Takdir Cinta Fahira

Takdir Cinta Fahira
2 x 24 jam


__ADS_3

Pernikahan sudah di tentukan enam Minggu lagi dari hari pertunangan.Segala rencana yang sudah di susun mulai di kerjakan satu per satu.


Ara tidak dapat membantu banyak karena kehamilan nya sudah memasuki tiga puluh satu Minggu,ruang gerak nya semakin sulit.


Hanya sedikit pendapat saja yang dia utarakan.


She yang dibantu oleh jelita sedang memilah milih kain untuk di buat seragam Bridesmaids.


"Pengorbanan ku sia-sia ya nona?"


She mengerutkan keningnya.


"Maksud mu apa ya 'ta?"


Tangan nya tidak berhenti bergerak meski bibir nya terus bercerita,kain demi kain dia gunting untuk membagikan kepada beberapa kerabat.


"Allan pernah bercerita tentang perasaan nya sebelum dia benar-benar serius dengan ku.Awalnya aku curiga kepada kalian,kalian terlalu sweet jika bertengkar dan sama-sama usil.Aku iri melihat nya_"


"Ternyata kecurigaan ku benar.Dikala nona memiliki kekasih,dia sadar jika dia memiliki rasa yang lebih untuk nona, hatinya tidak rela jika nona dengan yang lain.Dari nona kecil,Allan selalu berusaha melupakan nona.Nona yang sering bermanja kepada Tuan,nona yang sering di tinggal Tuan main,kala itu Allan lah yang selalu berada di dekat Nona dan memberikan bahu nya untuk menangis.Dia pernah berjanji kepada dirinya sendiri saat nona sakit karena di hukum Opa,nona semalaman tidur di luar dan Allan tidak bisa berbuat apa-apa.Nona juga dulu pernah melindunginya saat bermain mobil dan menabrak gudang belakang,nona sampai kehilangan darah banyak,dan Allan lah yang mendonorkan darah itu,darah nya mengalir di nadi mu nona"


Nafas She terasa sesak.Dadanya bagai terhimpit sesuatu di sana.


"Seberapa kuat anak SMP menyumbangkan darahnya?jika bukan untuk mu dia tak akan mau"


Mata She mulai panas,dan buliran air pun menetes di sana.


"Aku mencintai Allan,tapi aku lebih senang jika dia bahagia dengan mu nona_ Akhir-akhir ini aku sering melihat nya di kantor,dan melihat beberapa butir obat masuk kedalam mulutnya di iringi segelas air.Dia bahkan sampai tidak mau berkunjung ke rumah ini dan surat pengunduran dirinya sudah dibuat hanya tinggal di serahkan saja pada Tuan hari Jum'at besok ini"


"Maaf nona jika aku lancang sudah berbicara banyak!"

__ADS_1


She menatap Jelita,merasa perempuan itu berkata jujur dan tulus.She memeluk Jelita.


"Dimana dia sekarang Ta?"


Jelita menggeleng. "Aku tidak tahu nona,aku tidak pernah berkirim pesan dengan nya lagi,telfon pun tidak"


She berdiri mondar mandir,dia bingung harus berbuat apa setelah ini.Satu-satunya menemui dan minta maaf.Matanya melihat kunci mobil Ara di atas meja.


"Kakak aku bawa mobil kak Ara" Mobil sedan berlogo baling biru di bawa oleh She.


🍀


🍀


🍀


Sudah lebih dari setengah jam She mendatangi tempat-tempat yang sering di datangi oleh Allan termasuk kafe yang akhir-akhir ini beberapa teman nya sering melihat nya di sana.


Berjalan menyusuri pantai,kepalanya terus menoleh,hingga melihat seseorang duduk di ujung pemecah ombak.


She menghampirinya,sebuah tepukan mendarat di bahu Allan,pria itu bahkan sangat terkejut dengan kedatangan nya.Segera sadar,wajahnya memalingkan.


"Aku satu jam mencari mu,kau tidak ingin memeluk ku.Aku datang untuk meminta maaf"


Allan hanya tersenyum getir "Pulanglah,calon pengantin tidak boleh keluyuran,pamali kata orang!"


"Allan,kau tidak mencintai ku lagi?"


She duduk di sebelah Allan persis,dengan beralaskan sandal jepit nya.

__ADS_1


"Itu pasir,jangan duduk sembarangan!"


"Aku menduduki sandal ku!..Kau belum menjawab Lan,kau tidak mencintai ku lagi?"


"Untuk apa mencintai orang yang sudah akan menikah.Selamat berbahagia! Bersenang-senang lah dengan calon suami mu itu!Aku sudah tidak akan mengganggu mu lagi!"


She menatap lekat wajah pria di samping,Masih dengan setelan jas dan kemeja.Rambut nya acak-acakan terkena angin.


"Kita satu darah Lan,darah mu mengalir di tubuhku.Maaf jika aku membuat kecewa.Maaf jika tidak seperti yang kau mau.Dulu aku mencintaimu,tapi kau tak pernah menganggap ku ada,aku bahkan cemburu saat kau bermesraan dengan Jelita"


Entah mood dari mana,Allan sampai bingung dengan sikap She,kadang jutek judes seperti singa betina,hari ini dia bahkan berbicara sangat lembut.


"Ijinkan kali ini aku menebus kekecewaan itu,aku juga kecewa karena kau merebut paksa milik ku.Anggap saja itu balasan untuk beberapa tetes darah mu dulu"


Allan menoleh pada She,,


Dia pikir segampang dan semudah itu!Hatiku bahkan sakit dan hancur!


"Lan,jawab!Apa yang harus aku lakukan agar kau tidak seperti ini?"


Allan menyeringai tipis,dan menatap gadis itu.Wajahnya maju dan berbisik.


"Hiduplah 2x24 jam bersama ku!"


She yang mendengar itu menatap tajam Allan.Bola mata mereka saling bertemu,dan menyelami nya masing-masing.


.


.

__ADS_1


.


to be continue


__ADS_2