Takdir Cinta Fahira

Takdir Cinta Fahira
Kalian melengkapi hidupku TAMAT


__ADS_3

Mata Fandi membulat,ketika melihat anak gadisnya berlari kecil menyamai langkahnya dengan sang istri.


Lelaki itu sedang berjalan,dan di acuhkan oleh kedua wanita nya.Mulutnya penuh dengan cemilan yang Maria buat.Belakangan ini dia suka sekali kue yang berbau coklat dan karamel.


" Sayang,ini rumah bukan lapangan!Jangan lari-lari Inggira!"


" Iyaa papah!"


Kedua perempuan itu akhirnya sama-sama masuk kamar.


Fandi menggeleng kan kepalanya melihat anak gadisnya yang biasa lembut dan santun mendadak berulah.


tap..


tap..


tap..


Tak lama kemudian,Riza dan Hafi berlari dari dapur menaikki tangga. Tangan Hafi memegang kue buatan Oma nya juga yang masih hangat dari dapur.


Fandi pun melihat itu.


Ada apa sebenarnya mereka berlarian mengejar mamah nya semua. Aku berasa berguna hanya mencari uang saja. Semua nya benar-benar anak mamah. Anak papah jika ada mau nya saja!


Fandi menggeleng kan kepalanya.


She pun masuk menggandeng Enzo dan Yilmaz berjalan di belakang nya.


" She!.. mereka kenapa?"


" Siapa kak?"


Dagu Fandi mengisyaratkan nya ke arah tangga dan kamar Ara.


" Kakak belum tahu?"


Mata Fandi membulat "Apa memang?"


" Kakak benar-benar keterlaluan,cuma semangat pas buat nya,Giliran jadi angkat tangan!"


"Apasih maksud mu She?" Semakin penasaran saja Fandi di buat adiknya.


" Di perut mamah ada adek bayi,papah Fandi! " akhirnya Enzo yang menjawab.


Maria yang memegang nampan dari dapur pun mendekati kedua anaknya dengan senyum merekah.


" Benar Enzo?"


Bocah kecil itu pun mengangguk "Enzo benar Oma,Di perut mamah ada adek bayi. Iya kan mommy? "


Enzo mencari pembelaan pada She,wanita itu pun mengangguk kan kepalanya pada Enzo.


Fandi pun dibuat tercengang akan hal itu,pasalnya yang dia tahu selama ini Ara mengkonsumsi pil penunda kehamilan. Dirinya berjanji tidak akan hamil lagi.


"Mana mungkin?"


Tangan Maria melayang dan mendarat di bahu Fandi,Dua wanita itu mendengar gumaman pria di sebelahnya.


" Mana mungkin, bagaimana maksud nya kak?"


"Ara mengkonsumsi pil penunda kehamilan, bagaimana dia hamil?"


Maria menghela nafas pelan,kaum Adam memang minim pengetahuan akan itu.

__ADS_1


"Hah!! kakak memang bodoh,dulu saja aku mengkonsumsi tapi sekarang,tuh anaknya sudah gede!"


She menunjuk Yilmaz yang sedang duduk berhadapan dengan Maria Oma nya, menikmati kue.


🍀


🍀


🍀


"Mah,mamah bohong kan mah?aku sudah besar,Kak Riza dan Kak Hafi juga pasti tidak mau punya adik lagi"


Inggira merengek di lengan Ara yang sedang rebahan di sofa. Hari ini sangat panas dan beberapa Minggu ini dirinya mudah cape jika sedang beraktifitas.


Tadi beberapa jam yang lalu mengunjungi rumah sakit ditemani She adik iparnya,karena penasaran dengan daya tahan tubuhnya yang melemah akhirnya dia pun memutuskan memeriksa kan diri nya ke dokter.


"Inggi kenapa sih kalau mamah hamil lagi,gak suka? Umur tidak menjamin kamu layak atau tidak nya jadi Kakak"


" Tapi kan aku sudah besar mah,masa nanti aku gendong-gendong adik bayik?"


Ceklek!!! Suara pintu terbuka dengan keras.


" Riza! pelan bisa tidak?! "


Riza pun menghambur duduk di sofa menyingkirkan Inggira adik nya.


"Hissh kakak!" wajah nya musam.


"Mah,yang dikatakan bocil Enzo itu gak bener kan mah?"


Melihat ekspresi anak-anak nya Ara tertawa,dirinya terkejut. Tidak menyangka anak-anaknya akan seprotes ini kepada dirinya.


" Mamah! "


Hafi melompat dan duduk di sofa sebelah Ara.


" Astaga!!! Kalian sudah besar tapi kenapa kalau dirumah kaya anak kecil??? Lihat di laci nakas sebelah ranjang Mamah,di buka sana! Ada berapa surat teguran dari sekolah karena kebandelan kalian,untung kalian berprestasi! "


"Itu kan dulu mah! Kami sudah lulus dan akan masuk perguruan tinggi"


Tiba-tiba raut wajah Ara berubah.


" Mah, Enzo bohong kan mah? "


"Kalau pun Enzo benar,iya udahlah Za gak papa" Hafi mulai membela Ara.


" Isshhhh kak!" Kata Inggira langsung protes.


Sedangkan Riza menlonyor kepala Hafi.


"Riza!" Ara menegur Riza.


Ternyata ke tiga anaknya memberikan reaksi yang tak pernah terduga dari bayangan Ara. Anaknya bahkan tidak suka jika dia hamil lagi.


Tiba-tiba Fandi masuk,dan Inggira menghambur dipelukan papah nya,drama menangis pun dimulai.


" Kenapa sih ini,kenapa Inggi menangis Mah? " Fandi yang baru masuk terkejut dengan isakan gadis kecilnya.


"Inggi gak mau punya adik lagi pah!"


"Sama aku juga Pah!" Riza menimpali.


Fandi yang mendengar itu,matanya tertuju pada Ara.

__ADS_1


" Sudah-sudah,yang Papah ingin tau kebenaran nya. Memang benar Mamah beneran hamil lagi?"


Ara pun mengangguk dan mengambil amplop dari dalam tasnya.Fandi menerima dan membuka amplop itu.


Ternyata benar apa yang dia lihat,benda pipih bergaris merah dua dan tulisan positif di selembar kertas. Bibir nya tersenyum lebar mengetahui kebenaran itu.


" Kenapa papah senyum?"


"Papah senang,kalau papah punya anak lagi. Apalagi kalau punya kembar lagi kaya kakak mu"


Pelukan Inggira terlepas dari perut Fandi Papah nya.Wajahnya langsung ditekuk.


"Pah?! Kenapa papah bukan tim ku dan kak Riza?"


Fandi tergelak " Kalian tidak suka mamah hamil dan punya adik lagi?"


" Aku udah ada adik Pah,Yilmaz dan Enzo. Meski mereka dari perut Onty She,tapi Yilmaz dan Enzo sudah seperti adik kandung ku. Inggi menyayangi mereka "


Fandi menarik tangan Inggira untuk duduk di sofa, bersebelahan dengan Ara.Gadis kecil itu duduk di pangkuan Papah nya.


"Kita dengar dulu apa kata Mamah,kenapa Mamah memutuskan hamil lagi" Fandi melirik Ara yang ada di sebelahnya.


" Ehekmmm,,Ara pun mulai buka suara. Riza dan Hafi beberapa bulan lagi terbang ke luar negri, Onty dan Uncle juga sebentar lagi pindah menempati rumah barunya. Lalu Inggi juga sibuk sekolah dan belajar. Yang stay di rumah hanya Mamah dan Oma,tidak ada kegaduhan dan kebisingan kalian. Jadi Mamah memutuskan hamil lagi "


Inggi menunduk,, " Berarti nanti aku bukan cucu perempuan tunggal lagi dong"


Ara merentangkan tangan,dan di sambut Inggi yang mendekap nya. "Kamu tetap putri kecil Mamah Inggi"


"Tapi nanti kalau adik bayik perempuan?"


"Putri kecil Mamah dan Papah dua berarti"


"Tuh kan Pah,nanti Inggi gak jadi yang paling di sayang" Mata nya mulai mengembun.


"Jangan nangis Inggi,semua anak akan dapat kasih sayang yang sama,hanya saja Mamah dan Papah menempatkan nya berbeda.Contoh saja Inggi yang tiap malam harus Mamah usap dulu punggung nya baru tidur,memang Riza mau di begitukan seperti Inggi?"


Riza pun langsung menggeleng.


" Semua anak mendapat hak yang sama,hanya saja cara nya berbeda. Inggi mengerti maksud Mamah?"


Akhirnya gadis remaja itu mengerti, pelukan Inggira semakin kencang di perut Ara,di sambut Riza dan Hafi yang juga memeluk mereka.


" Papah gak boleh ikutan meluk?" Fandi merasa tersingkirkan,karena semua memeluk istrinya.


Semua nya tertawa.


"Jangan kencang-kencang meluk Mamah nya, Riza,Hafi! Kali ini saja ya kalian bebas memeluk istriku! "


Riza dan Hafi memutar bola matanya jengah,kelakuan Papah nya tidak rubah seperti dulu,yang selalu posesif pada Mamah nya.


Fandi dan Ara merasakan kebahagiaan yang sangat luar biasa di keluarga nya.


"Terimakasih untuk semua nya,terimakasih Fandi suami ku,yang mau berjuang bersama dan menerima ku hingga saat ini.


Terimakasih Riza,Hafi,dan Inggira putri kecilku yang sekarang sudah beranjak dewasa.Kalian lah belahan hati Mamah.


Kalian melengkapi hidupku 💕"


.


.


.

__ADS_1


TAMAT


__ADS_2