Takdir Cinta Fahira

Takdir Cinta Fahira
Amarah Fandi


__ADS_3

Langit di luar sangat mendung,suara gemuruh mulai terdengar di atas sana.Ara bersandar di kursi goyang milik Opa sembari menunggu Jelita bersiap.


Matanya memandang halaman samping,dan kolam ikan.Tangan nya selalu berada di perut buncitnya,mengelus lembut kedua anaknya.


Jam masih menunjukan pukul tujuh pagi.Para pembantu sudah mulai menyiapkan sarapan di meja.


Fandi menuruni tangga,sadar di meja makan sepi.Dia menyelusuri setiap sudut rumah,karena sedari tadi telinga nya tidak mendengar suara mobil,melainkan suara gemuruh langit yang sebentar lagi akan turun hujan.


Dimana Ara?


Sebelum Fandi melihat nya,Ara sudah dulu.Wajah nya segera menunduk berpura-pura tidak melihat.


"Hai selamat pagi,sedang apa kalian??tumben sekali tidak mengucapkan ke mamah?"


Berbicara pada bayi yang di perut adalah salah satu trik Ara untuk menghindari pandangan Fandi.Benar saja tiba-tiba suaminya berjongkok di depan nya,dan ikut mengusap perut istrinya.


"Selamat pagi anak-anak papah"


Kecupan yang cukup lama mendarat di perut Ara,lalu mendongak dan mengecup bibir empunya perut.


Ara hanya mengerjap kan matanya.


Mereka saling memandang,Fandi tersenyum meski hatinya merasa bersalah.Sadar perkataan Ara beberapa jam lalu adalah Ara yang kecewa, perkataan nya ketus,hanya sepatah dua patah kata saja.


"Sarapan yuk,!" Fandi meraih tangan Ara,tapi istrinya sudah dulu menghindar,membenarkan ikat rambutnya.


Beranjak dari kursi itu, Ara menghampiri Jelita yang sudah di meja makan bersama Maria.


"Selamat pagi mah" Ara tersenyum mencium pipi mamah nya.


"Ita tolong kursi ku!" Padahal biasanya Fandi yang melonggarkan kursi nya untuk Ara tapi kali ini dia meminta tolong Jelita,tanpa menunggu Fandi yang berjalan di belakang nya.


Menyadari ada yang beda Ita pun patuh saja.Fandi langsung duduk di kursinya.Suaminya sadar istrinya sedang berantakan mood nya gara-gara telfon darinya di acuhkan.

__ADS_1


Di meja sudah terhidang nasi goreng,telor mata sapi,beberapa roti tawar dan selai,terakhir mix buah yang sudah di beri mayonaise.


Hoekk..hoekk.. Tiba-tiba Ara mual ketika melihat mix buah mayonaise.


"Nona, tidak apa?"


"Sayang" Fandi menyentuh bahu Ara.


"Aku tidak suka bau itu" jari nya menunjuk mix buah.


"Tapi itu kesukaan mu sayang" Fandi mencoba meluluhkan Ara.


"Jelita,minta tolong mba mengambil mix buah ini" Maria mengerti,dan memberikan perintah pada Ita.


"Dibuang saja mayonaise nya,aku tidak suka... Hoek!" Ara beranjak berjalan cepat ke toilet.Fandi pun menyusul ke toilet,memijit tengkuk dan memegang rambut Ara.


"Sudah?" Ara mengangguk,Fandi menyalakan kran wastafel,mata nya memicing cairan yang Ara keluarkan.


Susu??dia benar hanya minum susu dari kemaren??


"Kenapa Ra,pusing?" tanya Maria,di angguki Ara.


"Jelita!!!" Tiba-tiba suara Fandi melengking,memanggil asisten Ara.


Semua yang ada di sana sontak kaget mendengar teriakan Fandi.Termasuk Ara.Jelita pun mendekat dari arah dapur.


"Kau bersama istriku terus kan kemarin?apa saja yang dia makan?!"


"Fan,pelankan suara mu.Ini masih pagi!" Maria yang tahu situasi tidak baik.Mencoba mengendalikan emosi anaknya.


🍀


🍀

__ADS_1


🍀


Jelita berada di posisi yang serba salah,benar memang dia seharian bersama nona nya.Dia juga tahu nona nya hanya meminum segelas susu di malam hari saja.


"Jawab Jelita!!!" Fandi menekan kan pertanyaan.


Jelita yang kaget dengan suara tuan nya,hanya menunduk dan memejamkan matanya.


"Apasih mas,kenapa bicara seperti itu dengan Jelita?Aku makan banyak dari kemarin." tahu asisten nya bingung Ara mencoba membelanya.


"Aku tidak tuli Ara,aku mendengar kalian bicara di pintu pagi tadi.Kau bahkan hanya meminum susu mu dari kemarin siang!Dimana pikiran mu?Ada dua kehidupan yang harus kau jaga.Tadi kau memuntahkan semua susu itu,lalu anak ku makan apa?kau menyiksa mereka!!!_"


"Kau bohong Ara!"


Ara terpaku melihat suaminya berbicara lantang dan keras di depannya.Bukan seperti Fandi yang dia kenal,Fandi yang lembut ketika menegurnya,dan tidak mungkin di muka umum seperti suaminya dulu Reno.


Ara hanya memandang Fandi tanpa berucap,bokong nya dia dudukan lagi di kursi tanpa menjawab perkataan suaminya.Fandi diam,sorot matanya terus melihat Ara.


Maria menenangkan Fandi,dan kembali untuk duduk.


"Mbaa.... tolong buatkan aku susu dan potongan buah pir saja" suaranya lembut.Suaminya masih memandangi.


"Baik nona" Pembantu nya pun segera ke dapur.


"Jelita,duduk lagi!selesaikan sarapan mu" Jelita pun duduk.


Acara sarapan itu mendadak menjadi tegang.Fandi dan Ara masih sama-sama terdiam.


.


.


.

__ADS_1


to be continue


__ADS_2