Takdir Cinta Fahira

Takdir Cinta Fahira
Empat bulanan


__ADS_3

Dikumpulkan secara tiba-tiba di halaman depan,hanya perkara parfum.Mereka awalnya menebak apa yang sedang terjadi.


Semuanya Fandi peringatkan untuk tidak memakai parfum yang menyengat Karena nona muda nya tidak bisa mencium itu.


Siang hari mereka sudah bersiap di kamar hotel masing-masing.Ara sudah memakai gamis berwarna putih tulang,wajahnya di poles senatural mungkin.Karena memang dari dulu Ara tidak suka make up yang tebal.


Acara pengajian dan santunan anak yatim berjalan dengan lancar.Menjeda acara,kini Ara memakai kebaya berwarna baby blue,menggunakan bandana yang di buat dengan bunga melati,dan penutup kedua bahunya juga.Ara terlihat sangat cantik.


Beberapa keluarga memberikan siraman air yang sudah di penuhi dengan bunga pada kendilnya.Bergantian memandikan Ara.


Hatcih!!..


Fandi membulatkan matanya.


"Bisa tidak jangan lama-lama!apa masih banyak orang lagi yang mau menyiram Ara?"


Fandi melayangkan protes pada even organizer.


Akhirnya acara siraman di persingkat karna Fandi sudah mulai tidak bersahabat.Bukan tidak suka,dia mengkhawatirkan Ara jika tidak di percepat bisa-bisa Ara sakit.


Tiba di malam hari nya,Setelah Isa acara inti di gelar.Sudah ada dekorasi dengan sejumlah balon yang bertebaran.Balon paling besar adalah balon penentuan jenis kelamin bayi.

__ADS_1


Beberapa waktu lalu mereka sudah di USG dan memang merahasiakan jenisnya,hanya EO sajalah yang tahu.


Tanpa di sangka tanpa di kira Opa Brahma sengaja membuka pintu untuk para awak media,para pemburu berita.Kesempatan inilah di gunakan mereka untuk mengetahui kebenaran berita.


Para media di buat terkejut dengan adanya Ara di antara mereka,Benar saja menggelar acara empat bulanan yang di hadiri kerabat,dan rekan kerja.


Fandi dan Ara menyalami semua tamu yang hadir.Di sana juga ada keluarga besar Brahmana dan keluarga Feryaldi.Yoga ,Azia sekeluarga semua hadir.


Tidak bisa melayangkan protes jika opa yang mengambil keputusan.Meski Ara sedikit sungkan dengan keluarga besar suaminya,dia tetap berada di paling atas di banding mereka yang lain.


Karena menjadi Nyonya Fandi Brahmana lah, otomatis semua mayoritas aset Brahmana ada di genggamannya.


Bukan berarti yang lain tidak dapat,yang lain tetap dapat dan sudah di bagi oleh Opa.


Opa Brahma tercengang melihatnya,balon yang keluar dari sana.Ternyata dua balon biru.Senyum nya merekah,calon cicitnya adalah laki-laki semua.


"Lihat Opa,anak Fandi laki-laki semua.Opa pasti bahagia kan?Semangat sehat ya Opa!!" Sinta Brahmana,adik kandung dari Bara Brahmana.


Mereka datang hanya untuk acara ini.Sinta sangat senang melihat perkembangan kesehatan papah nya.


Sudah tidak bolak-balik Luar negri hanya untuk memeriksakan kesehatan nya.

__ADS_1


"Papah bahagia Sinta,Papah pasti sehat sampai bisa melihat kedua cicit ku nanti lahir".


🍀


🍀


🍀


Assisten Opa yang tidak lain adalah papah Allan menyampaikan keinginan para wartawan untuk klarifikasi berita miring keluarga Brahmana.


Akhirnya waktu yang ditunggu pun datang,Opa sengaja menggelar dan menyediakan tempat untuk acara dadakan itu.


"Selamat malam,permisi.Saya mohon untuk lebih tenang dulu,kami tahu kalian menginginkan berita pembenaran ini.Saya mohon para awak media memberikan kenyamanan agar Tuan Fandi Brahmana beserta keluarga bisa memberikan penjelasan"


Semua awak media hening menunggu.


Bagi pekerja media cetak,pertelevisian berita adalah makanan pokok nya.Belum berhenti jika belum dapat.


.


.

__ADS_1


.


to be continue


__ADS_2