Takdir Cinta Fahira

Takdir Cinta Fahira
Permintaan maaf


__ADS_3

Hidup kita sekarang adalah hidup yang berdasarkan masa lalu.Apa yang sekarang kita alami adalah karena kita pernah berada di masa lalu.


Seorang wanita,Fahira Feryaldi akhirnya harus bertemu masa lalu nya kembali.Setelah bertahun-tahun hidupnya tenang.Dia kembali lagi secara tiba-tiba.


Tidak di pungkiri Ara sangat terkejut tentang pertemuan ini.Masa tahanan yang Reno jalani bahkan belum selesai menurut Ara,atau mungkin seorang Reno mendapat kan penangguhan Remisi oleh pihak lapas?Entah lah kita tidak tahu kebaikan apa yang laki-laki itu perbuat.


Tubuh Ara terpaku di depan Rumah makan,jarak nya cukup jauh.Lima meter dari dia bersama kedua anaknya berdiri.


"Hai apa kabar,kita berjumpa lagi?"


Kalimat itu lah yang lolos pertama kali dari bibir Reno.Langkahnya kian mendekat pada ara.wanita itu pun berdiri,tangan nya memeluk dua anaknya.


Belum sempat langkah Reno untuk semakin dekat.Fandi datang tepat waktu dan berdiri di depan istri dan kedua anaknya.


"Wahh,kita bertemu lagi Bung!" Fandi tersenyum miring.


"Sayang,bawa anak-anak ke mobil!"


Istrinya pun menurut dan menggandeng keduanya.


"Daddy..."


"Aku ingin bersama Papah Mah!"


Langkah mereka berhenti,Ara bingung menjawabi kedua anaknya.


"Masuk mobil lah dulu.Nanti papah menyusul!"


"Apa om itu teman papah?"


Hanya tatapan Fandi kepada Reno saja yang mampu Riza rasakan.


"Apa perlu aku panggilkan pengawal untuk menemani papah?" Riza mengerti situasi.


"Tidak usah nak.Kalian tunggu saja di mobil.Cepatlah,menurut dengan papah!"


Tidak ada alasan lain selain menuruti perkataan papah nya.Mereka pun menunggu di mobil.Ara mempunyai ide,dan turun dari mobil.

__ADS_1


"Kau,liat Tuan di sana kan?"


Pengawalnya pun mengangguk.


"Liat dan pandangi terus mereka,jika ada perkelahian salah satu dari kalian harus ke sana menolong suami ku.Paham?" Kedua nya sangat paham.


Beberapa menit berlalu,Ara yang hanya mengamati dari mobil nya dikejutkan dengan pelukan antara mereka.


🍀


🍀


🍀


"Papah lama sekali Mah!"


"Om itu siapa sih mah?"


"Tunggu dulu sebentar ya,om itu teman lama mamah dan papah"


"Kenapa mamah seperti ketakutan melihat nya?" Riza semakin penasaran.


"Apa om itu baik?"


"Baik.Om itu pernah menjaga kalian saat kalian di dalam perut mamah"


"Benarkah?" Giliran Hafi yang tersenyum,Hafi berhati lembut dan penyayang.Hati nya mudah luluh jika merasa orang itu baik.


Lain dengan Riza,Riza adalah pengamat handal.Dia tidak akan mudah di bujuk, bergaya dingin seolah tidak peduli tapi dia sangat lah teliti.


.


.


"Hai Fan,senang bisa bertemu lagi" Reno mengulurkan tangan,untuk berjabat tangan pada pria di depannya.


Alisnya terangkat melihat hal yang jarang sekali terjadi.

__ADS_1


Sudah tobat dia?


Fandi pun menyalaminya.Jabatan tangan yang erat.


"Sebelum nya aku minta maaf akan segala tindakan ku beberapa tahun lalu.Aku sadar memang aku salah, Ara bukan lagi milik ku.Tapi ambisi ku slalu menguasai ku untuk menghalalkan segala cara_"


"Maaf sudah membuat hidup nya tidak nyaman.Hingga takut bertemu dengan ku.Mungkin lain waktu aku bisa minta ijin kepada mu untuk menyampaikan maaf ku ini langsung kepada nya_"


"Kedua anak itu,anak kalian?Mereka sangat tampan dan pemberani.Matanya seperti mata Ara jika menatap tajam" Tanpa tahu malu memuji istri orang di depan suaminya.


Fandi yang awalnya diam kini pun mulai terpancing bicara.


"Ehekmmmm...Maaf mu nanti aku sampaikan saja.Tidak usah repot-repot dan jangan coba-coba berusaha ingin bertemu dengan istriku,karna aku tidak mengijinkan.Mereka anak kami,wajar saja jika mirip dengan Mamah nya"


Nada suara Fandi terkesan acuh tapi menjawab.Dari lubuk hatinya tidak terima jika pria di depan nya masih mengingat detail tatapan atau apapun itu tentang Ara.


"Oh,baiklah!semoga maaf ku benar-benar kau sampaikan kepada Ara.Semoga kalian selalu bahagia!dan semoga hubungan kita menjadi baik dan selalu baik"


"Oh iya" Fandi sudah malas sebenarnya,nama istrinya selalu disebut Reno dengan lembut.


Reno mengulurkan tangan kembali,dan menarik tangan Fandi untuk berpelukan sesama lelaki.


Fandi menepuk keras bahu Reno.


"Semoga kau benar-benar tobat ya bung!"


Reno terkekeh.Orang di hadapan nya ternyata masih membentengi dirinya untuk menerima maaf nya.


dia masih meragukan.


"Sampai jumpa kembali Fand!"


Fandi yang sudah melangkah menuju mobilnya,hanya mengangkat tangan nya tinggi tanpa menoleh.


.


.

__ADS_1


.


to be continue


__ADS_2