Takdir Cinta Fahira

Takdir Cinta Fahira
Takdir


__ADS_3

Siang hari Hafi sudah berada di rumah bersama saudara kembar nya.


"Hafi,kenapa setelah kau di rawat di rumah sakit mainan mu jadi bertambah banyak?Apa rumah sakit juga menjual mainan Pah?"


Riza menoleh Fandi papah nya.


Seiring jalannya waktu,Fandi menjadi lebih bijaksana dalam menanggapi segala hal.Terlebih kedua anaknya semakin besar,jiwa ingin tahu mereka semakin tinggi.


Menjadi orang tua bukan lah mudah,Fandi selalu ingat ucapan Papah nya "Jadilah orang bijaksana,maka kau akan baik kepada siapapun.Tapi jika kau jadi orang baik,belum tentu juga kau bijaksana".


"Rumah sakit tidak menjual mainan Riza,Hafi diberi hadiah mainan oleh Onty-onty di kantor Papah waktu mereka menjenguk nya kemarin"


"Oh,jadi kalau aku juga sakit,aku di beri mainan kan Pah?"


"Bukan begitu Za,mereka memberi Hafi mainan agar Hafi semangat sembuh.Lihat!Mainan itu tidak hanya satu,mainan itu masing-masing dua dan hanya berbeda warna.Mereka juga memberikan nya untuk mu yang sehat"


Akhirnya Ara membantu menjawab pertanyaan anaknya yang sangat kritis dalam bertanya.


Mereka di sana tersenyum karena tingkah Riza dan Hafi.Kedua nya sangat pintar dan cerdas.


Maria,Fandi,Ara,She dan juga Allan.Bayangkan bagaimana kaku nya She dan Allan saat ini.Mereka terlibat perang dingin.


Hanya lirikan mata saja yang sedari tadi keduanya berikan.She yang sangat acuh,dan Allan yang terus curi pandang. Ara menyadari akan hal itu,tapi dia pura-pura tidak tahu saja lebih aman.


"She,keluarga Yugo jadi kesini kapan?"


Sebelum nya Fandi sudah mengetahui dari Yugo,bahwa dirinya akan ke rumah untuk melamar She,setelah Hafi pulang dari rumah sakit.


"Mungkin dua hari lagi,Yugo sedang di Bogor hari ini.Menjemput Mamah nya yang datang dari Yogyakarta"


"Apa Kakek Atmodjo ikut?"


"Kakek tidak ikut, kesehatan nya sedang tidak baik"


Fandi mengangguk paham.Menjadi pelindung Mamahnya dan Adik perempuan sejak menamatkan sekolah.Beban nya berat hanya saja Mamah dan She tidak pernah membuat nya susah.Mandiri masing-masing adalah jalan mereka.


Allan yang mendengar langsung obrolan itu merasa sesak dadanya,nafas nya mendadak berat.Sesekali melirik She dengan ekor matanya,tapi yang dilirik sama sekali tak menyahut nya.


🍀

__ADS_1


🍀


🍀


Bercak hitam di leher She sementara aman tertutup foundation,Riza pun juga merahasiakan itu.Sesuai dengan perintah Onty nya.Bukan lupa, anak kecil itu bahkan sangat mengingat nya.


Terlebih lagi itu hal pertama yang dia ketahui,selama ini Ara tidak pernah mengijinkan Fandi untuk membuat yang seperti itu di area yang mudah di lihat,karna pasti dua anaknya akan bertanya dan panjang.


"Riza,Hafi kalian nanti kalau besar jadi polisi saja yaa?!"


She mulai iseng dengan kedua ponakannya,menggelitik dan terus mencium mi mereka.


"Stop Onty,aku geli!" tawanya terbahak.


"Onty merindukan kalian,dari kemarin hanya bermain dengan Riza.Kau tahu kan Hafi,kembaran mu itu sedikit dingin,tidak seseru kamu!"


Hafi pun tertawa mendengar ucapan Onty nya.Riza yang tahu dirinya sedang menjadi bahan pembicaraan hanya melirik Onty dan kembaran nya.


"Hafi,Onty She punggung nya terkena serangan serangga,apa robot Spiderman mu bisa menolong nya?Bukan kah mereka sama-sama serangga?"


Hafi yang mendengar kembarannya berbicara itu tertawa,dan di susul dengan Riza pun tertawa.Mereka tau jika robot tidak bisa menyembuhkan.


She yang mendengar diri nya jadi bahan Bullyan keponakan nya pun ikut tertawa.


Kebetulan Maria sedang istirahat,Fandi sedang menemani Ara membeli sesuatu di minimarket.


"Kira-kira anak kita nanti dua atau tiga? aku pengin ada ceweknya!"


Suara sumbang yang sangat She kenal itu tiba-tiba berbisik di telinga nya.Dia pun melirik melalui ekor mata nya.


"Tidak usah ke PD'an.Kau itu manusia jahat yang pernah aku kenal!" suara She lirih namun penuh penekanan di tiap kata.Dia tidak mau dua ponakan nya mendengar kan obrolan nya dengan Allan.


Allan tersenyum di sudut bibir nya.


"Siapkan dirimu dua bulan kedepan,terutama kekasihmu itu,pastikan jantung nya sehat untuk bisa menerima kenyataan!"


"Allan!!!" She berteriak.


Riza dan Hafi yang sedang asik bermain pun seketika menoleh melihat dirinya, mereka kaget dengan suara tinggi She.

__ADS_1


"Onty??!"


Keduanya sama-sama memanggil She.


She dan Allan menatap kedua nya.


"Oh maaf sayang,kalian kaget ya.Tunggu di sini sebentar ya,jangan kemana-mana,nanti Onty panggilkan mbak Siti untuk menemani.Onty akan kebelakang sebentar"


Riza dan Hafi pun mengangguk,setelah memanggil Siti,dia menarik tangan Allan menuju halaman belakang,di sana sepi,tak ada orang satu pun.Jauh juga dari jangkauan orang rumah.


"Dengar kan aku,aku tidak akan pernah menikah dengan mu,apapun yang terjadi!Aku kira selama ini kau orang baik.Tapi ternyata kau orang gila!"


Allan mendorong tubuh She ke tembok pembatas ruangan "Aku mencintai mu She,bukan kah kau dari dulu menginginkan ku?!"


"Itu dulu,tidak dengan sek_"


"Bohong!"


She mengerutkan kening nya.


"Jika benih ku berkembang di sini, aku tidak akan pernah memberikan mu pada Yugo.Ingat itu She!"


Allan berbalik, tiba-tiba langkahnya terhenti kala terdengar ucapan She.


"Jika berkembang,akan ku gugurkan.Aku tidak mau!"


Allan menatap tajam She.


"Coba saja,jika kau bisa!" lalu langkah nya pergi meninggalkan She.


She hanya menelan ludah nya kasar.Bagaimana mungkin dia berani menggugurkan nya,sedangkan dia tahu agama, keluarga nya sangat mengerti Agama.


Ya Tuhan,jika takdir ku tidak bersamanya.Maka jangan ada yang berkembang di dalam sana.


Tak terasa butiran air menetes dari mata she.tangan nya terlipat di depan dan menekan perut nya kencang.


.


.

__ADS_1


.


to be continue


__ADS_2