
Pagi hari,Allan terbangun dan membuka laci di nakas yang ada di sebelah ranjangnya. Membuka plastik yang diduga obat berbentuk tablet.Masih setengah terduduk,kemudian menyelipkan tablet itu di bibirnya,tangan nya meraih bahu She dan membalikan tubuh itu.
Bibirnya menempel di bibir She.She yang masih terlelap terkejut dengan sesuatu yang dia telan mendadak dan di paksa.
Allan meraih segelas air dan memberikan pada She.
"Kamu memberiku apa Lan? Rasanya tidak enak sekali!"
She memegang tenggorokan nya,rasa itu masih seperti menyangkut di sana padahal sudah meminum segelas air.
"Vitamin,biar kau tidak sakit.Bangun lah She,ini sudah pagi menjelang siang.Pesawat mu pukul lima sore, bersiaplah untuk membeli sesuatu sebagai buah tangan"
Melihat Allan yang tiba-tiba memalingkan wajahnya terus She dibuat penasaran dengan tingkah nya pagi ini.Padahal semalam She sudah mengutarakan isi hatinya.Lagi-lagi Allan seperti ini.
"Kau tidak ingin aku disini lebih lama lagi Lan?"
"Bangunlah,bersihkan dirimu!"
Pura-pura menyibukkan dirinya dan membereskan kamar yang sedikit berantakan.
"Tapi waktu ku masih semalam lagi disini kann?!"
Merasa Allan mengacuhkan nya She berbicara cukup keras pada nya.
"Jangan mempersulit ku She,waktu mu hanya sampai jam lima sore!"
"Siapa yang berani mengatur ku?kau?!! Lan,please ayolah..waktu ku masih semalam lagi di sini!"
Allan menarik She dari ranjang menuju kamar mandi "Jangan membuat ku susah She,bersihkan dirimu sekarang!"
Allan menutup pintu dan meninggal kan She di dalam.
Dia melempar tubuhnya sendiri di ranjang.Beberapa jam lalu Petra menghubungi lewat email Allan.Mengancam jika tidak mengembalikan She,dirinya tidak akan mau menemui nya dan tidak menganggap nya anak.
Petra hanya memberikan waktu hingga nanti malam.Jika lebih dari itu,dia sendiri yang akan menjemput nya.Bukan hanya She saja tapi juga Allan yang akan di bawa nya ke depan Tuan Brahmana dan Fandi.
Membayangkan itu, Allan sedikit takut.Tidak ingin mengecewakan Petra dan juga tidak ingin Tuan Brahmana dan bos nya menganggap dia penghianat.
Tiba-tiba She menerjang tubuh Allan di ranjang.Memeluk nya erat.Allan yang tahu itu pun terkejut.
"Pakai baju mu She!"
__ADS_1
She menggeleng,matanya sembab dan menangis di dada Allan,kemeja nya sudah basah.
"Nanti kau masuk angin,,Haiii kenapa menangis?!"
Allan mencoba mengangkat tubuh gadis itu,tapi tangan nya memeluk sangat erat.
Menggelengkan kepalanya.
"Tetap seperti ini sebentar saja,aku mohon!"
Allan pun menuruti nya,suara tangisan She semakin keras.Semakin basah pula kemeja Allan.
"Bisakah aku disini saja dan terus bersama mu Lan,aku sudah mengungkapkan perasaan ku,aku mencintai mu"
Allan menggeleng, "Tidak She!Kau harus pulang mempersiapkan pernikahanmu!"
"Ayolah Lan,perjuangkan cinta kita.Aku tidak takut dikeluarkan dari keluarga Brahmana jika pernikahan ku batal dan membuat mereka malu"
"Jaga bicaramu! tidak ada yang batal.Semua akan berjalan seperti yang sudah di rencanakan!"
She semakin terisak,tidak rela meninggalkan Allan sendiri di sana.Tidak ingin kembali ke ibu kota dan juga ingin rencana pernikahan nya di batalkan saja.
Beranjak dari tubuh Allan,mencari sesuatu di laci.Mata nya memicing ketika melihat sesuatu yang cukup di kenali.
Jari tangan nya mencoba memasuki mulut,seketika She berlari dan memuntahkan sesuatu yang keluar dari sana.Hasilnya hanya air yang sangat keruh.
"Hai She,kau sedang apa?"
"Kamu jahat Lan,kau memberiku pil penunda kehamilan? Kau sengaja kan? Memang dari dulu kau hanya mempermainkan ku saja! Kau jahat Lan!!!"
She terus memukul tubuh Allan.
"Hei dengar She,dengar kan aku dulu!" Allan yang kesusahan karna She terus bergerak meronta.
"She!!! dengarkan aku dulu!!!" Teriak kan itu sungguh sangat keras,dan She terperanjat.
She mengusut hidungnya,mata nya sudah bengkak karena dari tadi menangis.
Allan memeluk nya. "Aku tidak ingin menjadi duri dalam daging di keluarga mu,karena aku seluruh keluarga menjadi malu akan pernikahan mu yang batal.Dan lagi,aku tidak ingin kau mengandung anak ku saat menikah dengan Yugo,aku pasti sakit hati jika orang lain di panggil papah oleh anak ku"
"Kalau begitu kita kawin lari,kita menikah disini saja!"
__ADS_1
"Tidak semudah itu She,kau masih mempunyai wali.Aku harus meminta mu secara baik-baik dengan kakak mu"
"Ayo Lan kita pulang bersama!"
Allan menangkup wajah She dengan kedua tangannya.
"Kau tetap menikah dengan Yugo,lupakan aku.Anggap saja aku di sini baik-baik saja.Jika dia menyakiti mu temui lah aku di kota ini,aku akan selalu ada untuk mu.Sekarang menurut dengan ku.Aku mohon!"
Allan benar-benar merayu wanita nya.Apa boleh di kata She menuruti perintah Allan dengan satu syarat.
Menghabiskan waktu yang tersisa bersama hingga sore menjelang.
Keduanya saling berpelukan,tidak peduli lapar dan juga tidak peduli apapun.Mau sudah jam berapa mereka tidak peduli.
"Tidurlah jika mengantuk,aku akan menjaga mu!"
She memeluk erat Allan,menyandarkan kepala di dada bidang pria itu.Allan pun mengusap Surai indah dan mengecup pucuk kepala nya.
Beberapa menit berlalu,She belum juga tertidur.Mata nya masih terjaga.
"Lan,aku lapar!"
"Mau aku bikin kan makanan?"
She pun mengangguk, Allan beranjak menuju dapur.Hanya ada telor dan beberapa sayuran.
Allan dengan lincah membuat omelette dan jus buah naga.
Tak lama Allan selesai dan membawa nya ke kamar.Matanya melihat jam di dinding.
pukul dua lewat empat lima menit.Semoga waktunya pas.
She yang mendengar Allan masuk,menyambut dan meraih piring.She memakan nya dengan lahap dan segelas jus yang sudah tandas.
Allan menyeringai,melihat She yang menghabiskan makanan buatannya.
.
.
.
__ADS_1
to be continue