Takdir Cinta Fahira

Takdir Cinta Fahira
Menginginkan mu


__ADS_3

Membersihkan diri,berganti baju,lalu naik ke kasur adalah hal yang biasa Ara kerjakan.Bukan terlalu naif,dia sadar sekarang sudah menjadi istri orang,kemungkinan besar pria itu akan menuntun hak nya sekarang juga bisa.


Fandi yang hanya melihat pergerakan Ara,tersenyum tipis.Masih tidak menyangka,bisa memperistri nya secepat ini.


Apa dia biasa tidur dengan pakaian seperti itu?Atau dia masih belum sadar jika ada aku disini?


Baby doll dengan bahan satin,atasan nya hanya bertali satu,bagian dada nya berenda persis seperti bra.


Huuuaaaam... tangan nya menutup mulut,sudah beberapa kali dia menguap.Disibak kan selimut dan masuk kedalam nya.Tak lupa kuncir rambutnya dibuka dan diletakan di nakas.


Bip! lampu utama dia matikan melalui remote di sebelahnya.


"Ra... aku masih mengurus pekerjaan"


Ya,Fandi yang sedari tadi bergulat dengan laptopnya.Melihat grafik dan nilai saham.


"Ohh,,ahh maaf aku tidak tahu!"


"Kau lupa sudah punya suami?" laptopnya dia tutup dan beranjak mendekati Ara.


"Iyaa..Ah tidak,aku ingat"


Terdengar plin plan tapi membuat Fandi tersenyum miring,ide jail langsung muncul.


"Ara..." Ara meremang,Fandi berbisik pas di telinganya.


"Hemmm...Pliz aku ngantuk sekali" matanya sudah sangat berat.


Kali ini bukan hanya bisikan tapi tangan Fandi sudah mulai menyentuh pinggang Ara,meski di tutupi selimuti Ara bisa merasakan nya.


Tubuhnya menegang.Seketika tubuh yang kecil itu di geser oleh lengan kokoh Fandi.Ara mencengkram kuat-kuat slimut.Ngantuknya seketika pergi menjadi siaga,siaga jika Fandi macam-macam.


"Ara... kau tegang sekali."


"Ti-dak,,biasa saja"


"Nih buktinya,kau memegang selimutnya terlalu kuat!"


Ternyata Fandi merasakan apa yang dilakukan Ara.Semakin dia menambah dekat,untuk melancarkan aksinya.

__ADS_1


"Mundur Kak,jangan dekat-dekat!kita hanya menikah untuk kau bertanggung jawab jika aku hamil".


"Hemm,tidak seperti itu konsepnya Ra"


Fandi berusaha meraih tangan Ara,memaksa.


"Kak,kamu memaksa ku.Aku bisa teriak,dan orang-orang akan datang kemari!"


"Teriak lah yang keras,kita suami istri bukan lah orang lain,bukan juga aku yang merebut keperawanan seorang gadis"


Kyaaa!Selimut ditarik dan terlepas.Tubuh Ara terlihat dengan jelas.Fandi semakin ingin kala lampu di matikan dengan tidak sengaja oleh Ara, remote nya tersenggol ketika Ara beranjak.


Tangan nya di tarik, Ara ter jatuh dan langsung di Kungkung oleh Fandi.


"Aku tidak mencintaimu kak,tolong le_"


Telat,Fandi sudah mendaratkan ciumannya di bibir dan semakin kebawah.


"Sudah aku bilang aku tidak peduli dengan perasaan mu!"


"Aku tidak keberatan,jika hanya aku saja yang mencintaimu"


Suara lenguhan terlepas dari bibir Ara,sekarang bibirnya berpindah ke benda kenyal Ara.Meski masih tertutup rapat,tapi dengan cepat Fandi sudah membukanya.


Tangan yang satu menyentuh area terlarang di bawah sana,ternyata sudah lembab dan basah.


Ara tersentak kaget,ketika sesuatu memasuki dan bermain di sana.


🍀


🍀


🍀


Fandi sengaja berlama-lama bermain dengan aset Ara,dia akan membuat Ara yang menginginkan untuk di masuki.


Segala sentuhan dan buaian Fandi lakukan,hingga kasur yang tadinya rapih,kini sangat berantakan,bantal dan selimut sudah tercecer di lantai.


Tubuhnya sudah meliuk-liuk,Ara mengigit bibir menahan rasa yang tidak bisa digambarkan.

__ADS_1


Ini benar-benar lain dari pada yang kemaren,sial.aku sudah tidak sabar.


"Jangan ditahan Ra..!keluarkan saja suara mu aku suka"


"Ehhmmmm kak..." satu lenguhan lolos dari bibirnya yang sudah bengkak,karna Fandi terus bermain di sana.


"Kak,aku ingin..."


"ingin apa hemm?.."


Fandi menggesekkan miliknya di area sensitif area.Sengaja dia lakukan itu agar Ara semakin ingin.


Akhirnya Fandi mengarahkan dan memasukinya "Ehmm masih sempit,seperti perawan" gumam man yang sangat lirih tapi terdengar jelas oleh Ara.


Ara tersenyum tipis mendengar itu.Fandi melancarkan aksinya mendorong, menggerakkan pinggangnya dan menghujam semakin dalam.


Suara-suara indah Ara semakin membuat Fandi semangat,cukup lama dan tidak mencapai puncak,bahkan Ara sudah mulai lemas di buatnya.


"Sebentar lagi sayang,tahan!" Ara sudah di buat mabuk oleh nya,di peluk tubuh Fandi.


Fandi tak menghiraukan apapun,niatnya untuk memuaskan Ara.Bahkan mereka berpura-pura tuli dengan ponsel yang sedari tadi berdering beberapa kali,hingga berhenti.


"Akhh kak!"


"Kenapa?"


"Aku ak_" ... "kita sama-sama" bibirnya membekap bibir Ara.


Fandi mengeluarkan semua cairan di dalam rahim Ara,harapannya agar benihnya cepat di buaih.


Tubuhnya ambruk di atastubuh Ara,masih dalam pelukan Ara,di hentakan sekali lagi miliknya di dalam sana dengan kuat.Dan Ara terpejam erat.


Fandi mencium kening Ara dan bibirnya.Tangan nya meraih ponsel yang tadi sempat berdering beberapa kali.


Diambil selimut yang di lantai,untuk menutupi tubuh istrinya.


"Terimakasih,tidur istirahatlah sejenak" Satu kecupan mendarat di kening Ara.Tubuhnya membenarkan posisi memunggungi Fandi.


Fandi beranjak,dan memakai celana boxernya, lalu mengutak atik ponselnya,dan menelfon kembali orang yang beberapa saat menghubungi.

__ADS_1


_to be continue_


__ADS_2