
Setelah tadi berkeliling kota sebentar mencari keperluan Ara,mereka kini mengepak barang bawaan nya.Rencana jam dua dini hari akan bertolak dari rumah ke bandara internasional.
Berat bagi Maria dan She untuk melepaskan mereka,terlebih lagi yang baru beberapa hari Ara menjadi menantu nya.
Kedekatan yang baru saja di mulai,harus di pisahkan tempat.Entah kapan lagi Maria dan She akan bertemu dengan Ara dan Fandi.
"Mamah sama She pasti akan merindukan mu Ra" Maria memeluk bahu menantunya.
"Berkunjung ke sana saja mah,ajak She juga" Saran Ara terlihat sangat mudah,tapi tidak dengan Maria.Wanita paru baya itu sangat sulit untuk di ajak bepergian.
"Kalian sudah pamit ke She?"
"Sudah mah" Ara menjawab dan di angguki oleh Fandi.
Huaaaamb!!! Ara menguap.Matanya sudah sayu,tubuhnya ingin istirahat walau hanya beberapa jam,karna sekarang pukul 11 malam.
"Kalau begitu,istirahat lah.Beberapa jam lagi kalian akan ke bandara bukan?" Maria beranjak dari sana.
Sebelum mengambil langkah, Maria memberikan nasihat kepada Fandi "Jangan dibikin cape terus menantu mamah,kasian Fan" matanya menelisik Ara yang sedang memijat bahunya sendiri,suara nya berbisik lirih nyaris tak terdengar Ara.
Maria melangkah pergi dari kamar Fandi. Ara beranjak dan menaiki kasur yang sangat lebar itu.
"Aku tidur dulu ya kak,nanti tolong bangunkan"
"Hemm.." Fandi mendengar dan hanya ber Hem saja.
Tidak lama Ara terlelap memasuki alam mimpinya.
🍀
🍀
🍀
__ADS_1
Reno datang dan membawa Ara menjauh dari Bandara.Entah dari siapa pria itu mengetahui jika Ara akan pergi lagi ke ibu kota.
Dengan kuasa nya yang dahulu pernah di tinggalkan.sekarang dia kembali lagi menjadi Bos mafia.
Kekuasaan nya bangkit kembali. Sangat mudah jika hanya melacak seorang Ara.
Dibawa nya Ara ke gudang di tepian sungai.Tangan dan kaki nya terikat kencang.
Fandi yang berada di bandara yang sama dengan Ara sudah di lumpuhkan dengan mudah,sebuah peluru bersarang di dada nya sebelah kiri.
Kala itu Ara menangis memanggil nya,namun tubuh Fandi sudah tak berdaya terkulai di lantai,dengan bersimbah dara.
"Lihat kan tadi,suami mu tidak bisa melindungi mu" Reno berjongkok mensejajari tubuh Ara.
"Kau jahat sekali Ren,apa yang sebenarnya kau inginkan?"
"Kau!!! aku menginginkan kau.Semua yang ada pada dirimu aku ingin memiliki"
"Tidak!!aku sudah bersuami Ren"
Tidak lama Reno pun memasuki bilik itu dan mengunci nya.
"Akan aku buat kau kembali kepadaku dan selamanya menjadi milikku Fahira Feryaldi" Reno mendekati Ara yang sudah ada di atas kasur.
"Jangan!!! jangan!!! Aku mohon Jangan!!! Jangan mendekati aku,dan singkirkan tangan mu dari perut ku Reno!!"
Kening Fandi berkerut melihat Ara yang sedang tidur pulas, tapi berkeringat dingin di dahinya.
"Reno?Dia memimpikan Reno saat bersama ku?dan apa Dy bilang,singkirkan tangan mu dari perut ku, artinya dia bermimpi bersama Reno? lalu mau apa tangannya di sana?"
Fandi yang baru bersandar di dipan kasur terkejut saat Ara bermimpi,dan menyebut nama Reno mantan suaminya.
"Bisa-bisanya dia bermimpi dengan Reno,kau membuat ku kesal Ra!!!" Dada nya sudah naik turun,nafasnya terasa berat memburu.
__ADS_1
"Bangun Ra! Fahira Feryaldi bangun!!.."
Ara terlonjak kaget,mimpi yang baru dia rasakan menguap hilang tak tersisa.Bahkan dia pun sedikit lupa.
"Jam berapa kak?" Ara tiba-tiba bertanya jam.
Fandi menatap nya nyalang.
"Apa yang kau lakukan haah?!!!"
"Apasih kak?" Ara terkejut dengan perubahan sikap Fandi.
Fandi menerjang Ara hingga wanita itu terkulai di bawah kungkungan nya.
Ara masih bingung sebenarnya ada apa ini.
Fandi menyibak kan selimut ,tangan nya masuk ke dalam **** ***** Ara.
Ara kaget dengan gerakan Fandi.
"Kak, akhhh..." Jari Fandi menelisik di dalam sana ternyata tidak ada.
"stop kak!! Ada apa sebenarnya?"
"kau memimpikan Reno, mantan suami mu,dan kau menyebutkan tangan nya yang ada di perut mu,kau mimpi bercinta dengan nya??!!.."
"hah?!..." Ara terkejut dengan pertanyaan itu.tidak tahu suara nya hingga terucap dan Fandi mendengar nya.
Fandi menyunggingkan alis nya berharap menemukan jawabannya dari Ara..
"A-aku..."
"Keterlaluan kau Ra!!.." Fandi beranjak dari kasur,keluar dan Brugkk!!! pintu kamar dia tutup keras sekali.
__ADS_1
Aku belum menjelaskan,kenapa dia pergi.
_to be continue_