Takdir Cinta Fahira

Takdir Cinta Fahira
Takut pesawat


__ADS_3

"Mah.. besok kita akan kembali ke ibu kota"


Suara dari tangga mengagetkan mereka bertiga.Fandi berjalan menuruni tangga.Tak luput dari tatapan istri,Maria,dan adik tercinta nya.


"She!!,singkirkan tangan mu dari sana!!" Fandi melihat tangan She yang melingkar di pinggang Ara.


Bukannya menyingkir, Ara malah menahan dan mengeratkan pelukan itu. Sontak saja She tersenyum penuh kemenangan.


"Ahysss,kaliann__" tidak bisa berbuat apapun jika sudah begini.


Fandi menjatuhkan berat badannya di sofa single,tangan nya memegang remote sembari mengganti ganti chanel televisi.


"Kenapa kembali secepat itu fan?" Maria menelisik ada yang tidak beres dengan anak laki-laki nya.


Sulit memang menyembunyikan sesuatu dari mamah nya.


"opa akan berkunjung besok mah,ada yang ingin dibicarakan.Penting.Aku sudah mencoba nya untuk berbicara di telefon saja,tapi beliau tidak mau"


"tentang apa?" Fandi melirik Ara yang sedang bersenda gurau dengan She.Lirikan itu tidak luput dari penglihatan Maria.


"Katakan Fan!!" sedikit memaksa.


"Tidak mah!!ada sesuatu yang harus aku jaga"


Maria kembali menegakan badannya,dia tahu kemana arah pembicaraan itu.


Raganya ada di sana tapi fikiran Fandi entah kemana,segala kemungkinan terjadi esok hari.


"Padahal mamah,masih ingin bersama Ara"


"Aku juga,masih sama-sama mbak Ara"


"Tidak bisa!!Tiket pesawat sudah di pesan dan di beli oleh assiten ku".

__ADS_1


Mendengar ucapan Fandi,seketika tubuh Ara terpaku. pesawat?.Tidak bisa membayangkan hal yang dia benci akan dia lakukan.


"A-aku menyusul saja boleh tidak?" ketiga nya menoleh bersamaan ke Ara.


"Bagaimana bisa menyusul?" Maria yang begitu terkejut oleh perkataan Ara.Ia takut ada sesuatu di pernikahan anaknya itu.


"I-iyaa,aku menyusul ya?" matanya terlihat memohon kepada Fandi.


"Tidak!!!! berangkat bersama besok" Fandi menolak mentah-mentah permintaan Ara.


Wajah Ara seketika masam,matanya berkaca-kaca.


"Kenapa mbak?"


"aku mabuk udara She" mendengar itu,seketika Maria menutup bibir menahan senyumnya.


"Jika pakai transportasi darat,tidak cukup waktunya Ra" Fandi mencoba menjelaskan.


"Nanti kita cari cara agar kau tidak mabuk"


"pliz,aku menyusul saja ya?!"


"Kalau kau menyusul, bisa-bisa yang ada kau bukannya ke tujuan mu yaitu aku,tapi malah kabur melarikan diri".


Bugh!!! Tangan Maria mendarat di lengan Fandi.Matanya membola dengan sempurna.


"Aww! sakit mah.Kenapa memukul ku? mamah tidak percaya jika Ara bisa melakukan itu? Tanyakan sendiri pada dirinya,ketika kita akan datang melamar nya" Ara meras sedang di kuliti.


"Berapa kali dia akan kabur dari ku mah,Jika aku tidak di bantu oleh mas yoga,untuk menjaganya.Mungkin dia sudah lari" Fandi membuang pandangan nya ke arah televisi.


Apa harus seperti itu di ceritakan ke mamah,dasar!!! Ara menggerutu dalam hati.


"Sudah jangan di ambil hati omongan dia Ra" Ara mengangguk.

__ADS_1


Ara paling tidak suka,Fandi sering mengadu dan mencari kebenaran seperti ini.


🍀


🍀


🍀


Fandi memasuki rumahnya.Berpamitan untuk menemui seseorang di luar sana,hingga sore hari dia baru terlihat.


Menaiki tangga dengan cepat,membuka pintu,memasuki kamar namun tak ada seorang pun di sana.Dikamar mandi pun sama kosong.


Mobil di depan juga tak ada satu pun yang terlihat keluar rumah,semua masih berbaris di depan.


Mata nya tertuju pada setiap sudut ruangan.Tetap saja tidak ada aktivitas di sana.Sepi .


Fandi meraih ponselnya di saku,dia berusaha menelfon Ara.. terdengar suara nada dering dari arah kamar atas.


Benar saja Ara tertidur di kamar She,adik nya memboikot Ara.Fandi masuk menghampiri kasur,berdiri di sisi Ara.Tangan nya terulur di atas kepala She.


pletak! Tidak terlalu keras,tapi bisa membuat She bergerak pindah posisi.


Dasar membuat aku cemas saja!


Kemudian Fandi mengangkat tubuh Ara, menggendong nya ala bridal style membawa nya untuk pindah ke kamar pribadi.


"Heh!! mau di apakan itu menantu mamah?"


Maria yang datang dari pintu belakang,sontak mendongak melihat Fandi yang menggendong Ara.


Kakinya berlari cepat menaiki tangga ke arah anaknya.


"Husttt!!! Ara tidur di kamar she,ini mau aku pindahkan mah" suaranya berbisik sangat lirih nyaris tak terdengar.

__ADS_1


Maria yang mengerti maksud Fandi mengibaskan tangan,untuk Fandi segera membawa Ara ke kamarnya.


_to be continue_


__ADS_2