
Kediaman utama,berbagai macam makanan sudah berjejer rapi di meja makan.Nampaknya Tuan rumah memang sangat bahagia menyambut cucu menantu nya.
Tak kalah Maria dan She juga ada di sana,beberapa hari yang lalu Fandi menceritakan kejadian demi kejadian,akhirnya wanita paru baya itu memutuskan untuk menjaga menantu nya barang beberapa hari.
Selain rindu,sudah lama juga tak mengunjungi mertua nya.She yang tak kalah sibuk pun mendekor ruang tengah,menyulap menjadi party kecil-kecil lan.
Beberapa balon dan pita tersemat di sana.Hiasan Welcome home juga tertempel sempurna di dinding.
Mobil Fandi memasuki gerbang membelah pekarangan.Beberapa art sudah ada di depan menyambutnya.
Fandi menuruni mobil,membuka bagasi mengambil kursi roda untuk Ara.Memapah tubuh istrinya dan di dudukan,di dorongnya memasuki kediaman.
Tangan Ara terulur ke belakang menggenggam tangan suaminya.
"Aku deg-degan" Hanya di balas senyuman oleh Fandi.
"Kak Araaaaa......." She berlari,menghampiri dan memeluk erat Ara.Dia mencium pipi Ara dengan gemas.Ara yang di perlakukan seperti itu pun melirik ke Fandi.
"Bibir mu banyak kuman She" meski itu adiknya Fandi tetap saja akan jelous.
"Enak aja!" Mereka berdua beriringan berjalan.
"Sayang duduk!"
Ara menggeleng "aku jalan saja,sudah dekat"
Fandi hanya menghembuskan nafasnya kasar,bertemu She adalah satu bencana kecil bagi nya.Belum nanti jika ada mamah nya,sudah di pastikan tidak ada cela untuk memeluk istri nya.
Sesampainya di dalam Maria menyongsong langkahnya mendekat dan memeluk nya,tak lupa kecupan d kening Ara.
"Mamah kangen nak" tangan nya turun ke perut Ara "Hai twin?ini Oma" senyumnya merekah.Bahagia nya Maria akan mendapat cucu dari putra satu-satunya.
__ADS_1
Fandi menuntun Ara mendekati Opa Brahma,dia menyalimi punggung tangannya dengan takzim.Opa tersenyum dengan perbuatan Ara.
"Opa minta maaf ya Ara?" Opa nya melebarkan lengannya,dan Ara merangsek ke dada opa.Terlihat Opa sangat menyesali dan menyayangi Ara.
"Bukan Opa,seharusnya Ara yang minta maaf.Maaf karna sudah merepotkan kemarin" Opa nya terkekeh dengan penuturan Ara.
"Cicit Opa, baik-baik saja kan?" Hendak memegang perut Ara,tapi Fandi sudah mengerutkan keningnya.
"Baik Opa,mereka hanya nakal saat akan menjelang subuh saja_ Opa ingin memegang nya?" Ara yang tau keinginan opa nya pun memancing emosi Fandi.Dia tahu mana mungkin suami nya mengijinkan pria lain memegang perut istrinya,sekalipun Opa.
"Boleh?_"
"Sa_"
"Boleh kok Opa" Sebelum Fandi bicara,Ara sudah bicara duluan.
Tangan keriput itu memegang perut cucu menantu nya,wajahnya tersenyum merekah merasakan perut nya sedikit menonjol.
"Semoga laki-laki sem_"
🍀
🍀
🍀
"Capek?"
Fandi yang sudah memakai piyama nya menyusul istrinya yang sedari tadi sudah di sana.
"Tidak.Bagaimana aku capek jika semua meladeni ku.Aku jadi tidak enak dengan mereka"
__ADS_1
Fandi terkekeh,tangan nya membuka ponsel memeriksa pekerjaan nya "Mereka terlalu senang sayang".
"Hem.."
Fandi menoleh,tak biasanya Ara tidak mendekati nya.Biasanya dia langsung memeluk jika Fandi sudah di dekatnya.
Penasaran apa yang di perbuat Ara,karna dia berbaring memunggungi dirinya.
"Astaga sayang,ngapain sih?"
Memeluk guling dan memunggungi Fandi,ternyata terselip ponsel di sebelah bantal nya.
Melihat drama kesukaan nya disana sambil tersenyum sendiri.
"Nonton!"
"Sejak kapan menyukai tontonan begitu,astaga itu laki-laki oplasan semua sayang!" Fandi berusaha meraih ponselnya,tapi Ara segera menutupi dengan bantal.
"Kemari kan ponsel nya!sini cepat!"
"Tidak" Ara malah pasang badan,dan menutupi bantal nya.
Fandi menatap Ara,mencari celah untuk mengambil ponsel yang ada di balik punggungnya.
Di genggam nya tangan Ara.Baju yang Ara pakai sebenarnya membuat Fandi tidak fokus,baju tidur semi lingerie warna maroon bertali satu,dua buah benda kenyal kesukaannya menyembul sempurna.
Fandi memangkup kedua pipi Ara,mendekati dan mulai mengikis jarak,bibir nya bertemu.Ara di buat melayang dengan sentuhan Fandi,hingga dia menjatuhkan dirinya..
Tanpa sadar Fandi sudah mendapatkan ponsel Ara sedari tadi,dan dia lemparkan ke bawah kasur. Tanpa menghentikan aksiny.
.
__ADS_1
.
_to be continue.