Takdir Cinta Fahira

Takdir Cinta Fahira
Paket II


__ADS_3

Maria yang baru saja turun dari mobil,di kejutkan oleh kedatangan kurir yang sedang memastikan alamat.Namun terlambat pembantu nya sudah menerima terlebih dahulu.


"Terimakasih mbak" pemuda itu membungkuk dan undur diri.


Merasa aneh dengan paketan itu,mbak Siti salah satu pembantu disana pun,mengambil gambar.Dia akan mengirim nya kepada nona muda nya nanti.Di alamat kan untuk Tuan Fandi,tapi hampir seluruh penghuni kediaman tidak ada yang tahu nomornya. Hanya security,Maria,Jelita dan Ara tentunya.


"Untuk siapa Sit?" Maria mencegah langkah nya masuk ke dalam.


"Untuk tuan muda Bu.." Siti memperlihatkan kotak yang cukup besar itu.


"Coba saya lihat!" Siti pun memberikan kepada Ibu bos nya.


Mata nya memicing,seperti berfikir " AM?siapa AM?" Maria mengedikan bahu nya.


"Biar saya saja yang memberikan kepada Fandi"


"Baik Bu" mbak Siti pun menunduk dan mengikuti langkah ibu bos nya masuk.


Maria melangkah ke atas menuju kamarnya.Sedangkan Siti ke kamarnya,melewati dapur.Hendak mengecas ponsel,namun sesuatu teringat di benaknya.


Mengirimi nona muda nya gambar paket,dia segera mengirim gambar menggunakan aplikasi hijau.


Tak berselang lama pesan terkirim dan sepersekian detik kemudian centang biru,yang artinya sudah di baca.


.


.


Ara yang sedang duduk di taman melihat anak panti,yang bersuka cita dengan makanan dan mainan yang dia bawa.Paling tidak, bisa mengobati kesedihan nya tadi pagi.


Drt..drt... suara ponsel bergetar, Ara mencari-cari suara itu.


"Ita,,ponsel mu bergetar?"


"Bukan nona,ini ponsel ku.Mungkin ponsel nona di tas" Jelita menunjuk handbag milik Ara.


"Aku meninggalkan ponsel ku di kamar 'Ta" Ara masih dengan pendirian nya.


"Oh maaf nona,tadi Tuan memasukan ponsel nona ke dalam tas.Aku tahu itu"


Ara menghembuskan nafas kasar,susah memang meladeni orang keras kepala seperti suaminya.


Coba saja kalau tadi aku tahu,aku buang sekalian ponsel itu.


Ara merogoh tas nya,benar saja ponsel nya menyala.Ada panggilan tak terjawab dan satu pesan.Panggilan tak terjawab dari suami nya dan sebuah pesan yang menampilkan foto.


"Nona ada paket untuk tuan"

__ADS_1


Begitu lah pesan yang terlampir sebuah foto.


Paket apa? Ara memperbesar foto itu AM?Siapa Am?


Berfikir dengan paket itu, Ara diam sebentar memandang bergantian anak-anak lalu foto itu.


"Jelita.. sudah siang, bagaimana kalau kita kembali.Langit seperti nya juga akan turun hujan kembali"


Jelita yang sedang menikmati pemandangan anak-anak bermain pun mengangguk.


Setelah berpamitan pada ibu yayasan dan anak-anak panti.Ara dan Jelita memasuki mobil,dan melaju membelah jalanan.


Ponsel Ara bergetar lagi,kali ini bukan pesan melainkan sebuah panggilan.


"My Lovely Husband" begitulah yang tertera di layar.Ara mengabaikan telfon itu.Dan berkali-kali ponsel berdering pun Ara masih saja mengabaikan nya.


"nona Tuan menelfon ku" Ara hanya mendengarkan tanpa menjawab.Jelita yang bingung akhirnya menjawab nya.


"Hallo selamat sia_"


"Ita..Ara dimana?!!!" Belum juga selesai bicara sudah di samber oleh Tuannya.


"Ad_"


"Kasihkan telfon nya ke istri ku Ta!!!


"Di loadspeker saja!"


Jelita sebenarnya bingung dengan kedua orang ini,dari tadi perkataannya belum selesai tapi selalu di potong.


"Halloo sayang,sedang dimana?"


"Katakan padanya Ta,kita sedang di perjalanan pulang!"


"Sudah sampai mana?"


"Ita katakan lagi setengah jam mungkin akan sampai"


"Tidak usah Ta,aku mendengarnya! Hati-hati di jalan sayang.Jangan ngebut bilang pak sopir!"


hemm adalah jawaban singkat yang terucap dari Ara.


🍀


🍀


🍀

__ADS_1


Gerbang sudah di buka lebar oleh security,terlihat oleh Ara mobil Fandi masuk dengan kecepatan maksimal,matanya bisa melihat langkah Fandi yang tergesa turun dan memasuki rumah.


Giliran Mobil Ara masuk terparkir di sebelah mobil suaminya.Langkahnya santai memasuki rumah.


Tak terlihat suaminya,dia pun melangkahkan kakinya ke kamar.


"Nona,ingin aku buatkan apa?" Sebelum ke paviliun belakang,menjenguk ibunya Ita menawarkan sesuatu kepada nona nya.


"Jus tomat dan wortel ya,jangan pakai gula pakai madu saja ya" Ita pun mengangguk.


Ara menggunakan tangga untuk ke kamarnya, dokter bilang ibu hamil harus sering berjalan kaki biar nanti lahiran nya mudah dan cepat.


Pintu terbuka,suaminya tidak ada di sana.Akhirnya Ara masuk kamar mandi membersihkan diri dan segera menaiki ranjang untuk istirahat.


.


.


Kamar Maria.setelah Fandi bertanya pada Siti pembantunya,dia segera menemui mamah nya di kamar.


"Itu apa Fan?Paketan dari siapa,mamah sudah membuka nya dan melihat semua!!!"


Tubuh Fandi menegang mendengar nya.


"Mamah peringatkan,jangan macam-macam dan coba-coba kau melakukan hal yang tidak benar seperti ini,ini kapan kejadian nya?!"


Foto-foto yang Maria pegang berhamburan di lantai,foto Fandi berpelukan mesra,berciuman dengan perempuan lain.Dan foto terbaru adalah dua hari yang lalu bergandengan di basemant mall.Di pojok kanan bawah sudah tertera tanggal bulan dan tahun,tapi hanya dua foto itu saja.


"Bagaimana kalau ini semua di terima oleh Ara?!"


"Aku bisa jelasin ke mamah,ini foto-foto sudah lama tiga atau empat tahun yang lalu.Hubungan kami sudah berakhir mah!"


Fandi memunguti foto yang berhamburan di lantai itu.


"Simpan di tempat yang aman,jangan sampai Ara tahu.Dan selesai kan masalah mu dengan Ara,turunkan emosional mu.Istrimu sedang hamil,butuh perhatian khusus.Jika ada Opa bertengkar di meja makan,pasti kau sudah kena marah!!!"


"Iya mah,aku tahu" Fandi pergi dari sana dengan membawa kotak yang berisi foto-foto,baju couple,piyama dan lingerie,dan terakhir sisa alat kontrasepsi yang pernah dia pakai.


Menyembunyikan diruang kerja adalah pilihan paling tepat bagi nya.


.


.


.


to be continue_

__ADS_1


__ADS_2