Takdir Cinta Fahira

Takdir Cinta Fahira
Awal penculikan


__ADS_3

Siang hari,benar saja Maria dan Ara pergi ke bioskop berdua,tanpa pengawalan orang dari Opa.Bukan sengaja tapi memang sedang tidak ada orang lagi di kediaman.Hanya security untuk menjaga rumah yang tak mungkin hilang di angkat semut.


Pak Jaja yang mengantar mereka menunggu di parkiran,awalnya ingin mengikuti.Tapi dilarang oleh Ara,tidak mungkin kan pak Jaja mau nonton film cinta cintaan?.


Kedua mertua dan menantu itu saling menggenggam tangan,Ara memakai mini dress ,berlengan pendek dan legging yang aman untuk perutnya.Dan Maria memakai celana bahan dan blouse.


Sudah beberapa kali Ara menghubungi Fandi untuk ijin,tapi tidak di jawab dan tidak di balas . Hingga akhirnya dia memutuskan untuk pergi saja,toh pergi nya dengan Mamah pasti Fandi mengijinkan.


Sesampainya di mall, Ara turun dari mobil di susul Maria.Masih dengan tangan nya yang bertaut. Mata Ara memindai booth berjejer disana.


"Rina!!!.." Matanya melihat seseorang yang sangat dia kenal.Langkahnya menuju stand.


"Mbak Ara,sama siapa mba?" Rina terkejut dengan bos nya, semenjak Ara menikah dia tak pernah mengunjungi usaha kecilnya itu.Hanya Rina dan Rini yang mengelola,tentu saja setiap bulan selalu kirim laporan,dan penghasilan yang tak seberapa,hanya usaha receh.


"sama mamah mertua,, rame Rin?" Benar sekali booth nya memang sangat ramai,beberapa bangku terisi.


"Alhamdulillah mba,kalau jam anak sekolah pulang ya gini.Kebetulan tadi kami pulang sekolah lebih cepat karna hanya tryout,ganti baju langsung ke sini.Yakan Rin?" Rina Rini mereka anak kembar?bukan,hanya teman yaa.


"kebetulan mbak disini,aku kasih di sini aja yaa..tidak enak jika aku ke kediaman kak Fandi mbak.Rumahnya gede" Rina membisikan kalimat terakhir.


Ara hanya tersenyum menanggapi nya.


"Boleh Rin,mana?"


Rini mengambil dan menghitung hasil usaha selama satu bulan,tidak lupa catatan yang dia buat selama satu bulan pun ikut terselip di sana.

__ADS_1


Ara menghitung jumlah nya,menyamakan dengan catatan.Tujuh juta tujuh ratus tiga puluh lima ribu lima ratus rupiah.Hasilnya pas.Kedua nya sangat jujur dan dapat dipercaya.


Jangan di tanya itu hasil berapa booth,tiga booth.Awalnya hanya satu kemudian merambah di beberapa tempat lalu.Fandi pernah menawarkan untuk membuka kedai kios tp Ara tidak mau.Kasian yang beli kalau kemahalan.


Ara hanya menyimpan nominal yang di depan nya saja,sisanya dia berikan kepada para karyawan nya dengan rata,terserah bagi sendiri.


Berlalu dari usaha nya,Ara memasuki bioskop.Dua tiket sudah ada di genggamannya.Film cinta cintaan.Maria hanya menggelengkan kepala.


🍀


🍀


🍀


Kini keduanya sangat menikmati tontonan,berteman dua botol air mineral,puding,dan cemilan yang lain.


"Mah,Ara ke toilet sebentar ya?"


Di angguki oleh Maria.Ara pun berlalu dari sana.


"target ke luar, menuju toilet.sendiri!"


Seseorang berbicara pada temannya di sebrang sana.


Lima menit,delapan menit,sepuluh menit,hingga setengah jam Ara tak kunjung datang kembali ke studio.

__ADS_1


Maria mulai panik,langkahnya menuruni tangga dan menuju ke toilet.Satu per satu pintu sudah ia buka tapi tak ada seorang pun di sana.


Mendadak panik,cemas,dan gelisah.Maria menelfon beberapa kali Fandi.Memang sedang sangat susah di hubungi.


Berpindah menghubungi Allan,tiga kali baru Allan menjawabnya.


"Hallo Bu,ada y bisa saya bantu?" Allan bertutur sangat sopan dengan ibu bosnya itu.


"Allan,tolong sampaikan pada Fandi.. Ara menghilang,kami sedang di mall menonton bioskop,Ara tadi berpamitan untuk ke toilet tapi setengah jam lewat dia tak kembali lagi.Tolong sampaikan kepada Fandi sekarang! Ibu cemas."


Asisten itu ikut cemas, bagaimana cara nya bicara dengan Fandi,yang baru beberapa detik menjatuhkan tubuhnya di kursi kebesaran.


"Telfon dari.... Ibu Maria.."


"Heh, kenapa muka mu seperti itu.Apa yang mamah sampaikan?"


"Ara menghilang di mall,saat menonton dan berpamitan ke toilet"


"ohh.. Hah apa?!!kenapa bisa Lan?" Fandi mendadak frustasi di buat nya.


"Ayo Lan kita ke sana!!Aysh... kenapa tidak ijin dulu sih mamah?!"


Bukan hanya Fandi,Allan pun di buat panik.Kedua nya berlari menuju mobil,dan melaju kan kereta besi dengan cepat.


.

__ADS_1


.


_to be continue_


__ADS_2