
Hanya beberapa puluh menit untuk sampai di kediaman Brahmana, sesuai dengan permintaan Fandi,Maria menyiapkan dokter untuk Ara.
Sepanjang mengudara, Ara memeluk suaminya.Fandi pun begitu,tp ada yang aneh dari Fandi baginya.
Gelap yang lama-lama berubah menjadi terang,langit pagi ini sangat cerah.Maria memeluk Ara di depan Halaman rumah.Kedua nya menangis tergugu.Maria yang masih di liputi rasa bersalah karna tidak menjaga nya dengan baik.
"Biarkan Ara,masuk di periksa dokter dulu mah!" Fandi menuntun Ara.
Dokter memeriksa Ara,memeriksa kandungan nya,dan yang terakhir memeriksa luka di telapak tangan nya,jahitan nya terlepas.Terpaksa dokter mengulangi lagi.
Masih dengan rasa yang sama,sekuat apapun menahan sakit oleh jarum,pada akhirnya Ara menangis juga.
Asisten rumah tangga,sudah menyiapkan sarapan,terhidang dengan sempurna di meja.Ara merasa dirinya kotor sedangkan yang lain sudah mandi pagi.Enggan bergabung di meja makan,begitu pula Fandi yang menemani di sebelahnya.
"Dokter sarapan dulu saja,nanti saya menyusul" begitu kata Ara.
Opa Brahma yang baru datang di ruang tengah,mendekati Ara dan mengusap kepala nya.Ara pun menyalimi punggung tangan lelaki tua itu.
"Kau baik-baik saja kan nak?" Tanya nya kepada Ara.Khawatir,sudah tentu.
"cicit ku bagaimana Dok?" giliran dokter yang ingin beranjak,namun di todong pertanyaan oleh Opa.
"Ibu dan kedua nya baik-baik saja.Mereka sungguh menurut kepada ibunya.Hanya saja setelah ini jangan banyak aktivitas dahulu.Jahitan di telapak tangan nya juga masih baru,jadi jangan terkena air sementara waktu.Nanti saya akan resepkan obat"
Mereka pun mengerti,dan mengangguk.
Setelah rutinitas sarapan,Ara melangkah ke atas menggunakan tangga.Sikap Fandi sungguh berubah saat ini.Entah kenapa tapi Ara merasakan itu.
Merasa gerah,dan tidak nyaman Ara masuk ke dalam kamar mandi untuk membersihkan diri.Berendam beberapa saat untuk menghilangkan rasa pegal,lelah dan letih.
__ADS_1
🍀
🍀
🍀
Hingga siang hari,Ara yang sedari tadi di kamar di kejutkan dengan kedatang She.Baru saja sampai di kota ini, setelah di kabarkan Ara di temukan.
Keduanya berpelukan, mengobrol tak henti hingga Maria membawakan makanan untuk Ara.
"Kak Ara belum makan,sudah jam berapa ini?"
She yang kaget kakak nya belum makan,pasalnya bumil tidak boleh telat makan.
"Belum She" jawaban itu terlontar dari mulut mamah nya.maria.
Maria meletakan nampan di atas pangkuan Ara,sedikit demi sedikit dia menyuapkan sendoknya.
Ara memengelus perutnya,dan tersenyum.
She dan Maria yang tahu itu pun mengerutkan keningnya.
"Mereka sudah mulai bergerak mah,mungkin kalau bisa berbicara mereka akan mengatakan terimakasih kepada Oma nya sudah menyiapkan makanan."
She membulatkan mata nya,tangan nya reflek antusias ingin menyentuh perut Ara juga.Tapi sentuhan She tidak membuat mereka bergerak.
"Mereka tidak mau dengan mu She!" Maria tergelak dengan ucapan nya.She menggerutu.
"Coba sama mamah ya" tangan nya mengelus lembut perut Ara "Hai, assalamualaikum.. ini Oma" bisiknya di sebelah perut Ara.Tak lama perut Ara terlihat menonjol.
__ADS_1
Ara dan Maria pun tersenyum saat itu.She yang merasa iri wajahnya muram,hal itu membuat Ara semakin tertawa.
"Nanti lagi ya She,calon ponakan mu masih belum mau berteman dengan mu" Ara mengusap bahu She dan di angguki nya.
Mereka bertiga bercanda mengobrol,Ara menceritakan semua yang terjadi padanya pada saat di tawan oleh Reno.Termasuk Reno yang akan menyentuhnya dan berakhir jahit Tan di tangan Ara.
Sungguh Maria tak mengira akan separah itu ambisi Reno kepada menantu nya.
Ara teringat sosok Jelita,yang selalu menolong dan baik kepadanya.
"Kami menemukan mu karna selembar kertas yang bertuliskan pesan singkat.Lalu siapa yang memberikan itu?"
"Mungkin Ita mah,karna dia pernah libur sehari dan pergi ke kota,nanti aku akan mengobrol dengan mas Fandi untuk mencarinya"
Maria mengangguk,Jelita memang harus di beri penghargaan atau sekedar Rasa terimakasih keluarga Brahma kepada nya.
"Mahh..."
"Iya nak?..."
"Mas Fandi baik-baik saja selama aku tidak di rumah?"
Maria tersenyum mendengar nya.Menantu nya sangat memikirkan anak laki-laki nya ternyata.
"Fandi seperti orang dengan gangguan jiwa Ra,mas yoga mu lah yang men suport Fandi untuk bangkit dan menemukan mu"
Ara mengerutkan kening,serasa berbeda dengan keadaan sekarang.Bahkan terakhir bertemu dengan suaminya tadi pada saat sarapan.Sampai sekarang tidak terlihat lagi.
.
__ADS_1
.
_to be continue...