
Kedua nya sama-sama terpaku di ambang pintu.Mata Ara membulat sempurna,ketika melihat siapa orang disana.Ingin segera menutup kembali pintu tetapi sudah tertahan tangan Reno.Dipaksa pun percuma,Ara kalah kuat.
Tidak mudah tentu saja menjadi Ara,tujuh tahun bertahan dengan pernikahan yang dibuat oleh Reno,di cintai,di jadikan istri,lalu di hempas kan,hatinya masih terluka.Ara sadar ikhlas berarti hening,dia hening tapi tidak dengan hatinya.
Menjadi istri namun tidak di perlakukan seperti istri,selalu memperlakukan suami dengan baik,patuh hingga dia menyadari kehadirannya hanyalah sebagai tameng predikat suaminya.Istri tapi seperti patung.
Fisik dan mental nya dikuras habis-habisan oleh Reno.Memaafkan?sudah pasti Ara memaaf kan,mungkin itulah sebagian dari alur cerita hidupnya. Untuk mengulangi hubungan itu Ara tidak pernah ingin.Bermimpi pun tidak.
"A-apa kabar Ra..?"
Pertanyaan Reno memecahkan keheningan mereka.
Ara tetap memegang handle pintu, yang terbuka sedikit. "Baik,maaf sudah larut malam. Sebaiknya anda pulang!"
"Mengusir.Hah.. Ara mengusir ku secara halus" dia bergumam sangat lirih.
Reno tersenyum samar . Tiba-tiba dia memaksa masuk ke dalam kamar.
"Aku ingin bicara Ra"
Ara sangat tahu sifat licik mantan suami nya ini.Dia segera menyalakan lampu kamar.
" Araaa...!!!" Yoga berteriak dari bawah memastikan adik kecilnya tidak apa-apa.
Merasa sedang ada seseorang berteriak,penghuni yang lain pun berdatangan dari kamar masing-masing.Yoga yang menyadari itu memberikan tanda dengan lirikan matanya ke arah kamar Ara.
"Mas,ada apa sebenarnya mas?"
Azia ingin melangkah mendekati Yoga yang sepertinya sedang sulit untuk bergerak.
"Stop nyonya!! kami pastikan tidak ada keributan jika kalian menuruti kami.Ijinkan bos kami berbicara dengan nona Ara" salah satu pengawal Reno berbicara dengan lugas.
Azia yang tau arah pembicaraan itu,dia mengerutkan keningnya.
"Maksut kalian Reno?"
__ADS_1
"Mas yoga,Reno kemari? dia ke kamar Ara?"
Yoga hanya mengangguk.
Tanpa aba-aba Azia malah melangkah menaiki tangga.
"Heh...Reno,kalian jangan macam-macam ya"
kaki nya menaiki tangga dengan cepat.
"Araaaa....."
Ara yang menyadari kakak perempuan nya mendekat pun segera keluar dari kamar.
"Mbak stop!!,,biarkan kami bicara.Kalian cukup mengawasi kami dari bawah,aku tidak apa-apa.Percaya lah"
Ara sangat mengerti apapun bisa di lakukan Reno jika keinginan nya tidak tercapai,dia hanya mantan bos mafia yang suatu saat bisa kembali dengan wujud aslinya.
Dari pada semua tidak terkendali lebih baik Ara mengalah dan memberikan Reno waktu untuk bicara.
"Turunlah mbak,katakan pada yang lain aku baik-baik saja,kembali lah tidur.Maaf sudah mengganggu."
🍀
🍀
🍀
Di sofa balkon atas mereka duduk hanya berdua.Awalnya Reno menolak keluar dari kamar Ara,dia hanya ingin bicara di sana saja.Namun Ara tidak mau,dia tetap kekeh.
"Jika ingin bicara,di luar di sofa balkon,tidak di sini.Jika kau memaksa lebih baik tidak usah sekalian." Ara mempertegas kalimat nya.
" Bicaralah,ini sudah malam tidak enak dengan yang lain." matanya menatap jauh ke luar sana.
"Tidak bisa kah bicara dan melihat kepadaku Ara?"
__ADS_1
Ara menghembuskan nafas kasar,dia tetap bergeming.Tetap diam dengan ekspresinya yang datar.Ngantuk nya hilang begitu saja,yang ada hanyalah perasaan yang sangat aneh.Bukan marah bukan juga kecewa.
Reno menunggu jawaban Ara tapi tak kunjung bersuara juga. "Baiklah.. Maaf,maaf kan aku. Aku tidak tahu kau sesakit itu,aku pikir kau diam karna kau baik-baik saja dengan rumah tangga kita. Aku menyesal setelah membaca surat mu. Sekali lagi aku minta maaf".
"Iya aku sudah memaafkan" secepat kilat Ara menjawab, "singkat sajalah jawab nya biar cepat selesai dan pergi" pikir Ara seperti itu.
"Saat aku tahu kau membuat permohonan gugatan perceraian, sebenarnya aku ingin berusaha mempertahankan pernikahan kita,tapi entah bagaimana aku tidak tahu proses nya sangat sulit,dua kali aku tidak menghadiri persidangan.Dan lebih terkejutnya lagi ketika pengacara mu memberikan bukti kekerasan yang aku lakukan tidak sengaja itu"
Tanpa aba-aba Ara langsung menimpali perkataan Reno.
"Sekalipun kau mempertahankan aku tetap akan menggugat cerai,tidak datang saat sidang itu karna kau jauh mementingkan urusan mu dengan teman-teman mu yang sangat kau sayangi itu.Dan masalah kekerasan...."
Ara menoleh menatap Reno.
"Tatapan yang aku rindukan" ucapan yang hanya terdengar oleh Reno,karna hanya dalam hatinya lah dia berbicara.
"Jelas-jelas kau melempar ke arah ku,mungkin jika tidak segera di tangani aku sudah mati saat itu"
"Tidak Ara!... Aku benar-benar di luar kendali,tidak bermaksut tertuju padamu,percaya Ra."
Ara tertawa hambar. " Apa aku pernah berbuat yang tidak baik kepadamu,apa aku pernah melawan mu,apa aku pernah sekali saja membantah mu,apa aku pernah lancang terhadap urusan mu, apa aku pernah melarang-larang mu,dan apa aku pernah tidak baik juga kepada keluarga mu?!!!"
Memendam bertahun-tahun kekesalan itu,hari ini dia mengungkapkan semuanya,air matanya menetes cukup deras,dia tutupi wajahnya dengan telapak tangan,tubuhnya bergetar.
Tiba-tiba Reno duduk bersimpuh di depan nya dan memegang lutut Ara.
"Maaf kan aku Ara,aku menyesal" Reno meraih tangan,namun segera di hempaskan oleh Ara.
"Aku menyesal Ra,ijin kan aku memperbaiki semuanya.Mulai lah dari nol kembali bersama ku".
Gampang,terlalu mudah permintaan maaf yang Reno ucapkan.Reno masih berusaha meraih tangan Ara yang selalu menghindar,di usap air mata di pipi,Ara seketika mengibaskan tangan Reno.
"Pulang Ren,aku sudah memaafkan mu.Jangan membuang-buang waktu untuk hal yang tidak mungkin.Pulang lah sekarang aku mohon!"
"Raaa..." Reno masih tetap berusaha memohon.
__ADS_1
"Pulang sekarang,atau aku tidak akan pernah mau menemui mu lagi!!!".
..TBC...