
Sebagian tamu sudah pulang terlebih dahulu,tidak enak mungkin jika hanya berbasa basi hingga terlalu malam. Jadi mereka berpamitan tidak lama setelah ijab kobul.
She yang terlihat sudah beberapa kali menguap,padahal jarum jam baru di angka 8 lebih 10menit.Menyandar di bahu Ara,betapa bahagia nya dia mempunyai kakak perempuan.Sampai mata tajam Fandi terus melirik nya.
Bukannya tidak boleh,hanya saja She merasa berkuasa akan Ara,Dari tadi mereka mengobrol,entah apa yang di obrolkan tak jua selesai.
"Mamah,mau pulang dulu ya Fan.Sepertinya adek kamu mengantuk,dia cape" mama maria berbisik lirih.
Mama maria menghampiri She.. "She,pamitan kita pulang!"..
"Boleh gak sih mah aku tidur sini saj_"
"Tidak boleh!!"
Fandi langsung skak mat adek nya itu.
"Ck pelit!!,padahal sama mbak Ara boleh,,iya kan mbak?"
Ara tersenyum,semua yang ada di sana tertawa melihat kelakuan She.
"Maaf kan,memang She begitu.Dia sangat di manja oleh saya dan juga Fandi" mamah Maria merasa sungkan dengan kelakuan She.
"Kalau begitu saya pamit dulu, Azia Yoga mamah pulang dulu... besok-besok Ara di ajak ke rumah ya Fan?"
"Tentu mah."
Mamah Maria dan She melangkah keluar..
"Selamat mal_am"
Bertemu di pintu,seseorang bermaksud bertamu tapi pria itu terkejut ketika di dalam banyak orang.
Azia dan Yoga kebetulan pas berada tidak jauh di belakang mamah Maria dan She,di belakang Azia ada Ara,lalu Fandi dan keluarga yang lain.
Sejenak Reno tidak di anggap.
__ADS_1
"Hati-hati di jalan She,mama maria" yoga mengantar ke depan mobil Maria melaju keluar dari pintu gerbang yang tak seberapa lebar itu.
Ya, yang barusan datang adalah Reno mantan suami Ara,tidak ada yang mengundang.Entah tahu atau tidak.Atau ada keperluan yang lain sehingga dia kemari.
"Selamat malam mas Yoga"
"Malam Ren,silahkan masuk.kita ngobrol di dalam"
"Saya ingin bertemu Ara mas."
Sontak orang yang di dalam sana menoleh saling menatap.Suara mereka terdengar sampai ke dalam.
"Kalau begitu masuk lah"
Baru saja Reno menginjakkan kaki nya masuk,dia sudah di buat bergetar oleh penampilan Ara.Lantai yang di gelari tikar,dan meja yang tertata di tengah.Reno merasa Dejavu dengan beberapa tahun lalu.
"I-ini ada acara apa ya Ra?"
Tangan Reno reflek mengambil jemari Ara.Fandi yang melihatnya membulatkan mata,dada nya bergemuruh.
Reno menangkup kedua bahu Ara "Kau membohongi ku kan Ra?!Ara ... kau bohong kan?!!!" suaranya tegas dan tinggi.
"Tidak.Ini sungguhan aku sudah menikah lagi!"
"Kau bohong Ra!!Kau hanya milik ku Ra,tidak untuk yang lain"
Tangan nya terayun ke arah kanan ketika Fandi mendekat dan memukul lengan Reno.Berdiri di depan Ara dan meng genggam tangan istrinya.
"Kau hanya mantan suaminya,dan sekarang aku lah suami Ara.Sekarang dan untuk selamanya" Fandi geram.
Reno mengabaikan Fandi dan mencoba meraih tangan Ara,namun Fandi yang memegang nya begitu erat menghempaskan tangan Reno.
Yoga yang ada di sana pun mendorong Reno untuk keluar "Sudah Ren,Ara sudah menikah lagi,kau tidak berhak sejak kau bercerai dengan nya"
"Ara!!! katakan pada mereka kau masih mencintaiku!!!Araaa...."
__ADS_1
Reno berusaha membujuk Ara yang ada dibelakang Fandi.
"Tidak mungkin kau membenci ku kan,beberapa hari yang lalu kau berkata,aku boleh menemui mu sesuka hati ku?!"
Ara hanya terdiam di sebalik punggung Fandi.Reno yang di sana ingin memaksa masuk sedangkan Ara yang disini terdiam saja.
"Fan,bawa Ara ke kamar!!!Biar Reno mas yang menyelesaikan!".
🍀
🍀
🍀
Di kamar Ara,Fandi menarik dan menghempaskan genggamann. Hingga Ara terhuyung,beruntung di samping nya ada dipan kasur.
Fandi mengunci pintu,dan menghampiri Ara.
"Kau masih mencintai nya Ra?!"
"maksud mu Reno,kita pernah menjalin hubungan yang lama,dan kita sudah bercerai"
"Yang aku tanyakan.Kau masih mencintai nya?!!" suara ny sedikit lantang.Hingga Ara berjingkat.
Ara menunduk "Ti-tidak"
"katakan dengan jelas Ra!"
Ara memejamkan matanya "aku su-sudah tidak mencintainya ".."aku hanya pernah menjanjikannya kapan pun bisa menemui Ku" Ara menjelaskan dengan hati-hati kepada Fandi.
"Dengar Ara!!mulai sekarang semua yang ada di dirimu milikku.Dengan ijin ku lah kau berhak menemui seseorang!mengerti?"
Ara hanya mengangguk.
Benar kan,belum ada sehari dia sudah sok berkuasa akan diriku.Suara itu hanya Ara yang dengar.
__ADS_1
_to be continue_