
Hingga sampai depan blok Allan sadar ini seperti jebakan,mereka meninggal kan Ara sendiri di dalam.Langkah Allan segera berhenti dan berbalik.
"Fan, Ara dia sendiri di dalam.Kembalilah biar aku yang mengejar!"
Fandi yang baru sadar juga,segera berbalik berlari ke unit apartemen miliknya,langkah nya lebar.
"Sa_ ahh!!! Lepaskan tangan ku!!.sayang tol__" Tubuhnya terkulai lemas, seseorang menempelkan sapu tangan di hidungnya. Ara di gotong di bahu pria bertopeng.
"Hai!!! kau apakan istriku!!!"
Pria itu meletakan Ara dengan kasar ke lantai, hingga terdengar suara benturan kepalanya.
"Brengsek!!!" Fandi menerjang pria itu,pukulan demi pukulan dia berikan,namun sayang lawannya sangat jago bela diri mungkin.
Topengnya tidak berhasil Fandi buka,dan pria itu berhasil meloloskan diri.Ac di ruang tamu segera Fandi nyalakan untuk menghilang kan asap.
Ara dia bawa ke sofa,dan bersandar pada lengannya.Mencoba menepuk pipinya,tapi Ara tak sadar juga.Tak lama Allan datang kembali,melihat pemandangan yang tidak enak.
Ara pingsan,keningnya lebam membiru karna benturan.
"Lan tolong ambilkan air hangat!" Allan pun segera ke dapur mengambil air hangat.
"Coba Carikan kayu putih atau apa di kotak p3k di sebelah toilet bawah" Sudah dia cari,ternyata di sana yang tersisa hanya anti septik.
"Lan bagaimana ini,Ara tak sadarkan diri.Bagaimana caranya,pakai apa.Ayolah berfikir" Fandi panik sepaniknya,Istrinya tak juga sadar.
__ADS_1
"Kita ke dokter saja Fan, ayo cepatlah"
Fandi pun menuruti Allan.mobil Allan melaju dengan kecepatan sedang.
"ayo cepat sedikit Lan,aku takut berpengaruh pada anak-anak ku di dalam sana!" Allan menambah kecepatan.
Akhirnya setelah Ara di tangani dokter jaga di rumah sakit itu dia sadar terbangun,lebamnya sudah sedikit menghilang.
Ara melihat pergelangan tangan nya sendiri,dia seperti tidak asing dengan pria yang memaksa menarik tangannya tadi.Namun semakin Ara mengingat semakin dia lupa.
"Kita pulang Ra" Ara mengangguk.Segala pengecekan Ara dinyatakan baik saja,tidak berpengaruh pada kandungan nya sama sekali.
"Aku ingin makan Sup kambing sayang" Ngidam yang tiba-tiba itu mengejutkan Fandi dan Allan sekaligus.
Sejatinya Fandi dan Allan sedang berfikir siapa di balik jebakan di unit apartemen nya tadi.
🍀
🍀
🍀
Setelah makan di rumah makan yang sudah di pastikan menu nya daging semua,walau harus menempuh perjalanan satu jam. Mereka kini melaju memecahkan keheningan malam.
Pulang adalah tujuannya.Fandi sudah berdiskusi dengan Allan untuk memasang cctv di beberapa bagian apartemen nya.
__ADS_1
Kemungkinan memang Ara lah tujuan mereka,semakin bingung Fandi di buat nya.
Selesai makan, mereka melanjutkan perjalanan pulang.Terlihat Ara yang sudah mengantuk.
"Sayang,tidurr nanti aku bangunkan jika sudah sampai" Ara mengangguk mematuhi suaminya.
.
.
Seseorang di ruang yang gelap melemparkan sarung tangan dan topeng yang dia pake.Misinya gagal padahal sedikit lagi.
Dia merasa bersalah meletakkan Ara di bawah dan kepala nya terbentur,tapi jika tidak begitu diri nya akan ketangkap basah sebelum menikmati hasil.
Bagi nya hari ini gagal masih ada hari yang lain,,
"Aku sangat merindukanmu Ara".
Benar saja pria bertopeng itu merindukan Ara,di raih foto Ara di dalam dompet nya.Foto yang usang namun masih terjaga dengan rapih.Foto di mana Ara memakai seragam putih abu-abu nya.
.
.
_to be continue_
__ADS_1