku kan?


"Kepala ku pusing sekali!"


Memegang kepala nya,dia benar-benar sudah di kamar nya.Dan wanita di sebelahnya adalah kakak ipar nya.


"Shee... kau sudah bangun?"


She masih terdiam,mengumpulkan kesadaran nya.


"Ini kamar ku kan kak?"


Ara pun mengangguk, "Iya ,, ini kamar mu She"


"Apa aku tidur sangat lama?" She merasa tadi dia sedang menghabiskan sepiring nasi dan omelette dengan Allan,kenapa tiba-tiba terbangun dan sudah ada di kamar nya sendiri.


apa aku mimpi?


"Memangnya apa yang kau ingat?"


"a-akuu..." ingin bercerita tapi takut Ara mengetahuinya.


"Kau pergi dengan Allan?"


She menatap kakak iparnya "Kakak tahu?"


Ara pun mengangguk "Kau di jemput di bandara oleh Om Petra,dan beliau langsung mengantar mu ke rumah.Apa sebenarnya yang kau lakukan dengan Allan She?Kau membuat seisi rumah panik,terlebih mamah"


Suara Ara sangatlah halus,lembut,dan juga lirih.Takut jika ada yang mendengar selain mereka berdua.

__ADS_1


"Jam berapa sekarang kak?"


"Hampir subuh"


"Kakak tidak tidur?"


"Aku bangun jam dua untuk sholat malam,lalu beralasan kepada mas Fandi untuk melihat twins.Sore hari Om Petra sudah menghubungi ku,akan membawa mu pulang tengah malam_"


"Jika orang rumah bertanya,katakan saja kau pulang tadi malam,dan kakak yang membuka kan pintu!"


She mencoba bangun dan menyenderkan tubuhnya di sandaran ranjang.Masih dengan pikiran nya yang berkelana bersama Allan,mata nya mengembun.


Tidak habis pikir, bagaimana bisa dia tertidur setelah menghabiskan makanan yang Allan buat,bisa jadi makanan nya sudah di campur dengan obat tidur.


Tanpa terasa air mata nya pun menetes.Allan melepasnya untuk menikah dengan Yugo,padahal dia sudah mengungkapkan isi hatinya.Tidak mau memperjuangkan dirinya hanya sebuah alasan tentang pengabdian kepada Brahmana.


"Jangan menangis She!" Ara mengusap air mata She.


Semakin menjadi saja isakan tangisan She.


"Allan kak,Kenapa Allan gampang sekali melepaskan ku? Aku mencintai nya,aku miliknya kak, kesucian ku juga sudah menjadi miliknya.Kenapa dia tidak mau memperjuangkan cinta kita bersama-sama?"


Ara pun merasa iba dengan adik iparnya,sudah tahu lama tentang masalah ini.Tapi dia menunggu She berbicara dulu.


"Kita berada di suatu villa di sebuah pulau"


Ara yang mendengar nya,terkejut dan menutup mulutnya.


"Kau tahu Allan resign dari perusahaan?"


She pun mengangguk.


"Astaga She,,lebih baik kakak tidak mengetahui sedikit pun jika pada akhirnya seperti ini,ternyata cinta pertama Allan kau.Untung saja kakak tidak meladeni nya saat Allan mengutarakan isi hatinya"


She yang sudah tahu itu hanya tersenyum dan memeluk Ara.


"Kak,bisa tidak pernikahan ku dibatalkan saja?!"


Bagai kan petir di langit yang cerah,Ara benar-benar terkejut dengan ungkapan She.Pelukan mereka terurai.

__ADS_1


"She?.."


"Aku mohon kak,bantu aku menjelaskan pada mamah,pada kak Fandi,pada Opa.Aku mencintai Allan" She memohon pada Ara dengan air mata yang luruh.


"Kakak tidak bisa berbuat apa-apa She,kakak di sini hanya menantu,kakak orang lain yang dinikahi oleh kakak mu,di sayangi dan dicintai.Jalan kan apa yang sudah menjadi rencana sebelumnya.Jika Tuhan berkehendak lain untuk mu,biarkan cara NYA lah yang akan membawa mu pada takdir yang sudah di tentukan.Kakak selalu berdoa yang terbaik untukmu"


Ara mengusap pipi adiknya dan memeluk She kembali.


🍀


🍀


🍀


Di kota lain,matahari sudah tinggi di sana.Setelah memaksa memejamkan matanya.Allan terbangun dengan keadaan yang lesu dan tak bersemangat.


Memberikan obat tidur dosis tinggi pada makanan yang dia buat,membuat She tertidur dan mengantarkan ke bandara,ternyata Papah nya sudah menunggu di sana.


Sengaja menyewa pesawat khusus hanya untuk membawa cucu majikan nya pulang.


Allan meminum segelas air dingin dari kulkas,berdiri di pinggiran jendela melihat pemandangan di sana.


Dua hari kemarin adalah hari yang mendebarkan dan sangat lelah.


Mengajak calon pengantin seseorang bersama nya kemudian mengembalikan lagi dengan cara yang tidak lazim.


Tapi Allan tidak menyesal sedikit pun.


Walaupun ada yang tahu,aku tidak akan menyesalinya sedikit pun She.Semoga kau bahagia kelak.Aku mencintaimu.


Melepaskan She dengan ikhlas,gelas kosong itu di letakan kembali di meja.Langkah panjang nya memasuki kamar mandi.


Allan akan memulai lagi hidupnya dari awal,beberapa usaha yang dia rintis tanpa sepengetahuan orang lain satu pun.


Kafe dan mini bar,yang sudah berjalan dua tahun lalu,dia bangun dengan jerih payah nya sendiri di pulau itu.


.


.

__ADS_1


.


to be continue


__ADS_2