
Perjalanan yang sangat melelahkan.Selain she yang sedang berbadan dua,dirinya juga dibuat kepayahan karena mual muntah selama di pesawat.
Mendarat dan segera di tangani dokter.Beruntung she cepat pulih. Mobil yang sangat bermerk sudah ada di depan Bandara menjemput mereka.
.
.
"Acara nya jam berapa mah?"
"Jam sepuluh Ra, bagaimana? Apa kata Petra?"
Keduanya sedang di kamar Maria,Ara sudah sangat mencemaskan She. Tidak datang tepat waktu,mereka sudah merencanakan sedemikian rupa.
Pernikahan tetap berlangsung,hanya saja untuk sementara hanya menerima tamu keluarga dan itu tetap di batasi.
"Semuanya sesuai rencana kita mah"
"Maaf Ara,mamah merepotkan mu dengan perut yang sudah besar ini.Mamah tidak tahu harus meminta tolong siapa jika bukan kamu"
Ara menganggukkan kepalanya "sudah seharusnya mah,Aku tidak apa-apa.Baby girl juga pintar,dia tidak rewel" Ara mengusap perut besar nya.
Tak lama Ara mendengar pintu gerbang di buka,dan suara mobil memasuki halaman.
"Mereka datang mah,ayo kita turun!"
Maria mengangguk,keduanya turun menggunakan lift.
.
.
Mobil memasuki halaman kediaman utama Brahmana,tangan She semakin menggenggam erat Allan.
"Gigit jika perlu She!tidak apa-apa.Percayalah dengan ku.Sekalipun nanti aku mati ditangan kakak mu itu.Aku titipkan anakku pada mu, rawatlah dia de..."
Shuuttt!!!!
She menempelksn jari telunjuk di bibir Allan.
"Kita akan tetap bersama!"
__ADS_1
Mobil terparkir,, kedua nya turun dari sana.Melangkah bersama dan saling menggenggam.
Langkah kaki Allan memasuki pintu utama,Fandi yang tahu itu langsung mendekat,tangan nya merampas kerah baju Allan.
"Kak!!" She yang tahu itu langsung menjerit,namun Ara dan Maria lebih dulu membawa nya ke lain tempat.
"Kak,aku mohon.Aku bisa jelaskan semua nya dulu!!! Lepaskan Allan kak,kak Fandi aku mohon!!" hingga pandangan nya sudah tertutup tembok yang menyekat ruangan.
Fandi merasa Dejavu dengan situasi sekarang, dulu Yoga kakak Ara juga sangat marah dengan nya ketika merusak Ara,walau status nya janda.
Bayangan dia terkena beberapa kali bogem mentah,bahkan Ara juga ditampar beberapa kali oleh mas Yoga.
"Mungkin ini balasan aku dulu"
Batinnya merasa sakit. Benar-benar mengalami sendiri.Betapa gagalnya menjadi kakak yang tidak bisa menjaga adiknya.
Beruntung dia dulu langsung menikahi Ara,tidak seperti She yang sudah diketahui hamil beberapa bulan.
Bugh!!
Satu pukulan mendarat di perut Allan
"Penghianat,brengsek!Berani sekali kau Lan!"
Fandi menyeringai mendengar Allan memanggil nya Fan,bukan bos lagi.
Beberapa pukulan mendarat di perut dan Allan hanya menangkis beberapa kali.Petra dan Opa Brahmana yang melihat itu hanya terdiam saja.
Fandi sangat lah murka dan marah dengan yang mereka lakukan.
"Kau tahu apa salah mu yang paling fatal Lan?!" Allan hanya terdiam terduduk di lantai dan memegang bibirnya yang pecah karena pukulan.
"Kau tidak pernah menceritakan apapun dengan ku,She itu adikku,dia orang yang sangat aku jaga setelah mamah dan Ara.Tapi kau merusak nya Lan!! Kau brengsek Lan!"
Pukulan mendarat lagi di perut Allan,keduanya sudah berkeringat.Nafas Fandi sudah naik turun karena emosi.
"Silahkan jika kalian ingin membunuh ku,tapi ijinkan aku menikahi Ara dan mengakui calon anakku"
Mendengar itu tangan Fandi yang sudah melayang berhenti di udara.
"cukup kak,aku tahu dari dulu She mencintainya.Awalnya memang She yang menginginkan kan ku hanya untuk pelampiasan melupakannya.Tapi bertambahnya waktu bukan She melupakan nya,tapi She lebih tepat lari dari kenyataan.Hingga mereka bertemu kembali"
__ADS_1
Yugo datang,dan melerai baku hantam Fandi dan Allan.
"Untuk mu Allan,aku tidak mudah melepaskan She.Tapi jika dia sampai tersakiti olehmu,aku yang akan membawanya dan tak akan aku lepas atau pun memberikan padamu untuk yang ke dua kalinya!"
Mendengar ucapan itu Allan menegakkan kepalanya.Mencerna ucapan Yugo barusan.
"maksud mu Go?"
Yugo mendekati Allan,mensejajarkan dirinya dengan Allan yang tersungkur.
"Nikahilah She,jangan pikirkan Aku. Aku tidak kalah,aku hanya sadar diri,bukan aku yang She inginkan selama ini.Temboknya terlalu tinggi,aku tidak mampu untuk menggapai hatinya.Hanya kau yang She cintai!"
Tidak percaya dengan ucapan Yugo,mata Allan berpindah pada Fandi.
Fandi yang mengerti Allan susah berdiri,dia pun mendekati.
"Nikahilah She,kalian yang akan menikah disini,ini semua untuk kalian.Ya kan Yugo?"
Pria itu tertawa.
"Jangan kecewakan aku,aku serahkan She padamu.Cintai dan sayangi dia setulus hati.Jika aku tahu adikku menangis,kau berurusan dengan ku!"
Allan pun memeluk Fandi dan sedikit menahan air matanya, terlalu gengsi untuk menangis di depan lelaki itu.
"Kembalilah ke perusahaan! Susan tidak ada yang membantu.Kasihan dia!!" Fandi berbisik di sela pelukan nya.
Kedua nya tersenyum. Mereka yang di sana merasa lega dengan masalah besar yang dibuat She dan Allan.
Allan beranjak di bantu oleh Fandi. Mendekati Opa Brahmana dan Petra Papah nya sendiri.
Berlutut meminta maaf dengan keduanya,walau Petra sempat menampar nya satu kali,pria yang menjelang tua sangat menyayangi Allan.
"Tidak seharusnya kau seperti itu jika menginginkan cucu ku Lan! Kau bisa meminta nya baik-baik. Dasar tidak tahu terimakasih!" Sarkas Opa Brahmana kepada Allan.
"Maaf kan aku Opa?" Allan memeluk lelaki tua yang seluruh rambutnya sudah berubah warna.
.
.
.
__ADS_1
To be continue