
Tiga bulan kemudian
Mereka berjanji bertemu dan makan siang di kantor anak cabang.
Ara melesatkan kereta besinya setelah menjemput twins.
Tubuhnya sedikit tidak enak dari dua hari yang lalu.Kepala nya sering mendadak pusing.Siang ini pun sama,padahal tadi pagi dia merasa baik-baik saja.Kedua anak nya duduk di belakang.
"Riza Hafi,jangan bandel nanti ya kalau sama papah!Itu kantor baru,belum ada yang mengenali mu kecuali onty Susan"
"Onty Susan di sana mah?mamah ikut turun kan?"
"Onty Susan ada sementara.Kalian tunggu di lobby mamah cari tempat parkir dulu!"
Beberapa menit kemudian Ara sampai di sana.Menurunkan anak-anak dan di sambut oleh security.
Karna bangunan yang belum begitu selesai,Ara mendapat tempat parkir yang tidak beratap.Langkah nya gontai memasuki bangunan itu.
"Riza Hafi ayok!" Mereka berjalan beriringan,para karyawan di sana menyapa nya.Mereka baru tahu dan baru bertatap muka dengan istri bos nya itu.Kedua anaknya pun membuat perhatian para karyawan teralihkan.
Anak pak Fandi benar-benar mirip,kembar identik.
Keduanya sangat tampan.
Wah,ternyata anaknya jagoan semua
Beruntung sekali pak Fandi,istri cantik dan anak kembar tampan.
Masih banyak lagi para Karyawan yang memuji nya.
Brugk!!
Tiba-tiba Ara jatuh pingsan di depan pintu lift.Kedua anaknya pun panik.
"Onty,tolong mamah ku!" Riza gerak cepat menghampiri seorang perempuan yang berdiri tak jauh dari sana.
"Mamah bangun Mah!" Hafi terus memanggil Ara
Riza membuka tas milik mamah nya dan meraih ponsel.Tangan nya dengan cepat menghubungi nomor yang dia kenal.
"Mbak Ara"
"Ara!"
Hafi menoleh mendengar suara itu,ingatan nya sangat tajam.
"Paman,tolong angkat mamah ku ke sofa itu!"
__ADS_1
Lelaki itu pun mengangkat Ara tanpa ragu, sebenarnya enggan tapi perempuan di sampingnya mengangguk.
"Cepat papah!"
Ponsel di matikan oleh Riza dan di masukan kembali ke dalam tas.
Perempuan tadi terus memanggil nama Ara.
Wajah yang pucat,dan buliran keringat dingin.Seperti itu lah yang di rasakan ketika menyentuh kulit Ara.
Tap
Tap
Tap
Tap
"Hafi!"
🍀
🍀
🍀
Rumah sakit.
"Kenapa kau tinggalkan anak ku bersamanya?" Bukan nya menjawab Fandi balik tanya.
"Mereka aman,Ada Jelita di sana.Tadi aku menelpon nya"
"Kembali ke sana Lan,kau tau kan betapa licik nya Reno.Aku takut dia membawa pergi anak-anak ku!"
"Lan,kembali ke sana!!!Biar aku saja yang disini menunggu Ara!"
Ya,orang yang tadi mengangkat Ara ke sofa adalah Reno, perempuan yang di panggil oleh Riza adalah Tian adik Reno,mereka sedang di perusahaan Fandi Karena pihak marketing mempunyai janji dengan nya.
Akhirnya Allan kembali ke depan menjaga Riza dan Hafi,karena sementara tidak boleh masuk ke IGD jika sedang penanganan.
Ceklek!!!
Pintu dibuka dari dalam,seorang dokter pun keluar dari sana?
"Bagaimana istri saya dok?"
Dokter pun tersenyum "Pasien,kami pindah ke bagian obgyn lewat pintu dalam,silahkan bisa menyusul lewat pintu depan!" dokter pun menunjuk mengarahkan.
__ADS_1
Fandi mengerut kan dahinya "Obgyn?"
"Nyonya Ara kemungkinan sedang mengandung,jadi untuk lebih jelas nya kami pindah ke sana"
Fandi terperangah mendengar penuturan dokter.Tubuhnya terpaku.
"Saya permisi ya Tuan?" Dokter pun berlalu.
.
.
Ara sudah tersadar,berada di bagian Obgyn dengan Fandi di sebelahnya.Alat USG itu sedang di putar di atas perut Ara.
"dua atau tiga dok?" Pertanyaan Fandi benar-benar mengejutkan Ara dan dokter.
Dokter pun terkekeh "Satu,ini masih sangat kecil baru lima Minggu"
Ara menghela nafas panjang.Hal yang dia takutkan terjadi juga.
Padahal sudah lama,tapi masih terasa Bagaimana dulu melahirkan baby twins dan proses mengidam yang hampir sampai tujuh bulan tidak berhenti,berulang kali di rawat di rumah sakit.
"Bisa di keluarkan saja tidak dok?"
Dokter kaget,Fandi lebih terkejut mendengar nya.Bola matanya hampir keluar.
"Kau gila hah?!!"
"Bukan begitu mas!"
"Kau mau membunuh anak mu sendiri?!!!" Suasana berubah sangat mencekam,Fandi meradang mendengar ucapan Ara.
"Maaf,saya tinggal dulu ya?" dokter berpamitan dari sana.
Keduanya di dalam,dan ditinggal oleh dokter.
"Apa yang kau ucapkan,apa kau sadar sudah berbicara seperti itu hah?!!" suaminya sangat marah.
"Dengar aku mas!" Ara mencoba meraih tangan Fandi,tapi Fandi terus mengelak.
"Kau Gila!!Kau berniat membunuh nya?Kau berniat membunuh darah daging ku,dan kau berniat membunuh aku juga?!!!"
Dada nya bergetar hebat,rahangnya mengeras,wajahnya merah padam.
.
.
__ADS_1
.
to be continue