Takdir Cinta Fahira

Takdir Cinta Fahira
She menghilang


__ADS_3

Jika She dan Allan sedang bersenang-senang dengan liburan yang mendadak,awal nya di paksa tapi mereka menikmati.


Lain hal nya di kediaman Utama Brahmana.Sudah berulang kali Ara, Maria,dan art di sana memanggil She untuk sarapan,tapi tak ada jawaban,hingga membiarkan nya saja.Mungkin sedang malas bangun pagi pikir semua nya.


Hingga Fandi pergi ke perusahaan nya,dia juga terkejut dengan surat pengunduran diri Allan.Hanya selembar kertas terbungkus amplop yang rapih.


Berulang kali Fandi dan para staf yang lain mencoba menghubungi nya,hasil nya nihil.Tak ada jawaban, apartemen nya pun sama,tidak ada yang menjawab di ujung sana.


Fandi di buat bingung,tapi ada satu yang aneh.Kerjaan Allan semua sudah selesai,hanya meninggalkan jadwal pertemuan dengan klain baru.Beruntung masih ada Susan sekretaris Fandi yang setia dari dulu.


"San,Allan tak bicara apapun dengan mu?"


Susan berfikir dan menggeleng


"Tidak pak"


"Apa sebenarnya yang ada di pikiran nya.Mendadak mengundurkan diri begini!Dia pikir mudah mencari pengganti nya.Sudah kaya? Bisa-bisanya dia seperti itu!"


Fandi bergumam kesal,Susan yang masih ada di sana hanya tersenyum mendengar nya.


.


.


"assalamualaikum,selamat pagi kak?"


"Iya Go,kenapa ya menelfon kakak?"


"She ada Kak?Aku menelfon,dan ponsel nya tidak aktif"


"Oh,dari pagi dia belum keluar kamar.Mungkin masih tidur"


"ya sudah kalo begitu, terimakasih kak?"


Panggilan diakhiri, Yugo merasa aneh dengan isi pesan She terakhir subuh tadi.Ponsel nya mati,tidak bisa di hubungi.Bahkan orang rumah saja bilang jika dia masih tidur.


Berharap semua baik-baik saja,meski ada sedikit rasa yang tidak nyaman pada hatinya.


.

__ADS_1


.


Di rumah,Ara yang penasaran dengan ucapan Yugo akhirnya menghampiri kamar She,kali ini dia akan mengetok sampai adiknya benar-benar bangun.


Sudah mengetok di iringi panggilan yang makin lama makin keras,hingga Riza dan Hafi yang sedang bermain pun terganggu.


Maria yang sedang di halaman belakang juga mendekatinya.


"Mamah,Onty kenapa?"


"Onty mu dari pagi belum terlihat,dan belum turun untuk makan Za!"


"Buka saja pintunya mah!"


"Di kunci nak.Mamah minta tolong panggilkan security di depan menggunakan wairless di sana!" Ara menunjuk dinding,telfon wairless yang menghubungkan panggilan darurat di rumah itu.


"Kenapa Ra?"


Maria yang baru saja mendekat penasaran akan hal yang dibuat Ara.Menantu nya mondar mandir di depan pintu kamar she.


"Onty belum bangun Oma!ini kan sudah siang!"


"Ra, biarkan saja adikmu.Dia biasa bangun siang kan?"


Wajah Ara sudah panik "Kali ini lain mah.Aku sudah menggedor dan memanggilnya,tapi tidak ada balasan apapun!"


Riza berlari mendekati Ara.


"Sudah Riza telfon kan security mah,sebentar lagi pasti datang"


"Iya sayang,terimakasih!"


Kini bukan hanya Ara saja yang panik,Maria juga panik.Berulang kali menggedor dan memanggil.Sama hal nya dengan Ara,hasil nya nihil.


Hingga dua security datang,dan mendobrak pintu itu.Semua tercengang dengan keadaan ranjang yang rapih,jendela yang menyisakan gorden tipis yang tertutup.Kamar mandi pun kering,seperti sudah berjam-jam tak dipakai.


🍀


🍀

__ADS_1


🍀


***maaf


sebelumnya aku meminta maaf kepada kalian semua,terutama Mamah.


Maaf untuk beberapa hari ini aku pergi keluar kota,hanya sebentar dan jangan mengkhawatirkan ku Mah!


aku baik-baik saja.


Tidak usah panik dan tak usah di cari,aku pasti pulang!!


She*** 💕


Selembar kertas yang dia tinggalkan di meja rias,hanya selembar dan di tulis tangan.Tak jauh dari sana ponsel She yang sengaja dia tinggal.


"Ponselnya dia tinggal, bagaimana Yugo bisa menghubunginya?Ada apa sebenarnya?"


Ara berbatin di dalam hatinya.


"Dimana Onty mah?" Riza dan Hafi penasaran dengan kamar onty nya yang kosong.


"Riza dan Hafi,main sama mbak Siti dulu ya?Nanti mamah nyusul"


Setelah memanggil Siti,keduanya bergandengan menuju halaman belakang.


Tanpa sadar dengan kepanikan nya,hingga jalannya sedikit lari untuk kembali ke kamar mengambil ponsel nya,menghubungi Fandi.


Begitu pula dengan Maria,wanita setengah baya itu sangatlah panik hingga di jaga art yang lain,mata nya sudah mengembun.Duduk nya tidak tenang.


Pernikahan sudah di depan mata,kenapa She pergi.Apa yang harus dilakukan, bagaimana cara nya berbicara dengan keluarga Atmodjo?


.


.


.


to be continue

__ADS_1


__ADS_2