Takdir Cinta Fahira

Takdir Cinta Fahira
Melukai diri sendiri


__ADS_3

...****************...


"Ternyata hamil bisa menambah wanita menjadi lebih cantik,tubuhnya lebih berisi"


Tidak tahu malu, lebih tepatnya.Mencintai wanita yang sudah bersuami,terlebih lagi sedang mengandung.


Reno, pagi-pagi sekali masuk ke dalam kamar Ara.Wanita itu masih tertidur pulas,setelah semalam menahan batin nya yang menginginkan sesuatu untuk di makan.Kebiasaan Ara memang jika mengidam tidak di turuti pasti akan sulit tidur.


Meminta nya kepada Reno?Jangan sampai.Sebenarnya Ara membencinya,tapi kata pepatah Jawa "jangan membenci seseorang ketika kita sedang hamil, bisa-bisa anaknya mirip".


Reno menjatuhkan bobot tubuhnya di ranjang.Menyingkirkan bantal hamil yang di belinya khusus untuk Ara.Dia merebahkan kepala nya di sisi kanan Ara.


Merasa tidak ada pergerakan tanda Ara bangun.Tangan nya pun mengulur,melingkar di perut Ara,di belainya perut yang sedikit buncit,Ara masih tidak bergeming.


"Maafkan aku yang harus melakukan ini Ara!"


suaranya berbisik lirih.


Ara menggeliat pelan,menggeser tubuhnya mendekati Reno.Wajah nya persis di depan wajah Reno,pria itu tersenyum.


Merasa Indra pencium nya mencium wangi yang berbeda dari yang sering ia rasakan,matanya mengerjap pelan.


"Astagaaa!!!" Tubuhnya langsung mundur seketika,nafasnya memburu.Kedua pergelangan tangan nya sudah Reno genggam,karna takut Ara terjungkal ke belakang.


"Selamat pagi sayang!" Senyumnya merekah.


Ara terdiam masih mengatur nafasnya.Matanya menelisik tubuhnya,baju yang dia kenakan masih lengkap,begitu pula baju Reno juga masih lengkap.


Reno menyunggingkan alisnya,tersenyum getir.


"Kenapa??Takut?.. ayolah Ara,aku Reno yang dulu dan sampai sekarang masih mencintai mu"


Reno merangsek lebih mendekat lagi,Ara memalingkan wajah dan mengerjapkan mata.


"Dan satu lagi,kita dulu pernah menghabiskan malam-malam panas.Bukan pernah,lebih tepatnya hampir setiap hari"


Reno berbisik ,dan menekan setiap katanya.


Dada Ara terasa sesak mendengarnya,matanya mulai berkaca.


"Ja-jangan terlalu dekat,bisa kah kau menyingkir?"


Bukan nya menjauh Reno malah merangsek dan mengukung Ara.Sudah entah bagaimana lagi perasaan Ara.Dirinya sudah memikirkan yang tidak-tidak.

__ADS_1


"Tolong Ren,jangan seperti ini." Ara mulai menangis sejadi-jadinya.Tangan Reno sudah mulai lancang menyentuh pipi dan bibir Ara.


Jiwa Reno semakin gila dibuatnya,bibirnya mulai mendekat.


dugh!!


Ara memajukan keningnya membentur kening Reno.


Arghh shh.. Reno memegang jidat nya yang merah karna ulah Ara,merasa Reno sedang lengah,secepat kilat Ara mendorong,hingga Reno terjungkal di kasur.


Ara turun dari ranjangnya,mencari apapun untuk melindungi dirinya.Dilirik cermin yang tergantung di tembok.


Tangan nya meraih cermin,dan dilemparkan kebawah.PRANG!!!! Reno yang ingin meraih Ara pun berhenti.


"Diam disitu Reno!Jangan menyentuh ku!Jikaa_" nafasnya tersengal.


"jika apa? hah?!" Reno mencoba mendekat perlahan.


Ara kalut,diambilnya pecahan yang cukup besar,tangan nya terangkat pas di depan Reno.menggenggam pecahan itu hingga darah mengalir dari sela-sela jarinya.


Entah keberanian dari mana Ara melakukan itu.


"Lihat!semakin kau mendekat,semakin ku genggam erat pecahan ini"


"Ara stop Ara!!! Ara kau melukai dirimu sendiri sayang"


"Lebih baik aku melukai diri ku sendiri,dari pada kau menyentuh ku!!"


Reno paling tidak bisa melihat darah, kecelakaan membuat dia trauma.


"Ya oke!!! aku akan pergi,tapi stop memperdalam genggaman mu.Oke aku pergi!!"


Reno segera keluar memanggil Ita,Ita berlari mendekatinya.


"urusi Ara,bersihkan luka nya segera.Bila perlu panggil dokter sekarang!!!"


"Nona sakit?"


"Cepat masuk,lihat sendiri"


Ita pun masuk kamar dan mendapati Ara yang terduduk menangis,dengan darah yang mengucur di sela jarinya.


🍀

__ADS_1


🍀


🍀


Mata Ita hampir ke luar sebentar lagi.Benar saja Tuan nya teriak-teriak.Ita langsung berlari mengambil kotak p3k di dapur.


Ara yang terduduk di lantai pun menangis terisak melihat lukanya.


"Nona kenapa bisa seperti ini?"


Ita mulai membersihkan luka Ara,darahnya cukup banyak.Ara masih diam dan menangis.


"Apa ini perbuatan Tuan Reno?" Ara menggeleng. Ita tangan nya sangat cekatan.


"Reno hampir menyentuhku,dan aku coba menakutinya Ita."


Ita termangu mencerna perkataan Ara.


"Nona melakukan ini sendiri?"


Ara mengangguk.


"Ini berbahaya nona!! jangan pernah lagi mengulanginya.Ini sangat dalam,sebentar lagi dokter datang,sebaiknya nona naik ke ranjang! aku akan membersihkan lantai"


Ita menuntun Ara ke atas ranjang,menyelimuti kaki nya dan mengusap pipi Nona nya.Luka tangannya sementara dia perban sampai nanti dokter datang menggantinya.


Ita membersihkan lantai,dan turun kebawah.Untuk membuang pecahan kaca.


"Bagaimana Ara ,Ita?" Reno mendekati Ita.


"Sudah sedikit lebih tenang Tuan"


Merasa Tuannya tidak menyahuti,Ita pun berlalu dari sana.


Mengambil sarapan,susu dan air minum untuk Ara,sambil menunggu dokter.


.


.


.


to be continue_

__ADS_1


__ADS_2