Takdir Cinta Fahira

Takdir Cinta Fahira
Lidah Indonesia


__ADS_3

Matahari sudah merambah semakin tinggi.Suara bising di kediaman Feryaldi sudah semakin riuh,beberapa saat lalu mereka sudah mengakhiri sarapannya.


Yoga yang sudah bersiap untuk kembali ke rumahnya.Dan Azia juga sudah menata koper-koper nya di dalam bagasi mobil.


Mereka sudah akan meninggalkan rumah yang hanya ramai jika ada kepentingan saja.Sangat di sayangkan memang,rumah yang cukup besar itu tidak di huni keturunan pemiliknya.


Tapi rumah itu sungguh sangat bersih dan rapi karna pasutri yang di beri kepercayaan untuk merawatnya sangat lah rajin.


"Ara belum bangun Fan?"


Ara belum juga terlihat,setelah menjelang subuh tadi Fandi meminta nya untuk melayani lagi,entah sudah berapa kali semalam mereka mencapai puncak.


Tak ayal memang,Fandi yang sedari dulu tak pernah menyentuh perempuan manapun,hanya berbekal pengetahuan nya sendiri.Hingga hasrat nya terus membuncah ketika melakukan bersama Ara berulang kali.


Dan Ara yang hanya di sentuh sebentar,selama menjadi istri Reno tujuh tahun.Entah apa yang di derita Reno saat itu,hingga enggan menyentuhnya.


"Belum mas" Fandi menggaruk keningnya yang tak gatal itu,dia merasa malu.Tidak di jelaskan pun Yoga akan tahu,sepertinya mereka bekerja keras semalaman.


"Bangun kan dulu Fan!kami akan kembali ke rumah.Aku takut dia kecewa jika tidak di pamiti".


"Akan ku bangunkan mas," tiba-tiba Azia menawarkan diri.


"Ahh jangan mba,biar aku saja!" Fandi langsung berlalu dan menaiki tangga.


Takut jika Azia mengetahui kelakuan dirinya yang membuat Adik kesayangan mereka tubuhnya seperti macan tutul,terlebih lagi Ara belum memakai pakaian nya sehelai pun.


Ceklek! pintu terbuka.


Ternyata Ara sudah mandi,rambutnya bergelung dengan handuk yang masih melilit.Dia sedang bercermin.

__ADS_1


Beberapa saat lalu dia bangun,dan segera mandi.Bola matanya membulat sempurna ketika melihat pantulan dirinya dari cermin.Tubuhnya seperti keluar dari sarang lebah,merah-merah.Beruntung dia bisa menutupi dengan foundation, kemerahan yang di leher.


"Sudah bangun saa_"


"Jangan sentuh aku!!" tangan nya menyingkirkan tangan Fandi yang hendak menggapai pucuk kepalanya.


Fandi mengerutkan keningnya. Kesambet apa'an nih anak?apa gara-gara aku meminta nya saat menjelang subuh?. Fandi hanya berani bertanya di dalam hati.


"Ok baiklah!.. Mas yoga sama mbak Azia akan pulang,mereka sudah menunggu mu dan meminta mu untuk turun sekarang."


"Hah,kenapa secepat itu?!" Ara menarik tangan Fandi dan berjalan cepat keluar kamar,menuruni tangga.


Lihatlah,tidak boleh menyentuh nya tapi menggandeng tangan ku!..Hihh,gemash kan jadinya.


Setelah berpamitan,dan berpelukan.Yoga memasuki mobilnya,dan begitu juga Azia memasuki mobilnya.Di dalam sudah ada pasangan masing-masing yang sudah gerah menunggu Ara turun sedari tadi.


"Ara... Handuknya masih basah!hihiiii"


Ara kembali menekuk wajahnya dan berlalu memasuki rumah.


"Bersiaplah,kita ke rumah mama!" Fandi dari belakang memeluknya,menjatuhkan dagunya di bahu Ara.


"Ishhh.." Ara mengedik kan bahu.


"Besok kita kembali ke ibu kota,aku banyak pekerjaan.Tidak ada waktu lagi ke rumah mamah jika di undur-undur"


Ara yang mendengar nya pun segera bersiap-siap.


🍀

__ADS_1


🍀


🍀


Kediaman Brahmana.


Hari ini Maria dan She nampaknya sedang menyambut kedatangan anak dan satu-satunya menantu kesayangan.Kelihatan nya begitu ya karna menantunya hanya Ara.


Beberapa makanan dan kue kering sudah ada di atas meja makan.


Datang-datang langsung di todong untuk makan oleh Maria,ditolak Ara tidak enak.


Rendang, Sup ayam kampung,perkedel kentang dan juga Emping.Sangat sulit Ara menolak makanan seperti ini.


Ini sangat menggugah selera,bukan masakan restoran ternama yang sulit di sebutkan itu,tapi masakan seperti inilah yang Ara suka.Masakan rumahan.


"Gimana,suka masakan mamah Ra?"


Ara mengangguk cepat "Ara suka masakan rumahan seperti ini mah"


Maria tersenyum puas, beliau tahu dari Azia jika Ara ditinggal ibunya meninggal pada saat remaja.Dia adalah anak bungsu yang di paksa kuat oleh keadaan.Kesendirian nya yang sering di khawatir kan oleh para kakak nya.


Alm Ibunya sangat menyayangi,bukan cuma ibu,ayah nya pun demikian.Ara selalu dimasak kan masakan rumahan oleh ibunya.


Lidah Ara Indonesia banget pokoknya. Itulah sebuah kalimat dari Azia.


Sementara Ara dengan Maria,dan She di dapur.Fandi ke kamar nya untuk mengobrol sesuatu dengan orang di sebrang sana.


Mereka membicarakan hal yang tampaknya sangat serius.Hingga terlihat dada Fandi naik turun menahan emosi.

__ADS_1


_to be continue_


__ADS_2