
Mempunyai anak kembali dengan umur yang tidak muda lagi, membuat Daffin sering mengalami sakit.Demam jika terkena hujan,makan makanan yang sembarangan,imun nya tidak seperti kakaknya yang lain.
Bukan cuma itu,terlahir prematur membuat dirinya tidak bisa terlalu lelah.
Hari ini Ara mendapat telfon dari sekolah Daffin,bahwa anak nya mengeluarkan darah dari hidung setelah berolah raga.
Inggira yang berada tak jauh dari sekolah Daffin segera menjemput dan membawa nya ke rumah sakit.Beruntung semua kakak nya sangat cekatan dan menyayangi adik kecil nya.
"Mah,Inggi dan Daffin sudah di rumah sakit.Mungkin Daffin akan di rawat inap beberapa hari"
"Syukurlah,sebentar lagi Mamah dan Papah selesai,dan kami akan ke sana.Tolong jaga Daffin ya Inggi?"
"Tenang saja mah! Yilmaz menemani ku"
Sambungan telfon di akhiri oleh Inggi.
.
.
"Selain tidak bisa kelelahan,pola makan Daffin harus di jaga.Sebenarnya imun tubuh tergantung pada usia.Jika pada manusia yang normal,seusia Daffin imun nya sudah mulai tebal.Tapi untuk Daffin berkembang nya lambat.Semoga semakin dia tumbuh besar,semakin kuat fisik nya"
Inggi yang sedang mengutak atik laptop nya mengangguk,mata melihat laptop tapi telinga mendengar kan Yilmaz.
Yilmaz Nugroho,anak pertama dari She dan Allan Nugroho,kuliah dan lulus sarjana kedokteran.Memulai praktek satu setengah tahun yang lalu.Berada di poli umum Yilmaz mendedikasikan dirinya pada Rumah Sakit yang Opa Brahmana dirikan.
Sering melihat orang-orang terbengkalai dengan penyakit,dan banyak juga yang membutuhkan pertolongan dengan ekonomi yang lemah.
Yilmaz pernah ditugaskan praktek magang di pedalaman desa terpencil di ujung Pulau.Untuk kekota saja membutuhkan waktu tiga puluh menit menggunakan kapal laut, setelah itu baru menunggangi sepeda motor untuk melihat keramaian kota.
Tidak menyangka tumbuh menjadi pria yang penyabar dan penyayang.Beda sekali dengan Daddy nya yang arogant dan semaunya sendiri.
__ADS_1
"Mamah kapan ke sini Nggi?"
"Sebentar lagi,mungkin"
Yilmaz mengangguk mendengar nya.Inggira dan Yilmaz hanya berjarak beberapa tahun.Namun Inggira tak begitu dekat dengan Yilmaz,lain dengan Enzo yang menganggap nya kekasih hingga sampai sekarang.
"Nggi,sebentar lagi mungkin aku akan ganti shift.Kamu tidak apa-apa kan aku tinggal sendiri?"
Inggira mengangguk "Tidak apa,Daffin masih tidur.Mamah juga nanti kemari"
"Ok,aku tinggal dulu ya? Jika terjadi sesuatu hubungi aku segera!"
Tangan nya mengusak rambut Inggi dan berbalik ke luar dari ruangan Daffin.
.
.
Mengabari kepada Inggi untuk menjaga Daffin sementara waktu,dan memberitahu pada sekretarisnya untuk tidak di ganggu.
Kedua nya bahkan tidak se sibuk yang mereka fikir.Mengulangi saat dimana mereka bertemu,bukan tempat yang mereka ulangi,namun kejadian pada saat itu.
Berbagi peluh dan keringat.Saling memberi,kedua nya terhanyut dalam kenikmatan yang memabukkan.
"Lebih cepat lagi mas!" Suara ******* dan lenguhan nya terdengar menggema di ruangan itu.
Sebuah kamar yang sangat luas di hotel Berbintang lima,masih kepemilikan yang sama.Keluarga Brahmana.
Umur boleh tua,tapi Fandi masih sanggup membawa Ara dalam kenikmatan,dan terbang hingga ke langit ke tujuh.
"Aku curiga kau meminum sesuatu sebelum ini!"
__ADS_1
Di saat di bawah sana terus memompa,Ara bergumam lirih dan Fandi mendengar nya jelas.
"Tidak!! Aku tidak pernah mengkonsumsi apapun!"
Fandi terus menghentakkan miliknya dan terus menghujam milik Ara.Hingga kedua nya merasa lelah.
Entah apa yang mereka fikirkan,anak di rumah sakit,tapi kedua nya sedang merindukan masa-masa muda.
Ara membenam kan wajah,meringkuk di dada suaminya.
"Siapa yang tidak jatuh cinta berkali-kali jika istri ku seperti kamu sayang.Sudah mengandung dan melahirkan berulang kali tapi badan nya seperti ini saja"
Mendengar itu Ara mendongak,Fandi pun mengecup kening istrinya.
"Jangan tidur mas,ingat!! Daffin sedang di rumah sakit dengan Inggira.Jika aku tidak ke sana tepat waktu, bisa-bisa anak gadis kesayangan mu itu marah dan terus protes!"
Fandi terkekeh, mendorong tubuh Ara hingga berada di bawah Kungkungan nya.
"Sekali lagi!Aku janji tidak lama.Pasti tepat waktu sampai di rumah sakit!
"Tapi mas?!"
"Di rumah kamu di boikot sama Daffin,aku tidak bisa melakukan apapun!"
Ara tertawa dengan ucapan suami nya.Mereka pun melanjutkan kegiatan season ke dua.
.
.
.
__ADS_1
🤗