Takdir Cinta Fahira

Takdir Cinta Fahira
Dukungan Yoga


__ADS_3

Seminggu telah berlalu.Keadaan Fandi sudah sangat kacau.Perusahaan sementara dipegang kendali oleh Allan.


Lapor polisi,menyewa detektif sudah dia lakukan semua.Bahkan merahasiakan dari Opa Brahma saja sudah di lakukan.


Maria masih berada di Ibu kota,saling menguatkan.Hari-hari Fandi hanya duduk di bawah sisi ranjang dan memeluk foto Ara,USG kehamilannya pun terselip di sebelahnya.


Awal mula dia curiga pada Reno,tapi tidak berhasil dan tidak ada tanda Reno yang melakukan penculikan.Beberapa detektif sudah di sewa,hasilnya masih sama.


Istri dan calon pewaris Brahmana Group telah hilang,kabar itu masih di rahasiakan.


Tubuh Fandi lunglai,tak bertenaga sama sekali.Bersandar,mata panda yang terpejam menengadah.


"Brengsek!!! menyesal aku percaya padamu Fan" tiba-tiba suara bariton masuk ke kamar dan mencengkram kerah nya.


Fandi mengerjap,dada nya terasa sesak "Maafkan aku mas,aku gagal menjaga Ara" suara tangis nya pecah.


Maria yang di ambang pintu pun mengelus dada,meremas bajunya.Hatinya sakit anak laki-laki nya menangis karna kehilangan orang yang di cintai nya hilang.


"Kau tahu Fan, aku sangat percaya kau bisa menjaga adikku.Tapi sekarang lihat lah,kau bahkan tidak punya kekuatan melawan amukan ku!"


Yoga,Prayoga Feryaldi datang ke ibu kota untuk menjenguk Ara,tapi sayang adik nya tidak ada di rumahnya.dan Maria menceritakan semuanya.


"Sekarang bangunlah!!! buktikan kau bisa di andalkan!Dengar!!!..Jika aku yang menemukan Ara terlebih dulu,aku tak akan pernah melepaskan dia untuk mu lagi!"


Hanya sebuah gertakan memang.Motifasi Yoga untuk Fandi bangkit.


"Aku mohon mas,jangan!"


"Berpikirlah Fan,hanya Reno yang menginginkan Ara kembali.Jangan tertipu olehnya.Dan kau,ingin bangun dan berlari menemukan Ara atau tidak kembali pada mu sama sekali,itu artinya aku yang mencari."

__ADS_1


Ancaman Yoga mampu membuat Fandi bersemangat kembali,dia bergerak berdiri dan akan memulai aktifitas.


"Hubungi Opa mu,kerahkan semua anak buah nya.Kau masih ada opa,jangan seperti orang sebatang pohon!!" Yoga berlalu dari sana,senyuman tipis terbit di bibir nya.


Kalimatnya mampu menggetarkan Fandi untuk bangkit.


🍀


🍀


🍀


Hari ini Ita mengambil libur karna ingin menemani ibunya kontrol.Reno berjalan membawa nampan berisi bubur ayam dan segelas susu ibu hamil.


Membuka kunci dan masuk.Mata nya berbinar kala melihat Ara yang sudah mandi,terlihat segar duduk di pinggiran kasur sembari mengelus perutnya.


"Selamat pagi Ara.. Sarapan dulu yuk"


Antara obsesi atau memang jiwa nya yang sakit,memenjarakan istri orang,memperlakukan dengan baik,sangat baik.


Reno mencoba mencondongkan badannya,dan memajukan bibir nya untuk mencium kening ara.tapi Ara secepat kilat menghindar.


Reno sudah tau itu, Ara selalu menolak nya.Reno hanya bisa mencium keningnya jika Ara tertidur.


"Sarapan dulu,biar kau dan anak ini sehat" tangan nya ingin mengusap perut,tapi Ara mengibaskan nya.


Meski Ara sangat tidak suka terhadap Reno,tapi pria itu sangat sabar menanggapinya.


"Aku hanya ingin mengelus nya Ra"

__ADS_1


"Tidak boleh,hanya Fandi papah nya yang boleh memegang"


"Ok! Jangan merubah mood ku yang nanti bisa marah kepadamu hanya karna sebuah nama itu,sekarang makanlah.Demi anak mu."


Reno sangat telaten menyuapi Ara,sedikit demi sedikit satu piring itu habis tak tersisa.Dia mengulas senyumnya.


"Kapan aku bisa keluar dari sini Ren?"


Reno yang akan melangkah keluar berbalik lagi menatap Ara.


"Tidak akan aku ijinkan.Kita akan bersama selama nya walau hanya seperti ini saja"


Pintu terdorong dengan kuat oleh Reno,butiran bening meluncur di pipi Ara.


Ara dan Reno sempat mengobrol,kedua nya sama-sama keras hati.Bagi Ara tidak ada yang perlu di ulang dan di maafkan,semua nya sudah berlalu dan sudah lewat,tidak perlu ada yang di sesali dan tidak perlu ada seperti ini.


ikhlaskan lah aku dengan orang lain,kau kembali lah kepada dirimu,kejar impian mu,dan cintamu.Cinta kita sudah berakhir dan tidak ada season dua.


Begitu lah penuturan Ara ketika mereka berbicara berdua.Ara yakin Reno tak akan tega menyakiti nya lagi.


.


.


Sebuah kertas melayang di receptionis rumah sakit.


"Kabarkan pada Fandi Brahmana, Brahmana Group..Carilah bangunan yang paling tinggi,bermenara hijau emas di pulau tepi pantai,jarak waktu tempuh 1jam 15menit dari kota ini."


.

__ADS_1


.


to be continue_


__ADS_2