Takdir Cinta Fahira

Takdir Cinta Fahira
Terulang kembali


__ADS_3

"Yugo,dengarkan aku.Lamar aku dan cepatlah kau meminang ku.Aku tidak mau menundanya lagi"


Padahal masih di perjalanan pulang mengantar She kembali ke rumah utama Brahmana,tapi She terus saja bicara dan memaksa Yugo untuk menikahinya.


"Iya sayang,nanti aku pasti meminang mu"


"Seminggu setelah kau melamar ku!"


"Apa tidak terlalu cepat?Kita bahkan belum melihat rumah yang aku beli dengan atas nama mu"


"Besok bagaimana?"


Yugo pun mengangguk dan tersenyum pada kekasih nya itu.


Lelaki itu merasakan sesuatu telah terjadi pada calon istri nya,Ternyata bertemu nya antara She dan Allan berdampak besar pada mood gadis itu.


Mendadak ingin cepat menikah,padahal sebelum nya dia ingin dua bulan lagi.Tapi tidak masalah.


Mobil Yugo memasuki gerbang rumah Fandi.Terparkir di sana dengan rapih.She segera membuka pintu dan melangkah masuk ke dalam.


Maria sudah menunggu nya sedari tadi.


"Riza tidak ikut pulang?"


She menggeleng "Nanti Riza di antar asisten kak Fandi"


"Allan maksud mu?" She hanya mengangguk.


She melangkah menaiki tangga menuju kamarnya,Maria merasa aneh dengan perubahan sikap She,bukan karena tidak bertemu lama,tapi memang gadis itu sedang agak lain.


Yugo masuk dengan membawa koper She.


"Astaga She memang keterlaluan,masa Yugo yang membawa koper nya"


Yugo memeluk calon mama mertua nya itu.


"Apa kabar mah,sehat?" Yugo memeluk mamah Maria.


"Alhamdulillah Yugo,mamah sehat.Kau sendiri?"


Yugo tersenyum "Seperti yang mamah lihat"


"Syukurlah,naik ke atas pakai lift,koper She berat bukan.Dia sudah di atas Go_"


"Mamah istirahat dulu ya,sebelum Riza pulang, karena anak itu sangat aktif sekali"


Setelah di angguki Yugo,Maria pun melangkah menuju kamar nya.Kamar Maria memang dilantai dasar,umur yang tidak kuat untuk naik turun.Dia juga malas jika harus tiap hari seperti itu.


Yugo menaikki lift,dan membawa koper She yang cukup besar itu.

__ADS_1


Ceklek!


Pintu terbuka,ternyata She baru saja membersihkan diri.


Sudah menjadi hal biasa dan pemandangan yang biasa juga bagi Yugo.She menggunakan baddrobe.


"Istirahat lah aku akan pulang!"


Yugo mengecup bibir She kemudian berbalik meninggalkan nya.


🍀


🍀


🍀


Benar-benar letih dan sedikit kesal dengan hari ini.Allan mencuri ciuman nya lagi.


Bayangan itu terus melintas di pelupuk mata She.


Bertahun-tahun usahanya untuk melupakan pria itu sia-sia hanya dengan sebuah ciuman.


Arghhh!!! She merasa bodoh dengan diri nya sendiri,terlalu cinta dan hingga sekarang dia pun tidak bisa melupakan itu.


Hingga dia membuka lemari tersembunyi di balik lemari pakaiannya,satu botol minuman dengan merk yang cukup terkenal.Membuka tutup nya dan menuang ke dalam gelas.


Nyatanya beberapa teguk tidak cukup untuk She,dia sudah lebih dari dua kali menuang ke dalam gelas, hingga kesadaran nya berkurang.


.


.


Pukul sebelas malam Allan mengantar Riza ke kediaman utama,anak itu sudah tertidur dalam gendongan,dan bersandar pada bahu pria itu.


Security di depan masih terjaga,namun lampu rumah sudah sebagian di matikan.Ketukan terdengar di pintu kamar Maria.


Wanita setengah tua itu pun membukakan pintu.


"Maaf nyonya mengganggu,Saya di tugaskan mengantar Riza"


Maria yang tahu itu, mengangguk dan mengganti menggendong Riza dari gendongan Allan.


"Terimakasih Lan,kau bisa pulang.Jika tak ada asisten di bawah,atau mungkin mereka sudah tidur.Minta tolong She untuk mengunci pintu depan ya?".


"Baik nyonya"


Maria kembali menutup pintu dan meletakkan Riza di ranjang,mengganti pakaian dan menyeka tubuh kecil itu.


Allan melangkah menuju kamar She,beberapa kali ketokan tak menyahut, akhirnya dia mencoba membuka handle pintu.

__ADS_1


Ternyata tidak di kunci,lampu sedikit gelap.Mata Allan memicing mencari sosok yang dia sangat kenal.


Tergeletak dengan baddrobe yang masih membalut di tubuhnya, botol yang isi nya sudah kosong


Ternyata She meminum hampir semua isi nya jika tidak ada yang tumpah.


Allan meraih,dan membalikan tubuh She.Mata sayu She masih mengerjap.


"Hai Go,kenapa kau kembali lagi?"


Allan pun mengerutkan keningnya "Go?.."


Apa mereka baru saja bersama?


She yang kesadarannya sangatlah tipis mengalungkan tangan nya di leher Allan yang dia lihat sebagai Yugo.


"Tawaran ku waktu itu masih berlaku,kau tahu kan jika aku sudah tidak virgin lagi?Ayok jika kau ingin merasakan nya sebelum kita menikah"


Mendengar itu Allan terkejut,aroma yang menyengat dari tubuhnya jelas aroma minuman yang dia kenal.


Sejak kapan dia suka minum seperti itu?Dia mabuk?


Serangan yang diberikan She pun membuat Allan terkejut,siang tadi bahkan dia menolak ciuman yang dilakukan Allan,tapi sekarang ciuman itu dia lakukan dan sangat dalam.


Allan yang merasa mempunyai kesempatan kedua kalinya pun tidak akan menyia-nyiakan itu.


Berusaha tenang dan membawa She mendekati pintu untuk menguncinya.


Pria itu terus mengimbangi aksi She yang diluar nalar.Sangat agresif dan menuntut.


She jatuh terlentang di ranjang setelah Allan melempar nya.Pria itu mulai mencium bibir She dan dibalas dengan nya.Semakin dalam dan menuntut,tangan Allan menarik tali baddrobe yang She gunakan.


Hanya dengan satu tarikan tubuh She terpampang jelas,dua benda kenyal dan menggemaskan pun terlihat indah.Allan bermain di sana dan sesekali memilin benda kecoklatan.


******* yang sangat merdu akhirnya lolos dari bibir She.menghisap seperti bayi, berlama-lama kemudian beralih kembali ke bibir gadis itu,hingga ciuman nya turun sampai ke segitiga di bawah sana.Allan melepas pakaian nya tanpa terkecuali lalu mulai melepas segitiga She.


Seperti nya Allan dibutakan oleh cinta,bibir nya tersenyum merasa menang mendapat kan She untuk kedua kalinya.


Tidak tinggal diam,dia mulai menenggelam kan wajahnya dan bermain di area milik She.


She pun merasa terbuai dengan sentuhan Allan hingga pria itu melakukan nya,dan kejadian beberapa tahun lalu terulang kembali.


.


.


.


to be continue

__ADS_1


__ADS_2