Takdir Cinta Fahira

Takdir Cinta Fahira
Tipu daya Fandi


__ADS_3

Tidak terasa sudah tiga bulan.Kini Riza dan Hafi berkembang sangat baik, bobotnya sudah lebih dari lima kilogram. Tidak sia-sia Ara mengASIhi mereka secara bergantian.


Empat puluh hari pertama memang membuat kedua nya begadang.Namun semakin hari mereka hanya akan bangun ketika diapers nya yang sudah penuh atau kehausan.


Kadang kala Ara yang bangun,kadang bertepatan Fandi yang pulang dari kantor setelah lembur.


Ara sempat stress karena ASI nya tidak deras,tapi beruntung nya memilik mertua seperti mamah Maria yang mau di repotkan masak ini itu untuk menantu nya agar ASI nya deras.


Bukan hanya itu saja,semua art di sana bahkan selalu siaga jika Ara meminta tolong saat larut malam.


Malam ini kebetulan Fandi baru saja sampai di rumah,berangkat menjelang subuh untuk mengecek proyek di sebrang yang cukup jauh.


Tubuhnya dia jatuhkan di sofa panjang di kamar.Kepalanya menengadah ke atas.Sesekali matanya mengerjap menatap langit-langit.


Ara yang terbangun karena suara pintu yang terbuka tadi,beranjak dari sofa dan menghampiri suaminya.


"Mas..." Ara memegang bahu Fandi dan sedikit menekan nya.Fandi pun menoleh.


"Kenapa bangun?aku mengganggu kalian ya?" Mata nya melihat box bayi,dan kasur.Mereka tertidur.


Ara menggeleng "Cape ya mas?sini aku pijit!" berdiri di sofa dengan kaki yang ditekuk,memposisikan dirinya di belakang punggung suaminya.Tangan nya lincah menjamah memijit bahu,punggung,hingga yang terakhir,kepala Fandi dia letakan di tengah buah dada nya lalu memijit bagian pinggir.


Fandi yang merasa pijitan istrinya enak dan mengurangi letihnya pun memejamkan mata.


"Bersihkan dirimu dulu mas,lalu tidur istirahat.Sudah hampir jam dua.Aku akan menyiapkan piyama mu dan memindahkan Riza di box" Ara yang mengetahui Fandi terpejam berbisik pas di telinga.


Suaminya membuka mata dan tersenyum,lalu langsung berdiri melangkah ke kamar mandi.Tangan nya mengusak rambut Ara yang kini semakin panjang.


Setelah ritual mandi nya selesai,dan berganti piyama Fandi menyusul istrinya yang sudah di atas ranjang.Bergerak dengan hati-hati karena takut kedua anaknya terganggu dan menangis.


Fandi merangsek di bahu Ara,memeluk istrinya dari samping.Ara yang sedari tadi bermain ponsel hanya mengabaikan tingkah suaminya.

__ADS_1


"Geseran sana mas!aku susah.Nanti kena anak-anak kalau aku terus minggir!"


Fandi mendongak menatap mata istrinya.Ara yang tahu itu pun,balas menatap nya.


"Sayang.."


"Apa?" Ara melihat suaminya,raut wajahnya agak lain.


"Apa mas??!"


"ituu Ra..ehmm" Bagai anak meminta barang mahal,Fandi tidak langsung berbicara malah ngajak tebak-tebakan.


"Apasih mas,ngomong yang jelas!" Ara sampai mengerutkan alisnya.


"Besok honeymoon ya sayang?"


"Hah!!!?yang benar saja mas,anak masih kecil-kecil mau ditinggal bersenang-senang sendiri.Aku aja masih mengASIhi mereka,mereka butuh aku mas!Gak usah jauh-jauh kalau pengin!"


Meski suara Ara pelan tapi penuh penekanan.


"Disini aja maksut mu?"


"Iyalah disini aja gak usah jauh-jauh,kasian Riza sama Hafi!"


"Kalau sekarang?"


"Yaudah ayok!...Hah?" Ara langsung menoleh ke suami nya,matanya membola.Baru sadar kalau Fandi mengerjai.


"Kamu mas!"


"Ayok!!" Fandi sudah menurunkan lengan piyama Ara.

__ADS_1


Wajah Ara sontak berubah,masih memandangi suaminya yang sudah penuh dengan gairah.


Tanpa pikir panjang Fandi merebut bibir sensual istrinya.Ara pun membalas dan mengikuti permainan suaminya.


"Gak ada rasanya sayang,kenapa mereka sangat suka!"


Di depan dua buah gundukan kenyal itu,dia mencoba bermain dengan bibir dan *******,ternyata keluar sedikit dan Fandi menelan nya.


"Mereka suka..Akhh,kamu juga suka mainin nya masshh"


Kedua nya bermain pelan,hingga Fandi sudah memposisikan dirinya untuk memasuki milik Ara.Istrinya beranjak dan memegang dada Fandi untuk mengakhirinya.


"Kenapa??!!" Fandi di buat bingung oleh istrinya, padahal baby twins saja anteng kenapa Ara memilih menyudahinya.


"A-akuu.... aku belum KB mas!"


Sebenarnya sudah dari tadi Ara ingin mengucapkan nya,tapi tidak tega melihat suaminya yang gairah nya bersarang.


Terpaksa demi melanjutkan nya Ara mengambil alat kontrasepsi yang satu bulan kemaren dia beli.Jika tidak di tuntas kan,milik suami nya akan on terus.


Walau Fandi tidak mau memakainya,tapi Ara merayu dan memaksa memakaikan nya.Permainan di lanjutkan.


Suara-suara mereka tidak seperti dulu yang terdengar di sudut ruangan,tapi masih terdengar pelan dan lebih seksi bagi Fandi.


Ara mencengkram punggung suaminya ketika Fandi terus memaju mundurkan miliknya, menghujam dan memperdalam.


Tadi tidak mau pakai,katanya rasanya aneh.Tapi ini sama menggilanya,dasar papah Riza Hafi!!!


.


.

__ADS_1


.


to be continue


__ADS_2