Takdir Cinta Fahira

Takdir Cinta Fahira
Pergi


__ADS_3

Menjadi kejutan untuk kedua nya.Allan yang berfikiran keluarga She akan marah besar ternyata tidak.


Yugo yang tetap berencana melangsungkan pernikahan,ternyata rencana itu untuk She dan Allan.


Segala yang di rencana tetap berjalan meski peran utama nya berganti. Mereka tidak tahu takdir akan membawa nya kemana.


She yang beberapa jam lalu di dalam kamar mendengar dirinya akan menikah dengan Allan,bukan dengan Yugo rasanya sangat senang dan bahagia,perjuangan nya tidak sia-sia. Namun rasa yang lain untuk Yugo,rasa bersalah.


"Maafkan aku Yugo,Maafkan aku yang tidak bisa menepati janji ku pada mu. Maaf dan terimakasih"


Tubuh kecil She masih berada di pelukan Yugo, perempuan itu menangis di pundak Yugo. Saling merengkuh dengan erat.


Semua mata melihat nya dengan haru,Yugo yang sangat rendah hati untuk melepas She,wanita yang dia cintai.


"Janji mu boleh aku ganti?"


Kedua nya mengurai pelukan. Yugo mengusap air mata She di pipi.


"Apa?"


"Janji lah kepada ku,kau akan bahagia bersamanya!"


She tersenyum dan mengangguk.


" Ya,aku berjanji. Terimakasih Go?"


Kedua nya kembali saling memeluk.


.


.


Ijab kobul sudah di langsungkan,She sudah menjadi istri sah Allan,sah Dimata agama dan hukum.


Bukan hal yang lazim memang,tapi apa boleh buat. Para undangan pun dibuat terkejut dengan itu,untungnya mayoritas adalah rekan kerja bisnis Opa Brahmana dan Fandi.Hingga mereka mengenal Allan.


" Araaa,raaa!!..."


Seruan seseorang memanggil nona muda keluarga Brahmana,tapi Ara tidak bergeming.


"Mah,ada yang manggil mamah!"


Tangan nya di bawah sana digerakkan oleh Hafi. Terlalu ramai dan music yang cukup keras hingga Ara tak mendengar nya.


" kenapa nak?"


" ada yang memanggil mamah " Jarinya menunjuk seorang gadis.


Ara melihat ke arah telunjuk Hafi. Wajahnya berubah senang.


"Saly !"


" Ara..."

__ADS_1


Saly melambaikan tangan, sedikit berlari dan memeluk Ara.


"Ahh,perut nya sudah besar. Ya ampun aku beberapa tahun tidak bertemu dengan mu.Bumil makin cantik!"


Ara terkekeh mendengar penuturan sahabat pada masa bekerja di Brahmana Group. Sahabat segalanya dari daftar hingga Saly menjadi manager kepala cabang.


Dipindah tugaskan di luar kota membuat diri nya tidak pernah bertemu dengan Ara.


"Sendirian kau?"


"Seperti yang kau liat!" Perempuan itu memutar tubuhnya.


"Calonnya mana?"


Saly tertawa terbahak "Calonku pengin nya dia, tapi tidak mungkin sekali bukan?".


"Aku tidak seberuntung kamu Ra,dari kepala produksi menjadi pewaris perusahaan! Ceritain dong,kalau gak minimal kasih tahu lah minta tolong ke dukun siapa gitu!"


Mereka tertawa terbahak. Tanpa mereka tahu dua bocil yang tak jauh dari nya memperhatikan sedari tadi tanpa Ara mengenal kan pada Saly.


Saly melirik ke Riza yang wajahnya sedikit tegas dan garang dengan sorot matanya.


" Hai Ganteng,siapa nama mu?" Sebenarnya Saly hanyalah basa basi menanyakan nama,karena dia sudah tahu itu dari Ara yang sering berkirim pesan.


Saly berjongkok men sejajar kan tingginya dengan twins.


"Hafi Onty,dan Ini kakak ku,saudara kembar ku namanya Riza" Hafi menjawab nya karena Riza hanya menatap intens Saly.


Keduanya menjabat tangan dan mencium punggung tangan Saly.


Saly yang diperlakukan seperti itu pun terkejut.


"Kau mengajarkan itu kepadanya?" Saly berdiri dan berbisik kepada Ara. Ara pun mengangguk.


"ahh pintar sekali keponakan Onty"


"Ra,yang satu kamu yang satu bos"


Tanpa menjelaskan Ara tau maksut sahabatnya. Hafi adalah Ara yang pintar bergaul dan ramah sedangkan Riza adalah Fandi, yang kaku dan terkenal berwajah tegang.


🍀


🍀


🍀


Hingga menjelang tengah malam para tamu sudah mulai sepi. Entah terbuat dari apa hati Yugo, yang bahkan menunggui She dan Allan disana hingga selarut ini.


Merasa dirinya sudah mengantuk.Dan ingin berpamitan.Yugo pun mendekati kedua pengantin.


Allan dan Yugo sedang berpelukan antar lelaki,dia berbisik kepada Allan.


"Jangan lupa, setelah She melahirkan di akad lagi Lan! kau tahu maksud ku kan?"

__ADS_1


Allan yang mendengar itu mengangguk.Dia sangat paham dengan itu.


"Terimakasih dan maaf Go!"


Yugo tersenyum "Jangan dipikirkan,sudah menjadi garis takdir kami seperti ini, termasuk kau. Aku pamit.. mungkin aku akan kembali ke Indonesia lagi cukup lama,aku harap nanti kalian akan menjadi empat atau lima" She pun tertawa melihat Yugo dan Allan yang saling Sendai gurau.


.


.


Tak lama mereka sudah memasuki kamar masing-masing.


"Mamah,kenapa bukan Om Yugo yang bersama Onty?"


Mereka ber empat tidur di satu ranjang,kali ini Riza lah yang berada di pelukan Ara.Karena dia yang tidurnya tenang,lain dengan Hafi.


Mendengar pertanyaan Hafi,Ara dan Fandi saling menatap untuk memberikan jawaban yang singkat dan mudah di mengerti. Tapi Fandi hanya mengedikan bahu.


Ara menghembuskan nafas dengan pelan.


"Karena Om Yugo akan pergi,jadi di gantikan Om Allan"


"Oohh,Jadi kalau nanti Hafi pergi di gantikan oleh Riza?"


Mendengar itu Ara mengerutkan keningnya


"Hafi mau kemana memang?"


"Hafi pengin sekolah di luar negri besok mah. Iya kan Za? Kalau kau tidak mau karena kau menjaga mamah dan papah di sini"


Mereka tersenyum mendengar nya.


"Tidur Fi! aku terganggu dengan suara mu yang jelek itu!"


Merasa obrolan Hafi garing,Riza pun menegur.


"Sudah besok lagi ya?! sekarang tidur.Dan jangan lupa Riza memimpin doa!"


Setelah Riza memimpin doa mereka mencoba memejamkan mata,mengarungi mimpi.


.


.


.


to be continue


Maaf telat update,lagi gk enak body.. Perubahan musim mungkin. Juga ada banyak kesibukan di dunia real..


Tapi aku janji ngebut,doain aja sampe end ya..


Terima kasih untuk dukungan dan like kalian semua 😘

__ADS_1


__ADS_2