Takdir Cinta Fahira

Takdir Cinta Fahira
Orang asing


__ADS_3

Hari berganti bulan,bulan berganti tahun.Tak terasa sudah memasuki tahun ke lima pernikahan Fandi dan Ara.Mereka sudah melalui berbagai macam masalah rumah tangga.


Perusahaan yang di pimpin oleh Fandi juga sempat mengalami keterpurukan.Tidak jujur nya salah satu karyawan di bidang keuangan.


Dan Ara ikut terjun langsung membantu mengatasinya.Dengan bermodalkan pengetahuan yang hanya seujung kuku.Beruntunglah dia yang lebih serius menanggapi nya dibanding yang lain.


Hari ini adalah kepulangan nya dari Australia,beberapa hari yang lalu dirinya menjenguk Opa Brahmana di sana,dan juga She yang mengambil sekolah fashion juga di sana.


Kaca mata hitam bertengger di hidung ketiga nya,rambut ikal berwarna coklat legam panjang sepinggang.


"Papah!"


"Daddy!"


Twins berlari menghampiri Fandi,orang di sebrang sana.


Dia pun menyambutnya,berjongkok dan mengulurkan tangan.Menggendong keduanya di sisi kanan dan sisi kiri.


"Mas.." Yang terakhir istri tercinta nya mendekat,dan satu kecupan mendarat di bibir Ara.


"No Daddy,Mommy milik Hafi!" Hafi menutup bibir Fandi dengan telapak tangannya.


"Hey,sepertinya kau bukan anakku.Kau sangat mirip onty mu yang sekarang ke bule-bule an itu.Daddy..Daddy...Hafi,kita masih makan nasi ingat itu!" Fandi menirukan panggilan Hafi yang akan berubah jika pulang dari luar negri.


Ara terkekeh,Riza yang mendengar keluarga nya ribut hanya melipat tangan di depan dada nya.


"Mamah memang milik kita Hafi,bukan milik kamu saja.Apalagi Papah!" Riza memang sedikit dingin dibanding Hafi yang sangat posesif dengan Ara.


"Ya..yaaa terserah kalian saja.Kali ini Papah mengalah,kalian sudah makan belum?"


"Kalau aku belum pah,Hafi dari tadi ngemil trus bareng mamah"


"Aku bukan ngemil Riza!Aku hanya menemani mamah,biar melupakan pobia nya!"


"Sama saja!"


"Sudah hentikan,Riza Hafi.Mau makan dimana?" Ara menyudahi kedua nya yang jika diteruskan tidak akan ada ujungnya.

__ADS_1


"Menurut sajalah" Jika Hafi yang menjawab,sudah di pastikan dia apa saja mau.Karena hanya dia yang selama ini susah untuk makan,sangat pemilih,dan dominan.


Mereka berjalan menuju mobil yang sudah terparkir.


Dua pengawal sudah mendorong barang bawaan nya di belakang.


Sudah menjadi kebiasaan mereka,berangkat membawa satu tas.Pulang membawa berkoper-koper.


🍀


🍀


🍀


Ke empatnya duduk di meja makan dan sedang menikmati hidangan dari rumah makan yang berciri khas adat Minang.


Rumah makan itu cukup besar,mereka menyantap dengan lahap masing-masing menu yang dipilih.


"Mas,aku ke toilet dulu ya?" Tiba-tiba Ara merasa ingin buang air kecil. Fandi pun mengangguk.


"Tak usah repot-repot sayang,kau makan saja.Habiskan biar cepat besar"


Riza pun mengacungkan jari jempol nya.


Ara melangkah ke toilet wanita,di sana cukup ramai dan mengantri.


Setelah membuang hajat nya,Ara pun ber cermin di depan toilet.Mata nya menyipit pada pantulan seseorang yang ada dibelakangnya jauh.


aku salah liat mungkin.Mungkin juga terlalu lelah.


Matanya melihat lagi di pantulan.Dia menengok ke belakang.Benar saja mata nya menangkap seseorang yang sangat dia kenal sedang tersenyum kepadanya.


Tidak mungkin!Kenapa secepat itu?


Ara bingung,tubuhnya reflek berjalan cepat menuju meja Fandi dan kedua anaknya.Hingga tak sengaja menabrak pelayan yang berlalu lalang.


"Maaf..maaf"

__ADS_1


Fandi yang paham dengan suara itu pun menoleh.Istrinya berlari kecil ke arahnya.Langkahnya sangat tergesa-gesa.


Grep!! Fandi menangkap tubuh istrinya yang terhuyung.


"Hei kenapa sayang?kau terlihat cemas sekali"


Dadanya bergemuruh,nafas nya tersengal.Wajahnya pucat dan butiran keringat mengucur di keningnya.


Ingin langsung memberi tahu suami nya tapi Ara menatap kedua putra nya yang sama khawatir dengan suaminya.


"Kita pulang sekarang mas,ayo pulang!"


"Iyaa,tapi ada apa?"


"Nanti aku jelaskan di rumah.Riza Hafi ayo kita pulang sekarang!"


Untung saja makanan mereka sudah tandas.Riza dan Hafi pun mengangguk patuh dan berjalan bergandengan.


Fandi yang merasa aneh dengan istrinya pun menuruti saja untuk pulang.Beberapa lembar uang berwarna merah di letakan di bawah gelas setelah dia memanggil pelayan.


"kembalian nya ambil saja!"


Fandi pun beranjak menyusul istri dan kedua putranya.


Keluar dari Rumah makan, Ara dibuat terpaku dan memeluk dua anaknya.Seseorang berdiri tepat di depan nya,hanya berjarak lima meter.


"Hai,apa kabar kita berjumpa lagi?" Dia pun tersenyum kepada Ara.


Riza dan Hafi yang tahu dia adalah orang asing,kedua nya memberikan sorot mata yang tajam,tangan nya menggenggam lengan Ara satu per satu.


.


.


.


to be continue

__ADS_1


__ADS_2