Takdir Cinta Fahira

Takdir Cinta Fahira
Pengintai


__ADS_3

Tiga hari setelah pemecatan paksa, Ara memang benar-benar di rumah,stay di apartemen saja lebih tepatnya. Hanya menjalankan rutinitas,dan sesekali mengecek booth miliknya yang tak seberapa itu.


Sering berdebat dengan suaminya tatkala dia uring-uringan masalah waktu yang terlalu panjang.Fandi yang menyadari itu hingga istirahat siang pulang makan di rumah untuk menemani Ara.


Segala aktivitas sudah dia coba nyatanya tetap bosan,hanya berbaring,menonton tv,membuka ponsel.


Mata Ara membulat ketika membuka aplikasi si kamera merah,satu pesan meminta Ara untuk menerimanya.


"Aku di ibu kota,dan akan secepatnya menemukanmu. satu hal yang harus kau ketahui,aku tidak akan pernah merelakan kau dengan siapapun.Kecuali kembali padaku"


Dadanya bergemuruh, Ara cemas jelas.karna beberapa waktu lalu kakak nya,mbak Azia mengirim pesan WhatsApp bahwa mantan suaminya kembali ke dunia nya seperti Dulu,bahkan lebih gila.


Tidak segera menerima pesan nya,hanya membuka.Anggap saja dia tak tahu dan pura-pura tidak membuka.


Ara semakin panik ketika tiba-tiba bel berbunyi,tubuhnya langsung menegang.Terpaku di sofa dan mencengkram ujung bajunya.


Suara bel semakin intens terdengar.


Ponsel nya berbunyi.Ara terlonjak kaget.


tertera sebuah nama di sana Rina.


"Ha-lo ..."


" Halo mbak,aku sudah di depan pintu"

__ADS_1


"ohh.." Ara menghela nafasnya.


"I-iya sebentar Rin,tunggu di sana akan aku buka kan"


"Baik mbak"


Ara membuka kan pintu untuk Rina.Mereka mendiskusikan tentang usaha Ara.Karna Ara sudah tak lagi pernah ke lokasi,dia hanya menerima laporan dari Rina atau Rini.


Rencana nya usaha itu akan membuat cabang nya di beberapa tempat keramaian.Rina dan Rini lah yang di beri kepercayaan untuk mengelola seluruh stand.


Pendapatan nya semakin hari semakin kian bertambah walau hanya beberapa persen,tapi peminatnya lumayan ramai.


Beberapa waktu lalu suami nya menawarkan untuk membuka nya di salah satu mall di kota ini,tapi untuk sementara Ara menolak,karna mengingat sasaran konsumen Ara hanya lah anak sekolah dan penduduk berekonomi menengah ke bawah.Jika di buka di mall, kemungkinan harga nya naik karna kena pajak dll.


Selesai berbincang Rina pamit untuk pulang,Ara mengantar nya hingga pintu.


Ara mengangguk "tanyakan apa saja yang kau belum mengerti Rin,jangan lupa berbagi ilmu kepada yang lain!"


"Ok mbak Ara,,aku pergi mbak"


Rina berjalan,dan bayangan nya menghilang di sebalik tembok.


Ara yang masih di ambang pintu,menoleh ke kanan dan kiri,perasaan nya seperti ada yang memperhatikan tapi tidak ada satu orang pun disana,bulu kuduk nya berdiri.Dia segera masuk dan menutup pintu kembali.


Sejak kapan Ara takut makhluk halus,sepertinya tidak sama sekali.Dia lebih takut iblis ber bentuk manusia.

__ADS_1


Benar saja,tidak jauh dari apartemen Ara,di sebalik pilar besar ada seseorang mengintai di sana.menggunakan ponsel nya untuk membidik beberapa foto Ara.


🍀


🍀


🍀


Langkah Rina terhenti ketika seseorang menanyai alamat.Orang itu tertarik dengan apa yang Rina pegang. Beberapa lembar leaflet promo kedai.Di sana tertera kontak person mitra.


Yang awalnya hanya bertanya alamat,kini mereka mengobrol tentang booth milik Ara yang membuka mitra.


Entah kebetulan atau hanya bertanya saja.Rina menjelaskan secara rinci,mereka saling bertukar nomor.


Keduanya mengakhiri karna waktu sudah hampir gelap.


Setelah Rina berlalu dari sana,orang itu meraih ponsel, menghubungi seseorang yang diyakini nya,Seseorang yang membutuhkan jasanya.


"Halo selamat sore pak.. Saya sudah menemukan,apa yang anda cari.Akan saya kirim alamat lengkap nya setelah transferan saya terima"


"..."


.


.

__ADS_1


_to be continue..


__ADS_2