Takdir Cinta Fahira

Takdir Cinta Fahira
Hayalan Perawat


__ADS_3

Lagi-lagi harus merasakan patah hati.Kalah sebelum bertempur lebih tepatnya.She tidak menyangka Allan yang sama kaku nya dengan Kakak kandungnya sendiri ternyata bisa mengejar perempuan.


Assisten pribadi kakak ipar nya sendiri.Wajar saja mereka terlalu sering bertemu hingga menumbuhkan cinta.


the real Witing tresno jalaran Soko pekerjaan


She menghembuskan nafas kasar,tangan na sudah menekan pelan dada nya yang sedikit sesak.Bibir nya menyungging sebelah,dia tersenyum meremehkan jalan cerita cinta nya sendiri.


Bukan Soko kulino ini mah,Kak Allan dikantor Jelita di rumah.Apalagi yang sering menemukan mereka jika bukan momen seperti ini.Ketika kak Ara dengan Kak Fandi,pasti mereka juga sering ngobrol.


She menghela nafasnya lagi.Berkali-kali menjalani cinta tetap juga kalah sama yang selalu ada.


Emang dasar nasib ku begini!


Dari tadi terus menggerutu di kursi yang ada di sebelah kiri brangkar Ara,lebih tepat nya di sebelah jendela.


Fandi sudah tertidur di sebelah Ara menaiki ranjang yang tak seberapa besar nya.Memiringkan tubuhnya dan memeluk Ara adalah salah satu cara agar brangkar nya muat.


Opa,Petra dan Maria sudah naik ke atas,di lantai lima ada penginapan khusus untuk pemegang saham.Atau tamu dari luar kota,bisa saja para mahasiswa yang praktek kerja lapangan.Rumah sakit itu memfasilitasi semua untuk itu.


Mata She sakit jika harus menengok ke belakang.Dua insan yang sedang duduk,bersenda gurau dan cuek seperti tak melihat dan menganggap adanya She di sana.


siall!! kenapa malah aku tak bisa tidur??


Ekor matanya melirik ke sofa belakang.

__ADS_1


Ternyata Allan berbahaya sekali,tidak tahu malu, benar-benar agresif!


Ara mengedikan bahunya,dia bergidik ngeri melihat Allan yang merangsek di ceruk leher Jelita dan mengendus nya.Tangan nya bahkan melingkar ketat di pinggang Jelita.


Tapi pasti Allan sangat mencintainya.Wajar lah dia begitu,namanya juga lagi jatuh cinta.


Wajah She murung lagi,menghela nafasnya lagi.Akhirnya She keluar dari ruangan itu dan menyusul mamahnya yang sudah tidur mungkin.


🍀


🍀


🍀


Matahari sudah tinggi, Ara yang memang sudah bangun sedari tadi,sudah turun dari kasur nya untuk menggendong bayi nya yang tadi sempat nangis.


Rombongan dokter dan perawat masuk untuk mengontrol.


"Wah...,pasien nya sudah ganti ternyata" dokter melirik ke sofa dan brangkar.


Senyum para perawat dan Ara merekah mendengar celotehan itu.


Beberapa hal dilakukan oleh dokter untuk mengecek dan melihat perkembangan baby twins.Ara sudah di nyatakan bisa pulang siang ini juga,karena keadaan nya baik dan sehat,begitu juga dengan ke dua buah hatinya.


Mereka pun meninggal kan ruangan Ara.

__ADS_1


"Kalau pasien di sini seperti keluarga Brahmana semua,gajian sebulan ku bisa buat jalan-jalan ke Bali"


"Kalau aku gak deh,aku beliin Logam Mulia biar bisa buat invest!"


Mereka menyusuri koridor rumah sakit,mengobrol sambil berangan-angan.


"Hush!!! pagi-pagi sudah gibah dan menghayal!!" Dokter pun menegur ke dua perawat nya yang sedari tadi mengikuti.


"UPS!!! maaf Bu" Kedua nya menutup mulut dan membungkuk kan sebagian badannya.


Bagaimana tidak senang,selain mendapat bonus yang tiap hari di bagikan oleh pengawal Opa.Mereka juga di berikan tips karena sudah merawat keluarga nya dengan ramah,baik dan benar.


Itu baru sebagian dari perawat,belum lagi dokter yang menangani adalah dokter terbaik dan ahli di bidangnya.


Matahari pun semakin beranjak tinggi,She menuruni bangunan dengan lift.Ternyata benar menjauh dari orang yang membuat hati nya berdenyut nyeri bisa mengarungi mimpi lebih cepat.


Langkah panjang nya langsung menuju ruangan Ara.


Ceklek!!...


Ayssssh!!!! ya Tuhan kenapa mereka masih ada di sini?!


.


.

__ADS_1


.


to be continue


__ADS_2