
Waktu yang sama di tempat berbeda.Kediaman Feryaldi tampak tenang seperti biasa.Hanya beberapa kotak penyimpanan makanan sudah tersedia di atas meja dapur.
Seluruh penghuni bahkan masih menikmati tidur siang yang ke sorean,tampak Yoga yang sedang menghabiskan satu batang rokok dan ditemani secangkir kopi.Beberapa saat lalu dia menghampiri Ara,dan mengusap pipi nya.
Sebenarnya sedikit menyesal sudah menampar dua kali,tapi Yoga terlalu kecewa dengan Ara,merasa diri nya tidak bisa menjaga adiknya,hingga lepas kontrol.
Berharap apa yang dikatakan Fandi benar,dia akan datang dan meminang adiknya.
Ara masih tertidur pulas di kamar nya,AC yang menyala,tidak kalah suara dari televisi yang mempertonton kan acara gosip para artis pun tidak dia matikan.Hanya tidur lah yang bisa dia lakukan untuk melupakan sejenak perkataan Fandi.
Terlihat sangat serius memang,tapi dia mengacuhkan nya.Cinta?yang benar saja dia mencintaiku,sejak kapan?Semoga rentetan kejadian kemarin hanyalah mimpi belaka pikirnya.
tok..tok..tok.. "Raaaa...."
tok..tok..tok... Azia mengulangi nya lagi.Merasa tidak ada sahutan dari dalam sana, terpaksa dia mencengkram handle pintu membuka nya,pintu sama sekali tak terkunci.Sesaat dia pun menggeleng melihat pemandangan di atas kasur.
"Raa!....." Duduk di pinggiran kasur.
"Raaaa.....bangun sudah sore!" Azia berbisik di telinga Ara.
"Hemm....." matanya masih terpejam sangat rapat.
"Raaa!...." Ara tak kunjung membuka matanya.
"He'eeemmmm....." Ara memalingkan wajahnya membelakangi Azia.
"Susah sekali dia!"
"Araaa!!!! bangun sudah sore,di bawah ada Fandi dan juga keluarga nya!!!"
Ara yang mendengar itu langsung membuka dan membulatkan matanya.Azia hanya melipat bibir menahan senyum.
"Aku mimpi kan mbak?" tubuhnya berbalik menatap Azia yang masih duduk di sana.
"Mau mbak cubit,biar tau mimpi atau tidak?" Azia sudah memitingkan jarinya menyerupai kepiting.
"Sini coba!"
Ara menghela nafas,usahanya untuk tidur lama dan semua nya hanya mimpi bahkan sia-sia.Ini benar-benar nyata dan sudah terjadi.Tidak bisa dihindari lagi kalau sudah seperti ini.
Tadi sempat berpikir untuk kabur saja pulang ke Ibu kota,tapi kembali lagi terngiang ucapan Fandi Bagaimana kalau dua bulan ke depan kamu hamil? Cuma satu kali bisa hamil,apa mungkin?Sedangkan dirinya dahulu dua tahun dengan Reno tidak hamil.Padahal tiap malam di pake.
Hanya dua tahun pertama,selebihnya pria itu tak menyentuh Ara sekalipun,hingga putusan sidang cerai.
"Bersiaplah... Selepas magrib akan di adakan ijab kobul,mas Yoga sudah menerima pinangan keluarga Fandi,Mertua dan calon adik ipar mu sangat cantik,mereka sangat baik"
__ADS_1
Tidak ada raut wajah bahagia,Ara menundukkan wajahnya menyesali kepulangan nya.Mata nya berkaca-kaca.
"Harusnya benar,aku tidak pulang saja kemarin mbak.. hikz..hikz..." air matanya perlahan berjatuhan menetes di selimut.
"Hehhh.. jangan menangis!" Azia mengangkat dagu Ara "Mungkin memang sudah jalannya seperti ini".
"Tapi aku tidak mencintainya mbak,kenal saja tidak!"
"Lalu kalau tidak mengenal nya,kenapa kalian tidur bersama,kalian bertemu di reuni itu bukan?
"Dia kakak kelas ku mbak!"
"Nah itu kenal,anggap saja dia memang sudah jod_"
tok..tok.."Permisiii...."
Ucapan Azia terpotong,seseorang menyembulkan kepala nya di sebalik pintu.Ara dan Azia menoleh bersamaan.
"Maaf,boleh kami masuk?" suara nya sangat merdu.
"Oh silahkan mam,," Azia berdiri mempersilahkan maria masuk di ikuti oleh She dan beberapa orang yang lain.
Ara bingung melihat mereka membawa kotak hantaran yang cukup banyak.
Tiba-tiba She duduk di sebelah Ara dan memeluk "Mbak Ara cantik"
Ara yang kaget melebarkan matanya.
"Raaa,ini mamah nya Fandi,mamah Maria dan yang di sebelah kamu adik satu-satunya namanya Shelle" Azia mengenalkan kedua nya.
Ara langsung membenahi duduk nya dan menyalimi wanita paru baya itu.
Mama maria mendekati Ara "maafkan Fandi ya,dia sudah lama menyukaimu.Hanya nama Fahira yang sering dia sebut di ceritanya.Pernah suatu ketika dia juga putus asa karna tidak bisa menemukan mu.Dahulu Fandi pernah bercerita jika kau sudah menikah,dia bahkan terbang ke luar negri dan mengubur dalam perasaan nya,namun setelah beberapa tahun ini dia mengetahui pererceraian mu.Semakin menjadi niat nya untuk menemukan mu kembali.Dan memang jalan Tuhan itu lah ada dan yang terbaik,kalian di pertemukan dan akan menjadi satu dalam sebuah ikatan"
Ara dan Azia hanya mendengarkan,ternyata memang benar pria itu sudah menaruh hati cukup lama.
"Sekarang bersiap lah Ara,mamah sudah menyiapkan baju kamu di dalam sana"
She mengambil satu kotak hantaran yang berisi baju untuk di gunakan.
"Nanti pakai ini ya mbak,Kami menunggu di bawah" tak kalah darai maria lembutnya suara She.
Benar,takdir memang sudah mempersatukan mereka,sehebat apapun kita menghindar tetap akan jatuh kepada kita juga.
🍀
__ADS_1
🍀
🍀
Kumandang adzan magrib sudah menggema beberapa saat lalu,mereka baru pulang dari masjid setelah berjamaah.
Terlihat sudah beberapa orang duduk rapih,selain mama maria,She dan Fandi ada Paman Fandi,Pak RT dan istrinya,dan juga beberapa tetangga Maria.
Ijab kobul yang di gelar sangat dadakan,dan ada penghulu yang sudah siap pula disana.
"Bagaimana nak yoga,sekarang saja?"
"Tidak menunggu Ara dulu pak Dul?"
"Nanti saja setelah akad"
"Oh baik kalau begitu.Silahkan dimulai"
Hening,semua nya mendengar kan penghulu menyampaikan pesan dalam pernikahan,hal-hal yang penting dalam sebuah ikatan suci.
Yoga dan Fandi berjabat tangan.
Setelah Fandi mengucapkan dengan lantang dan satu nafas, serentak yang ada di sana mengucapkan Sah!
Penghulu berdoa untuk kedua pengantin.
"Silahkan mempelai wanita nya di datangkan nak Yoga"
Dari arah tangga Ara di tuntun oleh Azia menuruni tangga.Senyumnya dia paksakan.Semi kebaya yang di pilihkan oleh Maria sangat pas dan cantik di tubuhnya.
Ara duduk di sebelah Fandi.Menyalimi tangan nya tak lupa juga Fandi mencium kening Ara.
"Fandi,aku serahkan tanggung jawab ku kepada mu" Yoga menegaskan kata-katanya.
Lega,perasaan Fandi yang sedari tadi campur aduk sekarang sudah terasa ringan.
Mereka berdua menyalimi semua anggota keluarga.
"Mas yoga,Ara minta maaf.." Ara memeluk kakak nya dan menangis di dada .
"Sudah-sudah,mas yang minta maaf" Yoga memeluk erat dan mencium pucuk kepala Ara.
"Selamat ma___"
_ti be continue_
__ADS_1