
"Kak,aku boleh bertanya?"
"Hem,,tanyakan"
"Sebenarnya kakak kerja dimana?"
Dari pertama bertemu hingga hari ini kedua nya belum mengenal terlalu jauh,kerja dimana,sebagai apa pun mereka tidak saling tahu..
"Kenapa memangnya?"
Bukan menjawab malah berbalik tanya.
"aku bertanya kak,dijawab dulu ihh" Ara mencubit pinggang,Fandi pun tergelak.
"Pekerjaan ku tidak penting,yang terpenting sekarang kamu,aku bisa menghidupi mu,bahkan membelikan segala apapun yang kau inginkan aku bisa Ra"..
"Oiyaa,kamu yang membayar biaya rumah sakit?"
Ara langsung mendongak,tatapan nya bertemu. "iya"
"Kau kerja dimana punya uang sebanyak itu?"
"meremehkan sekali hidup mu kak,aku kerja dan aku punya usaha sendiri di sini" bibirnya mengerucut.
"oh yaa,dimana.Dan apa usaha mu?"
Jemari Ara bermain di dada Fandi,kedua nya masih di dalam selimut yang sama.Ara yang sudah memakai daster rumahan nya,dan Fandi yang hanya memakai boxer.
"Aku ada usaha kecil-kecilan,dan aku kerja sebagai kepala produksi di Brahmana group"
Mendengar itu Fandi terlonjak menjauh dari Ara.
__ADS_1
"kenapa sih?Kenapa kaget seperti itu kak?" dahi Ara berkerut.
"Besok resign dari sana!"
"Nahh,kenapa begitu kak?aku susah payah masuk sana,berkat Allan aku juga bisa jadi kepala produksi,aku berhutang Budi padanya"
Fandi terpaku dengan pengakuan yang Ara lontarkan tak sengaja.Ara yang berawal hanya menjadi buruh pabrik,dan di bantu promosi oleh Allan sehingga menjadi kepala produksi.
Biasanya tiga tahun tidak semudah itu hingga menjadi kepala produksi, pernah menjadi bahan gunjingan jika Ara ada main dengan assisten bos nya itu.
Hingga terkuak,mereka hanya lah teman biasa karna Ara yang selalu menolak ungkapan hati Allan.
"Kau dekat dengan Allan?" Fandi sangat penasaran dengan kebenaran itu.
"I-iyaa,yang tadi kemari pak Allan" Fandi terkejut matanya membola.
"sampai sedekat itu,makan bersama?" dada nya sudah naik turun.
Ara mencoba meraih tangan Fandi,tapi dikibaskan oleh nya. Tangannya terangkat menandakan bahwa dia butuh waktu sebentar.
Ara yang sudah bingung dan takut,masih terdiam tidak mau menjawab.
"Ra?..."
"Janji jangan marah ya? Allan beberapa kali mengungkapkan perasaan nya_" Fandi sudah tak sabar,jantungnya berdegup kencang.
"Tapi selalu aku tolak.aku tidak bisa" membuang nafas dengan kasar,Fandi duduk kembali d tepian kasur.
"Dengar Ara!!!" Ara mengangguk pelan.
Fandi meraih kedua jemari tangan Ara,di cium punggung tangan Ara.
__ADS_1
"Dengarkan aku, ku mohon lakukan apa yang aku perintah_" dahi Ara berkerut menunggu Fandi berkata,sepertinya penting.
"resign dari Brahmana Group!Pindah ke apartemen yang sudah aku belikan.Aku tidak mau istri ku menjadi bawahan ku"
"Hah?" sama hal nya terkejut seperti Fandi beberapa saat lalu.
"Brahmana group milik opa ku,opa brahmana.dan aku cucu laki-laki tunggal.perusahaan itu milik ku,aku tidak mau wajah istri ku dikenal dan untuk di jadikan obyek pandangan para lelaki di sana."
"kau bercanda kak!" Tangannya dia singkirkan,Ara beranjak dari kasurnya.
"Kalau tidak percaya,besok kau ajukan surat pengunduran dirimu.Tanya pada bagian HRD siapa pemilik Brahmana Group"
Akan Ara coba,dia masih berpikir panjang untuk resign dari PT itu,tidak enak dengan Allan adalah salah satunya.
🍀
🍀
🍀
Malam menjelang,Ara sudah ada di apartemen yang Fandi belikan untuknya.Tinggal bersama dan membangun keluarga kecil nya adalah impian setiap pasangan.
Fandi bahkan sangat mencintai Ara,meski Ara tak pernah berkata mencintai nya kembali,Fandi tidak butuh itu.
Setelah makan malam yang Fandi pesan dari aplikasi online itu, Ara kembali tertidur.Tidurnya benar-benar ajaib,tidak bisa diam dengan satu atau dua posisi,kecuali jika di peluk oleh fandi.selimut nya Fandi naikan sampai ke dada,kemudian tak lupa dia mengecup kening Ara,sebelum melangkah ke ruang kerja,memastikan istrinya tertidur dengan nyaman.
"Muach,,tidurlah, istirahat yang nyaman sayang."
Fandi keluar menuju ruang kerja nya,hal yang pertama dia lakukan adalah menghubungi Allan menanyakan prihal data diri Ara.
Dan untuk segera memecatnya jika yg bersangkutan tidak juga memberikan surat resign.
__ADS_1
Allan yang di sebrang sana,terkejut.Ada apa sebenarnya dengan bos nya ini.Tiba-tiba sekali memecat seorang yang hanya kepala bagian produksi.
to be continue_