Takdir Cinta Fahira

Takdir Cinta Fahira
Villa Mahesa Abraham


__ADS_3

"Maaf, mencari siapa ya?" Seorang wanita yang belum terlalu tua mendekati She yang sedang duduk di depan garasi rumah orang.


Memakai mini dress berlengan pendek,sepatu sneaker,rambutnya ia gerai,tidak lupa tas selempang.


Sudah lebih dari dua jam She di sana menunggu seseorang keluar.Pintu nya di gembok,tapi harapan She di dalam ada penghuninya.


"Selamat pagi Bu.. kenalkan saya She" She menjabat tangan dengan wanita itu.


"Maaf Bu,beberapa Minggu yang lalu saya pernah menyewa villa ini? teman saya pernah bilang jika mencari nya,disini saja.Apakah orang nya di dalam ya Bu?"


Wanita itu tampak mendengar kan She dan melihat nya dari atas ke bawah,dan dari bawah ke atas.


"Bu??..." She Mencoba menyadarkan wanita itu.


"Ada hubungan apa dengan pemilik villa ini?"


"A-aaku..... aku kekasih nya"


Wanita tua itu tersenyum.


"Pemilik villa ini sudah meninggal berpuluh tahun yang lalu nak,tapi seorang laki-laki sering mengunjungi villa ini dan sering menginap disini.Seperti nya saya pernah melihat anda,tapi lupa"


"Kalau boleh tahu siapa nama pemilik ini Bu?


"Tuan Mahesa Abraham,Beliau adalah pemilik yayasan panti asuhan ternama di Jakarta.Beliau memberikan villa ini pada cucu angkat nya"


"cucu angkat?"


"Ya,cucu angkat.. Allan Nugroho adalah cucu angkat beliau,apa anda kekasih nya Allan?"


She tersenyum mendengar itu,pipi nya sedikit merona.

__ADS_1


"Tapi sayang nona,Allan meninggalkan villa ini kira-kira satu bulan yang lalu.Jika nona ingin masuk kuncinya ada pada saya.Mari ke rumah saya"


Mendengar itu She pun terkejut.Allan juga meninggalkan villa ini setelah dirinya tak berapa lama.


Padahal sebelum itu Allan berpesan untuk mencarinya kembali di sini,dia akan tetap di sini.


"Oh tidak Bu.. saya menginap di hotel.Tak jauh dari sini.Kalau boleh saya bertanya,apa ibu tahu dimana Allan sekarang?"


"Bukan kah kau kekasihnya,harus nya kau lebih tahu"


She menggeleng menundukkan wajahnya.


"Kau ditinggal kan dia begitu saja?"


"Bukan!! Aku yang meninggal kan nya Bu"


"Hadeuh,anak jaman sekarang!!" Wanita tua itu menggerutu.She yang masih di sana dapat mendengar dengan jelas.


Wanita itu menunggu She merogoh tas mencari sesuatu.


"ini nomor ponsel saya,barang kali Allan pulang nanti atau besok.Tolong sampaikan pada nya untuk menghubungi saya.Secepat nya karena saya butuh dia! Saya minta tolong ya Bu,,sebelum nya terimakasih dan maaf sudah mengganggu"


She memberikan selembar kertas bertuliskan nama dan nomor ponselnya.Dua lembar uang berwarna merah di selipkan di sana.Wanita itu pun menerima nya.


Meninggalkan villa itu dengan sedikit kecewa di hati She, ternyata Allan tidak ada.


🍀


🍀


🍀

__ADS_1


Menggamit cangkir berisi kan teh hangat,dan berdiri memunggungi pilar besar.Beberapa jam lalu mengurungkan niat, dirinya yang hendak membuka jendela lantai dua terkejut melihat seseorang duduk di depan pintu gerbang.


Beralaskan koran harian yang seorang kurir melemparkan didepan.


Membalikan diri nya dan melihat punggung perempuan yang sangat dia kenali.


Tidak melihatnya cukup lama membuat bibir nya mengulas senyum.Sadar dengan apa yang terjadi.Allan tidak ingin menemui nya dulu.


Menghubungi Ibu yang sering membantu di villa nya untuk bicara dengan She di depan, berpura-pura untuk menceritakan dirinya yang tidak berada di villa ini.


"Mas Allan,ini loh mbak yang tadi memberikan ini!"


Wanita itu memberikan selembar kertas dari She.


"Pacar mas Allan cantik,mas Allan ganteng kenapa memilih jalan masing-masing to yo mas?"


Allan tersenyum dan menerima kertas itu.Ibu parti yang merasa ucapan nya di abaikan berlalu saja menuju dapur.


"Mas,di hubungin kasihan!! Kalau di lihat muka nya sangat pucat!"


Sampai depan dapur,Bu parti menengok pada Allan dan bicara sedikit keras.


Allan yang mendengar nya hanya tersenyum saja.


"Dari tadi senyam senyum tok i mas Allan!" Wanita itu masih saja menggerutu karena Allan yang tak menjawab sedikit pun.


.


.


.

__ADS_1


to be continue


__ADS_2