Takdir Cinta Fahira

Takdir Cinta Fahira
Pertama kalinya


__ADS_3

"Kenapa kau berkata seperti itu?!"


Setelah dipastikan Azia benar-benar keluar dari kamar dan pintu tertutup. Ara menatap Fandi,tatapan nyalang itu membuat Fandi ngeri.


"Aysss..Bagaimana ini, Kakak-kakak ku pasti menunggu mu di rumah".. Ara berontak frustasi.


"Iya memang aku akan bertanggung jawab"


"Harusnya kau diam saja tadi,aku bisa beralasan lain kepada mbak Azia,jika aku tidur dengan teman,dan dikamar ini tidak hanya kita berdua saja!"


Fandi tertawa hambar "Kau tak dengar tadi?mbak mu berkata mereka melihat kita d CCTV dengan jelas"


"Tapi aku bisa meyakinkan mereka bahwa kita tidak melakukan apapun,jika kau tak bicara... Kau bisa pergi jauh,dan anggap saja kita hanya bersenang-senang!!"


"Kalau aku tidak bertanggung jawab,Bagaimana jika dua bulan ke depan kau hamil anak ku?"


Ara menghela nafas dengan kasar "Tidak,tidak mungkin .. ki-kitaa ha-haanya melakukan nya sekali" suara nya terbata,Ara melirik Fandi dengan ekor matanya.


"Sekali tapi keluar nya banyak,asal kau tahu.Dan juga ini yang pertama bagi ku" Fandi mengintip dari ekor matanya,dia tahu perubahan raut wajah Ara.


Mata Ara membola.Kaget tentu saja.Namun dia berhasil menguasai perasaan nya kembali.


"Aashhhh sudahlah,aku akan pulang!" Ara beranjak dari kasur masih dibungkus selimut yang melilit,memunguti pakaian nya.Hendak masuk ke dalam kamar mandi namun Fandi mencekal erat lengannya.


Ara berhenti,tatapan nya sangat tajam. "Apa?!!!"


"Berganti bajulah,aku antar pulang"


"Tidak perlu!"


"JANGAN MENCOBA KABUR DARIKU!!!"


Suaranya sangat tegas dan menekan pada tiap katanya.

__ADS_1


Ara menghempaskan tangan Fandi,masuk kamar mandi. Brugk!!!! pintu tertutup dengan keras.


Beberapa menit lalu Fandi sudah menelfon pihak hotel,untuk membuka pintu kamar dengan kartu akses darurat.


Kini mereka sudah berada di dalam mobil.Fandi sesekali melirik Ara yang sedari tadi hanya melihat kaca.


Sebuah senyuman tipis terbit dari bibirnya,tidak menyangka dia akan sedekat ini,bukan dekat tapi lebih tepatnya se intim ini.Dia sudah melihat dan memiliki semuanya.Tinggal satu langkah lagi,MENIKAIH nya.


Meski dengan cara yang licik,yang sudah di rancang oleh teman-temannya.Fandi berfikir suatu saat dia akan berkata jujur kepada Ara.Nanti jika Ara sudah membuka hati nya dan benih itu tumbuh di dalam sana.


Waktu sudah menunjukan pukul 00.21 dini hari,mobil Fandi memasuki pintu get sebuah perumahan.Kaca mobil dia buka lebar-lebar.


"Permisi,Selamat malam Pak?..." merasa aneh malam-malam ada yang berkunjung,dan tidak melihatkan kartu penghuni perumahan,dua security menyetop mobil Fandi.


Fandi menunduk kan kepala nya,dia tersenyum ramah kepada ke dua nya.


"Malam Pak.. Maaf,mau mengantar kekasih saya"


Ara yang mendengar itu,menoleh dan mendekatkan dirinya ke Fandi.


"Maaf mengganggu,buat beli kopi sama rokok Pak" Ara memberikan dua lembar uang itu.Tangan nya terulur,tubuhnya yang miring di sangga oleh Fandi,matanya bertemu saat Ara melirik.


"Astagaa aku sangat gemash dengannya" Fandi hanya bisa membatin.


"Ehh mbak Ara,sudah punya calon lagi yaa.Wah patah hati saya mbak" Salah satu security itu berkata di iringi candaan.


Ara dan Fandi yang mendengarnya hanya tersenyum.


"Ini terima kasih ya mbak,merepotkan"


Ara menundukkan wajahnya "Tidak apa-apa Pak ambil saja.Kami masuk dulu yaa."


"Silahkan mbak,mas"

__ADS_1


Setelah pintu get di buka,mobil melaju lagi.Perumahan yang sederhana tapi sangat mengutamakan keamanan.


"Harus begitu?"


"Apa?... ohh,sebentar aku ganti uang mu" Ara meraih tas nya yang berada di atas dasbor. Saat akan membuka tas itu sebuah tangan menahan.


"Tidak usah,biarkan saja.Hitung-hitung sedekah.Kau meminta lebih pun aku berikan Ra"


Ara memutar mata dengan jengah.


🍀


🍀


🍀


Pintu gerbang di buka,penjaga di sana memberitahukan bahwa mereka berdua sudah di tunggu di gudang samping.


Mobil terparkir dengan sempurna,Ara segera membuka pintu mobil dan turun dari sana.Sebelum kaki nya melangkah ke gudang dia mencoba menegosiasi dengan Fandi.


"Jangan bicara sepatah kata pun,biar aku saja!"


"Kenapa bisa begitu?"


"Karna aku belum siap untuk menikah lagi!!!" Ara menghentakkan kakinya. "Terlebih kita baru saling mengenal..aku tidak mencintai mu!"


Ara berlalu saja setelah apa yang dia ingin bicarakan tersalur.


Fandi yang masih terpaku ditempat memandang Ara yang berjalan dengan malas.


"Kau pikir kau siapa melarang ku?...akan ku buat kau jatuh cinta kepadaku Fahira Feryaldi"


Gumam man Fandi sangat lirih dan hanya dia sendiri yang mendengar nya.

__ADS_1


_Tbc_


__ADS_2