Takdir Cinta Fahira

Takdir Cinta Fahira
Terpenjara hati


__ADS_3

"Sudah sampai,turunkan aku Lan!"


Berada di gendongan belakang punggung Allan.Merasa She lelah,Allan dengan senang hati menggendong nya hingga sampai di villa.


Keduanya berpisah di ujung tangga,She ke kanan dan Allan ke kiri.


"Bersihkan dirimu She!"


"Ya" hanya jawaban itu yang Allan dengar.


.


.


Malam menjelang,stelah makan malam keduanya rebahan di balkon,ada ayunan jaring-jaring yang memang sengaja di buat dan diletakan di sana.


"Naik lah,hanya hari ini saja kita bisa seperti ini"


Akhirnya She dengan susah payah mencari posisi yang benar dan berhasil berada di ayunan,bersebelahan membagi ruang yang sempit itu dengan Allan,lengan Allan ia jadikan bantal.


Langit sungguh sangat indah malam ini.Jika pasangan lain pasti sudah ada candle light dinner dan memberikan cincin sebagai tanda cinta atau melamar nya.


Lain hal dengan Allan dan She,disebut sebagai sepasang kekasih saja terdengar aneh karena memang mereka tidak menjalani itu.Sama-sama saling cinta tapi tidak untuk berkomitmen.


"Malam indah ya She, bintang yang bertaburan di atas sana.Apa aku besok masih bisa melihat nya lagi dengan mu?"


Keduanya sama-sama menoleh.Menatap dan saling menyelami perasaan nya.

__ADS_1


Allan terkekeh, "Mungkin di dalam hati mu,di sini" Allan menunjuk dada She.


"Kenapa tidak seperti ini dari dulu? Jawaban nya.."


Belum sempat terucap,She sudah menangkup kan tangan nya di bibir Allan.


She menggeleng,Allan pun mengangkat kedua alisnya..


"Aku tidak ingin mendengar jawaban mu!"


lagi-lagi Allan terkekeh "Kenapa?kau takut pindah haluan,kau takut iba kepadaku?"


She menggeleng "Aku takut jatuh cinta lagi padamu!" hanya itu yang terlontar dari bibir She.Dan Allan terus memandangi mata,dan wajah She.


"Bukan kah masih,dan sedang?Kau masih mencintaiku dan sedang mencintaiku juga She,aku bisa melihat itu dari mata mu"


She terjerembab dan berbantal kan lengan Allan.Tanpa basa basi atau pun aba-aba,Allan mendekatkan bibir nya ke bibir She.Awalnya hanya kecupan biasa, lama-lama menjadi tidak biasa karena She membalas,Allan dengan penuh gairah menuntut dan mengeksplor bibir yang membuat dia candu.


Suara decapan berkali-kali terdengar,saling bertukar saliva,She yang membuat kesepakatan tidak untuk tidur bersama melanggar nya sendiri.


Meski sedang di atas ayunan,tangan She bahkan membuka kaos yang Allan gunakan.Bibirnya masih bertaut,tapi tangan She sudah kemana-mana,hingga mulai membuka resleting celana pendek milik Allan.


Allan yang mengerti itu melepas kan bibirnya,memandang wajah perempuan yang ada di bawah nya.


"Lakukan lah Lan,aku menginginkan mu!"


Hanya dengan satu kalimat,iman Allan yang setipis tissue di bagi dua itu goyah,pertahanan nya untuk tidak menyentuh She runtuh seketika.

__ADS_1


Sudah melepas pakaian hingga tersisa dalaman yang di bawah saja,Allan terus mencium bibir She dengan penuh nafsu.


Tangan She yang bekerja di bawah sana membuat gairah Allan tidak terkontrol lagi.Entah keberanian dari mana She melakukan itu.Pikirannya sudah tidak karuan,Rasa cinta yang dulu pupus kini tumbuh kembali.


Allan adalah pemilik hatinya,pemilik kesucian nya.Tidak dibenarkan jika dia memberikan sisa nya pada Yugo,memang pria itu mau menerima apa adanya She,tapi She sendiri yang merobohkan benteng dirinya untuk Allan.


"Lakukan Lan,aku milikmu!"


Sudah tidak ada sehelai pun yang menempel di tubuh kedua nya.She terjatuh di pelukan Allan lagi, melakukan hal yang tak seharusnya terjadi di saat hanya kurang beberapa Minggu pernikahan nya.


Allan merasa di beri lampu hijau oleh She,dan memanfaatkan dengan sebaik-baiknya,melakukan dengan lembut hingga she di buat melayang.


Di bawah langit yang bertabur bintang,dan di atas ayunan.Untung saja di sana tidak ada seorang pun yang melihat dan menyaksikan.Jauh dari keramaian dan hiruk pikuk kota.


Semakin bertambah durasi waktu,semakin ayunan bergoyang tidak karuan.


Bergantian memimpin hingga kedua nya menggeram mencapai puncak bersama,,Allan terengah-engah,wajahnya jatuh di ceruk leher She.Permpuam itu pun mengusap kepalanya lembut.


"Aku mencintai mu Lan!" Suara lirih dan terdengar jelas oleh Allan,pria itu pun tersenyum dan mengangkat wajahnya,mengecup bibir yang sudah sedikit membengkak milik She.


.


.


.


to be continue

__ADS_1


__ADS_2