Takdir Cinta Fahira

Takdir Cinta Fahira
Om felix


__ADS_3

...****************...


Opa Brahma sudah ada di kediaman utama sejak tadi malam.Beruntung dokter dan Petra yang menenangkan beliau hingga penyakitnya tidak kambuh.


Tidak habis pikir bisa kecolongan seperti itu,padahal banyak pengawal di rumah ini.Reno memang senekat itu,awalnya Opa mengira Reno baik.Tapi ternyata busuk.


Bermain dengan keluarga Brahma adalah hal yang paling bodoh,terlebih lagi Nona muda nya sedang mengandung penerus.


"Berapa orang lagi yang harus aku kerahkan Fan?"


Opa Brahma,menyahuti Fandi yang menghampiri saat sedang membaca surat kabar.tujuannya untuk meminta dukungan,persis seperti yang Yoga katakan.


Posisi bangunan itu sudah di dapat,tinggal waktu nya saja untuk ke sana dan menyelamatkan Ara.


"Aku butuh om Felix dan beberapa orangnya Opa" Setelah beberapa saat lalu berunding dengan Fandi,Allan menyarankan minta lah Opa mendatangkan om Felix.


"Felix?" Opa terkejut mendengarnya.


"Dia tidak disini Fan,menghubungi nya belum tentu hari ini dia kemari.Sedangkan Ara dalam bahaya"


"Tapi hanya otak om Felix yang mampu menjebol gedung itu,Kemungkinan Ara berada di lantai atas,tidak mungkin kan di sekap dengan para orang-orang biasa yang bisa mengetahuinya"


Fandi berusaha membujuk Opa,Hanya Opa yang di dengar dan di segani oleh Felix.Bukan militer tapi ia adalah lulusan pasukan abdi negara rela Mati menjunjung harga diri,didikan nya bahkan melebihi militer.Terorisme,penyekapan,Hingga pembunuhan berencana dapat teratasi dan terbongkar oleh om Felix.


"aku takut nyawa Ara terancam jika terlalu lama di sana.Brengsek sekali Reno,dia tidak tahu berurusan dengan siapa Sepertinya"

__ADS_1


Pandangan Opa Brahma menerawang membayangkannya.


"Reno tidak akan melukai Ara, Opa.Dia sangat mencintai Ara,hanya caranya saja yang salah untuk mendapatkan Ara kembali"


"Kalau minta baik-baik memang kau akan memberi_?"


"Tidak akan pernah!!!"


Opa menyungging kan senyum. Dasar bodoh..


"jika setelah ini kau masih tidak bisa menjaganya,akan aku bawa Ara untuk sementara waktu"


Wajah Fandi mengeras " Jangan Opa,aku mohon"


"Siapkan waktunya,aku akan menghubungi Felix" Opa beranjak dari sana segera memasuki lift,naik ke atas kamarnya untuk menghubungi Felix.


🍀


🍀


🍀


Fandi pun kembali ke atas melewati kamar Maria,pintu yang sedikit terbuka terlihat ia sedang murung dan memegang sebuah bingkai berfoto kan Ara di dalamnya.


Merasa bersalah hingga saat ini, padahal tak seorang pun menyalahkan nya.Ini semua hanya lah ketidak sengajaan.

__ADS_1


Handle pintu terbuka,mata Maria menatap seseorang masuk ke dalam kamar nya.


"mah.."


"Mamah rindu anak menantu mamah Fan," pelukan nya semakin erat.Air matanya menetes "Setelah ini mamah akan menjaga nya baik-baik dan tidak akan seorang pengawal pun yang tidak mengawal kita,mamah salah sudah menuruti Ara untuk tidak membawa pengawal"


"Tidak ada yang salah mah,besok Ara pasti kembali, seseorang sudah memberikan petunjuk dimana Ara" Maria menatap lekat Fandi,terlihat keseriusan di sana.


"Aku sudah meminta opa menghubungi om Felix untuk membantuku"


"Doa kan om Felix datang lebih cepat,dan Ara juga cepat ditemukan".


Maria mengangguk "Semoga semua berjalan lancar,dan Ara cepat kembali bersama kita."


Bukan hanya Maria saja yang merindukan nya sebenarnya,Fandi lebih tersiksa lagi.Perjuangan mendapatkan Ara bertahun-tahun.Sekarang berpisah karna si brengsek Reno.


Fandi lebih gila di buat nya,sebagian nyawanya seperti hilang.Semangat nya runtuh, dikuatkan oleh Yoga,Allan,dan Maria juga tentunya.


Langkah berikut nya adalah menunggu lusa untuk menyerang,merobohkan gedung penyekapan Ara dan menjebloskan Reno ke penjara.


.


.


to be continue

__ADS_1


__ADS_2