
Pagi hari,Fandi di kejutkan istrinya yang sudah tidak ada di rumah.Dia pikir sedang di dapur atau di taman belakang.Nyatanya dia menunggu hingga lama,Ara tak juga kembali ke kamar setelah subuh.
Panik,sudah pasti.Baru beberapa hari di culik dan ditemukan kembali setelah dua Minggu,pagi ini yang tiba-tiba tidak ada,ponsel nya ia tinggal.Dompet dan tas nya juga ada di kamar.
Di pastikan Ara masih memakai baju tidurnya.Fandi menuruni tangga dengan tergesa-gesa.Dapur,taman depan,taman belakang,kolam renang hingga kamar mamah nya dia buka tanpa mengetuk pintunya dulu.
Maria yang baru saja keluar kamar mandi pun di buat terkejut oleh nya.
"Heh,sejak kapan tidak sopan begitu?"
"Ara dimana mah?"
Maria mengerutkan dahinya, "Kenapa tanya mamah,dia kan istri mu.Sekamar sama kamu!"
"Ara gak di sini mah,di umpetin ya mah?Jangan ngledegk mah!" Bukan nya menjawab pertanyaan Maria,Fandi malah balik memberondong pertanyaan lagi.
Masuk dan meneliti,tiap sudut kamar bahkan membuka lemari,barang kali Ara di masukan ke dalam sana.
"Fan!! kurang ajar sekali hei!Ara gak ada disi.Coba cari di halaman depan,belakang,dapur atau mana sana!"
Emosi Maria terpancing,ia mendorong Fandi untuk keluar dari kamarnya.
Sudah segala sudut dia jelajahi,Ara tak terlihat di manapun.Para pembantu rumah tangga juga sudah di tanyakan.Jawabannya sama "tidak tahu".
Pria itu mencoba menghubungi kantor kepolisian,Fikirannya sudah jelek.Takut Reno melarikan diri dan mengulangi rencana jahatnya.
Sambungan terputus,ternyata di sana aman,jaya ,sentosa.Tahanan atas nama Reno masih ada di balik jeruji besi.Tidak mau kejadian tempo hari teulang lagi Fandi menghubungi Allan untuk melacak Ara.
Anak buah Opa yang semula dikerahkan kembali.
"Fan,Ara bagaimana,dimana sudah ketemu?" Maria menuruni tangga bertujuan untuk sarapan,netra mata nya menangkap Fandi yang sedang berselancar dengan gawai nya.
__ADS_1
Wajahnya cemas,rambut yang berantakan dan piyama yang semalam di kenakan.
" Ara dimana sih mah,kalau ngilang lagi aku lebih gila dari kemaren.Perasaan aku gak ada punya salah,kenapa kabur-kaburan gini sih?"
Fandi mulai frustasi,lengan baju nya ia singsing,menarik rambutnya bersandar di sofa.Maria pun demikian mencoba berfikir.
"assalamualaikum..."
Fandi dan Maria saling bertatapan,dan berlari menuju ruang tamu,dimana suara itu berada.Berlari kecil dan langsung memeluk Ara erat,tak lupa beberapa ciuman dia berikan di wajah istrinya.hingga Ara pun merasa malu.
"Ishh mas,bukan nya salam ku di jawab malah main peluk cium,cape aku!"
"Iya wa'alaikumsalam.Kamu kemana aja sayang?Dari sesudah subuh tidak kembali ke kamar aku kira kamu di culik lagi!"
Ara mengerucutkan bibirnya, "Jangan bilang gitu mas,aku sama Opa ke rumah Jelita pagi tadi.Awalnya ingin makan bubur saja di depan perusahaan.Tapi kami bercerita tentang Jelita,Opa menyuruh ku menjemput Jelita_"
"Tuh di depan,lihat saja sendiri!"
"Kenapa dengan ibunya?"
"Ibu jelita mengidap sakit ginjal,beberapa minggu sekali perlu cuci darah.Opa menjanjikan membiayai semua pengobatan nya,dan menjamin hidup mereka_"
Jelita,ibunya dan di bantu beberapa pengawal sedang menurunkan barang-barang milik mereka.Tidak banyak memang hanya pakaian saja.Karna mereka berdua akan tinggal di paviliun belakang.
"Jelita punya kakak laki-laki tapi tidak pernah pulang mas,hanya dia yang mencari uang untuk kebutuhan semuanya_"
Fandi sangat mendengarkan istri nya yang menjelaskan panjang lebar.
"Mas.."
"iya sayang" menatap istrinya dengan lekat.
__ADS_1
"aku boleh minta permintaan gak?"
Apa ini?akankah dia ngidam sepagi ini.tolong ya istriku,jangan minta yang aneh dan susah.
Batin Fandi meronta.
"permintaan apa sayang?"
"Aku mau jadikan Jelita assisten pribadiku yaa?"
Ya, assisten pribadi.Di mobil beberapa saat lalu Jelita sempat memohon kepada Ara untuk bekerja dengan nya.Karna jika hanya karna kebaikan yang tempo hari.Opa Brahmana mau mengcover hidupnya.Jelita merasa tidak tahu diri.
Jelita merasa tidak enak jika hanya berdiam diri.Jelita merayu Ara agar dia bisa bekerja dengan nya. Akhirnya Ara memutuskan untuk di jadikan assisten nya saja,tapi dengan ijin suami tentunya.
"kenapa tiba-tiba?Kau tidak boleh keluar jika tidak dengan aku,pengawal,atau penghuni rumah ini ya_?"
"Atau agar bisa pergi dengan Jelita,cuma berdua tebar pesona di luar sana?jelita kan masih muda sekali."
Cemburu??iya memang Fandi sedang di mode cemburu.Kedekatan Ara dengan Jelita pasti bisa menyingkirkan nya.Karna biasanya sesama wanita akan berbagi apapun dan pasti nyaman.
"Ishh mas apaa'an sih.Aku gk punya maksut kaya gitu!Nih liat,mana ada yang mau deketin wanita sedang hamil?Kalau pun ada pasti juga mikir banyak kali.biayain emak dan anak nya."
"Liat aja kalau ada yang berusaha deketin kamu sayang,aku plester matanya pake lakban!!"
Ara memutar bola matanya jenuh,suaminya bucin ternyata.
.
.
.
__ADS_1
to be continue