
Sejak cek kandungan,Fandi tidak bisa menemukan Ara lagi.Kata pamannya Ara pergi beberapa hari yang lalu.Berpamitan kembali ke kediaman Brahmana.
Nyatanya hari ini Fandi berkunjung ke rumah paman,dengan alasan ingin memberikan masakan Maria khusus untuk Ara.
Paman pun tercengang dengan penuturan Fandi,bahwa ponakan nya tidak pulang ke rumah suaminya.Pria parubaya itu berfikir keponakan nya sudah bisa memaafkan kesalahan suaminya,makanya dia kembali.
"Lalu kemana Ara,Fan?" Paman nya cemas.
"Pulang ke Jawa mungkin tidak paman?" mungkin hanya di sana lah tujuan Ara.
"Coba kau tanya kan ke yoga"
"Paman saja,bisa tidak?"
" kau takut dihajar yoga?" Fandi mengangguk.
Paman Pardi pun mengalah,beliau menghubungi Yoga,jawaban yoga tidak ada.
Ara tidak kemari,dan tidak ada di rumah utama.
Fandi pulang dengan lemas tak bersemangat,tidak bertemu dengan istrinya.Bahkan dia tak tahu dimana Ara sekarang dan lagi, anak-anak nya yang masih di kandungan.
"aku benar-benar merindukan mu Ra".
🍀
🍀
🍀
Satu Minggu sudah Fandi lewati tanpa istrinya, Ara benar-benar tidak menyampaikan dimana dan kabar tentang nya tidak ada yang tahu.
__ADS_1
Dirumah yang kecil,seorang wanita sedang mengepakk pakaian nya kedalam koper.
"Sudah mantap ingin kembali?"
Dia mengangguk ki pertanyaan pria di belakangnya.
"Sudah waktunya,aku rasa hukuman untuk nya cukup sampai di sini,kebohongan nya sudah terungkap".
"Jika tidak seperti ini,kau tidak akan tahu tentang nya bukan?dia tidak seperti yang mereka duga,dan kau sangka Ara"
Ara hanya tersenyum."kau benar Lan,terimakasih untuk tumpangan nya dan usaha menyembunyikan ku"
Siapa yang tau jika selama ini Allan yang menyembunyikan Ara.Segala tindak tanduk Fandi bahkan Ara mengetahui nya semua.
Beberapa waktu lalu Ara bertemu dengan Ayu Mahesa,dia bahkan menceritakan semua hubungan nya dahulu.tapi Ayu tidak bisa mendapatkan Fandi lagi karna dia memang benar-benar mencintai Ara.
Segala tipu daya Ayu memang hanya rekayasa untuk memisahkan mereka.
Aku iri dengan mu Ra,setelah Reno kau bahkan bisa mendapatkan Fandi.Kedua nya orang yang aku inginkan.
"aku antar ya Ra?" Allan menawarkan diri,hari sudah sore,dia sengaja meninggalkan bos nya hanya untuk menengok Ara.
"Boleh,kau sekalian minta maaf pada bos mu itu Lan"
Allan terbahak "ahh iya benar".
.
.
Semangat Fandi hilang,sampai kapan Ara tidak pulang.Sudah berusaha untuk mencari tapi hasilnya nihil.Allan bahkan angkat tangan.Ingin mengadu kepada Opa bukan ide yang bagus.
__ADS_1
Fandi berjalan gontai keluar dari ruangan nya,dasinya ia longgarkan.Lengan kemejanya di lipat hingga siku.
Penampilannya seperti karyawan yang baru di PHK,jas yang ada di genggaman.Menuju area parkir mobil,dan melajukan nya.
Tidak bersemangat pulang,seperti tidak ada kehidupan lagi di rumah itu,separuh nyawanya pergi.Dia sadar itu adalah kesalahan nya,tidak jujur dari awal pada Ara.
Memasuki gerbang rumah,Fandi merasa heran ada mobil Allan terparkir di sana.
ngapain si Allan sore-sore datang kemari.Ada keperluan apa dia?
Fandi segera memarkirkan mobil nya,turun dan melangkah masuk ke dalam rumah.
Allan yang sedang duduk dengan Maria menunduk kan kepala saat Fandi masuk.
"Ada apa Lan?kenapa sore-sore kemari?"
Allan hanya terdiam dan tersenyum tipis.
"Tenang Fan,Allan membawa apa yang kau inginkan" Maria tersenyum penuh tanya.
Mata Fandi memicing,memikirkan apa maksut mamahnya.
"Dia menunggu mu di kamar" Maria menunjuk dengan dagunya.
"Ma-Maksut mamah,maksut nya Ara mah?"
"Hem... lihat saja sendiri!" Maria mengedikan bahu nya.
.
.
__ADS_1
.
to be continue_