Takdir Cinta Fahira

Takdir Cinta Fahira
Cepat pulanglah


__ADS_3

Akhirnya Reno bisa di kendalikan.Memutuskan untuk tidak di kawal oleh bodyguard adalah hal paling bodoh saat ini.Dia menyesal ketika dua orang yang sangat perkasa itu tidak ikut.


Dia yang duduk di kursi depan dengan Yoga,beberapa saat lalu Azia sudah menawarkan teh manis hangat dan beberapa cemilan.


Benar-benar tidak menduga sama sekali, harapannya untuk kembali bersama Ara hilang sudah.Tak pernah mendengar Ara menjalin hubungan dengan siapapun,dia fikir Ara masih mencintai nya.


Perjuangan yang baru saja akan di mulai nyatanya harus berhenti saat ini juga.Dari tatapan yang Reno lihat,pria yang menikaih Ara seperti tidak asing di matanya.


"Mas boleh tau siapa suami Ara?" suara Reno memecah keheningan.


Yoga menghela nafasnya "dia Fandi,teman sekolah menengah pertama Ara,lebih tepatnya kakak kelas"


Lulusan dari sekolah yang sama dengan Ara,Fandi?Ahh Sebentar,seperti nya tidak asing.


Fikirannya belum sepenuhnya mengingat.Kejadian ini yang membuat dia syok,berfikir saja masih susah.


Sepintas fikiran Reno untuk berbuat nekat pun ada.Tapi dia akan mencari tahu dahulu siapa Fandi.


"mas yoga tau dia kerja dimana?"


"Untuk apa kau tanyakan itu?Hentikan kegilaan mu Ren,kau bukan hanya menyakiti Ara, keluarga nya juga.Jika kau berfikir untuk sesuatu yang tidak baik." Yoga sudah menduga Reno mempunyai rencana jahat.


"Lalu bagaimana dengan perasaan ku mas?"


Yoga tertawa hambar "perasaan yang mana?Adikku slalu kau sakiti,dia tidak pernah bercerita dengan keluarga nya asal kau tahu!"


Reno langsung menciut mendengarnya.

__ADS_1


Aku tidak peduli dengan ini semua,Jika Ara tak bisa jadi milikku lagi, siapapun juga takkan bisa mendapatkannya.


Reno berpamitan,undur diri kepada Yoga.


🍀


🍀


🍀


Di ibukota,seseorang meletakkan tas,mengendurkan dasi nya.Pekerjaan seminggu ini sangat melelahkan.Bukan hanya menguras waktu,tapi juga menguras pikirannya.


Resiko assisten,menghandle semua kerjaan Bos.Bos nya entah sedang apa Dan dimana pun dia tak tahu.


Masih hal yang bisa di tanggulangi jika belum ada kunjungan opa pikirnya.Opa Brahma sudah di pastikan akan marah jika tau cucunya berhari-hari tidak mengunjungi kantor.


Segala tipu muslihat mungkin Allan bisa lakukan,jika hanya sekedar hubungan lewat ponsel.Namun beberapa saat lalu sang papa yang notabene nya adalah assisten Opa menghubungi Allan jika lusa Opa Brahma akan datang.


Sudah berkali-kali Allan menghubungi Fandi tapi tak kunjung di jawab,sudah puluhan chat dia kirim,sama saja hasilnya belum di baca.


🍀


🍀


🍀


Allan merebahkan tubuhnya di bathub,dan secangkir anggur untuk menghangatkan. mungkin akan sedikit berkurang beban nya hari ini.

__ADS_1


Ponselnya berdering... Allan masih diam tak menghiraukan.


Untuk yang ke tiga kalinya ponsel berdering.Allan yang melirik sebuah benda pipih miliknya berkedip beranjak dari sana dan menghampiri.


Sebenarnya malas untuk menjawab,tapi ini adalah Fandi bos yang paling menyebalkan baginya.


"Lama sekali,sedang apa kau Lan?"


Panggilan video call dari bosnya.


"Tidak lihat aku sedang mandi" Alan masih bertelanjang dada dan sedikit sabun di tubuhnya.


"Ada apa terus menelfon ku?kau sangat mengganggu ku sekali"


Dilayar terlihat seorang perempuan tertidur membelakangi nya,hanya sebatas rambut coklat yang tergerai indah.


"Sial kau sedang apa hey?!Opa Brahma akan berkunjung lusa.Enak sekali kau di sana sementara aku disini menyelesaikan pekerjaan mu,cepat lah pulang!"


"Iya aku akan pulang secepatnya,tapi aku ingin kau mencarikan ku apartemen yang tidak jauh dari kediaman utama"


"Hah.Untuk apa?!!"


"Tak usah banyak tanya,Carikan lah segera."


Tut..Tut..Tut...


Panggilan di matikan oleh Fandi.

__ADS_1


Ayss dasar,sangat menyebalkan sekali dia.Enak-enakan bermain perempuan.Lihat saja besok jika kau pulang.


_to be continue_


__ADS_2