
Jarum jam sudah hampir mendekati pukul sembilan pagi,tapi seseorang di sebalik selimut belum juga membuka matanya.
Berakhir ketika menjelang subuh membuat waktu istirahat nya berkurang,itu semua tidak masalah yang paling penting dia sudah dapat apa yang dia inginkan dari istri tercinta.
Ara sudah sejak pagi hari memboyong Riza dan Hafi ke kamar bawah,kamar utama nya sudah dia bersihkan,dan meninggalkan Fandi yang masih terlelap.Kamar bawah lah yang sering ditempati kedua anaknya,karena balita rentan jika ditinggal sendiri.
Meski di dalam rumah banyak penghuni,tapi mereka juga memiliki pekerjaan masing-masing.Bukan hanya kembar saja yang mereka jaga.Begitulah pemikiran Ara.
Kedua nya sedang dibawa jalan-jalan ke taman yang tidak jauh dari kediaman.Memasrahkan kepada Jelita dan suster Nera,suster yang hampir dua bulan lalu di pekerjakan oleh Opa.
Nera bukan sembarang suster,badan nya kecil,kulitnya putih,parasnya ayu tapi dia jago bela diri.Siapa sangka jika dia gadis berumur dua puluh empat tahun.
Sementara itu di kediaman Ara sedang menerima tamu,kedua bawahan nya Rina Rini melaporkan hasil bulanan nya.Sudah mempunyai outlet di berbagai mall yang sedang di rintis membuat kedua nya mengambil keputusan untuk tidak bekerja di lain tempat.
Terlebih lagi,Ara membiayai semesteran kedua nya.Mereka kuliah di fakultas yang sama dan baru semester dua.Ara sudah pernah berbicara,jika ingin lepas dari pekerjaan ini tidak apa-apa.Tapi kedua nya enggan.
"Rin..."
"ya...."
"ya mba..."
Ara tergelak "Kalian bukan kembar kenapa bisa namanya sama,kalian itu lucu!"
Mereka tertawa sumbang,keduanya bagi Ara sudah seperti adik sendiri.
"Mba punya ide, Bagaimana kalau yang di mall kita undang Band Indi setiap malam.Untuk menambah pengunjung?"
"Apa tidak membengkak nantinya biaya yang di keluarkan,untuk membayar mereka?" Ucap salah satu dari mereka.
__ADS_1
"Kalian kan anak muda,coba kalian pikir!Anak muda jaman sekarang banyak yang multi talenta tapi mereka bingung akan menyalurkan nya kemana.Nanti kita buat acara festival anak band Indi saja dulu,buatlah poster tempel pada kaca depan,dan kaca meja_"
Ara melihat Rina dan Rini bergantian,kedua nya masih menyimak ucapan Ara.
"Kita pilih lima yang terbaik,juara satu dua dan tiga lalu Runner up satu dan dua.Dan dari sekian banyak pendaftar mereka berhak bermain di sana,kita hanya menyediakan tempatnya saja"
"Oh maksut mba Ara nanti kita tidak membayar mereka kan mba?Pengunjung yang memberikan tips,kaya saweran gitu mba?"
Kali ini Rina mampu mencerna pikiran dan ucapan Ara.
"Nah pintar!!!Maksut mba tuh gitu Rin.Jadi kita tidak perlu mengeluarkan uang untuk itu.Cukup sekali pas festival saja"
"Pantas saja Tuan Fandi memperistri mba,kalau di luar sana melihat mba Ara pasti biasa saja.Kalau kita melihat mba istimewa.Apalagi Tuan Fandi" Rini yang paling kalem akhirnya buka suara.
Ara tersenyum "Maksutnya gimana ya Rini?"
"mba Ara pintar,cara berpikirnya juga cepat.Seperti bukan dari keluarga biasa saja,padahal sekolah nya pun ditempat biasa saja bukan sekolah favorit".
Berawal dari gaji yang hanya beberapa lembar uang kertas berwarna merah saja,kini keduanya bisa memiliki kendaraan bermotor.Tentunya dari potong gaji,karena Ara tidak membolehkan mereka membelinya dengan cara mengkredit.
🍀
🍀
🍀
"Mungkin hanya itu saja masukan dari mba untuk kalian,mba pasrahkan semua nya kepada kalian.Ingat!Jika ada yang tidak di mengerti tanyakan saja,jangan sungkan!Jangan sungkan!!" Ara mengulangi kalimat terakhir nya. Kedua nya mengangguk patuh.
"Ka_"
__ADS_1
"Assalamualaikum,kami pulang!"
Jelita yang mendorong kereta baby twins dan di ikuti suster Nera di belakangnya memasuki pintu.
"Wa'alaikumsalam, jagoan-jagoan nya papah" Tiba-tiba Fandi keluar dari ruang tengah menyambut keduanya.
Ara yang merasa heran dengan kemunculan suami nya,masih menggunakan piyama dan membawa segelas air minum.
Interaksi antara papah dan kedua anaknya itu tak luput dari Rina dan Rini,mereka hanya senyum-senyum saja,karena baru kali ini mereka melihat itu.
"Mas,kapan bangun?!" Ara mentoel pinggang suaminya.
"Mas,sudah ada lima belas menit yang lalu di belakang tembok.Mendengar kalian ngobrol"
"Kenapa tidak ikut gabung?Mas ngupingin apa?"
"Mas ngupingin cara kerja mu,sapa tau kamu korupsi.Mas kan juga ikut tanam saham di beberapa yang ada di mall"
"Aww...awww sakit sayang!"
Mendengar kata korupsi tangan Ara mencubit perut Fandi.
"hehheeee, becanda!Astaga Mamah twins jadi tambah galak sekarang".
Semua yang di sana tergelak melihat bos nya.Sering bercanda bersama membuat mereka tidak sungkan.Sudah seperti keluarga,saling membutuhkan dan menolong satu dengan yang lainnya.
.
.
__ADS_1
.
to be continue