
Hingga beberapa kali mengulangi nya,Allan seakan tersihir dengan gaya bercinta She yang dia tak pernah tahu.Ternyata perempuan di luar kesadaran lebih agresif dan bergairah.
Menjelang subuh,She mengerjap kan mata.Seseorang di sebelahnya bahkan tidak tidur sama sekali.Hanya memandangi wajah dan keindahan yang Tuhan ciptakan melalui tubuh She,sesekali menghisap beberapa batang benda yang bernikotin.
Senyumnya merekah,merasa puas mendapatkan orang yang entahlah,untuk dibilang cinta saja dia sendiri bingung.
She membuka matanya sedikit sayu,rasa sakit di kepala nya mulai terasa dan semakin berat.
Mengerjap beberapa kali, kemudian dia tersadar ada aroma asap.She mencoba mendongakkan kepala,matanya membulat hampir keluar.Allan berada di sampingnya dan...
"Tunggu dulu!" She mengintip ke dalam selimut,menyadari dirinya yang tidak menggunakan kain sehelai pun,She langsung mencoba beranjak dari ranjang nya,dengan selimut yang masih melilit di tubuhnya.
Tapi sayang,pinggang nya berhasil di raih Allan,jika tidak dia akan jatuh.
"Pelan-pelan,nanti kau jatuh"
Suaranya begitu lembut,tepat di hadapan she.hanya berjarak lima senti saja.
She yang sadar pun berusaha mendorong dada bidang Allan,namun itu hanya sia-sia saja,karena Allan melingkarkan lengan nya dengan erat.
"Brengsek sekali kau Tuan!kau_"
"Bukan aku,tapi kau yang memulai nya She!"
"Omong kosong!"
"Kau mabuk tadi malam,aku ingat kan jika lupa"
She mencoba mengingat nya,sekelebat bayangan tadi malam satu persatu mulai terkumpul di ingatan nya.
Wanita itu pun menghela nafas panjang dan kasar.Dia mengira Allan adalah Yugo.
"Kau berharap aku Yugo?hhmmm?"
"Setidaknya setelah melakukan nya,aku akan menikah.Tidak seperti mu,yang tidak memiliki rasa tanggung jawab!"
"Setelah ini aku akan menikahimu She!"
__ADS_1
She menggeleng dengan cepat,tersenyum miring dan meremehkan.
"Tapi aku tidak mau,yang aku mau hanya Yoga!"
"Dia tidak mau berharap atas benih orang lain"
"Hahh!! percaya diri sekali kau Tuan?!"
"Kali ini aku tidak memakai pengaman sayang"
She meremang,bulu kuduk nya berdiri.Allan berbicara pas di telinga,nafasnya yang berhembus terasa dileher bagian belakang.
Dorongan tiba-tiba yang She lakukan membuat Allan menjauh,secepat kilat She turun dari ranjang.
"Pergilah dari sini secepat nya,hari sudah mulai terang.Kau tidak takut jika ketahuan orang rumahku?"
"Bagus dong,Kita berarti menikah!"
"Tidak!!! Tidak akan pernah!! aku hanya ingin menikah dengan Yugo titik."
"Coba saja kalau kau berani menikah dengan nya!!"
"Pergiiiii!aku minta kau pergi cepat!!!"
Bragk!! pintu kamar mandi di tutup dengan kasar oleh She.Allan tersenyum melihat sikap She yang sangat menggemaskan.
Allan tidak merasa bersalah,memunguti,dan memakainya kembali.Senyum nya tak pernah pudar di sudut bibir,dengan keyakinan yang terlalu tinggi,dia bisa merebut She kembali padanya lewat malam ini.
Kau akan menjadi milik ku selamanya She.
🍀
🍀
🍀
Matahari sudah tinggi,aktifitas kembali seperti biasa.Hari ini Hafi sudah di bolehkan pulang oleh dokter.
__ADS_1
Kesehatan nya mengalami kemajuan pesat,Riza yang tahu itu pun memutuskan menunggu saudara kembarnya di rumah saja,bermain dengan onty nya,She di kamar.
"Leher onty kenapa?"
Baru juga menaikki ranjang dan rebahan di sana,mata Riza terpaku melihat bercak kehitaman di leher She.
She segera berdiri di depan cermin.
"Yang mana Za,onty tidak melihat?!"
"Dibawah telinga Onty"
Setelah beberapa kali memiringkan posisi nya,bercak itu pun terlihat.
Astaga!ini tidak benar,terlalu mencolok jika disini.Dasar asisten gadungan,brengsek,kurang ajar!
She meraung-raung di dalam hati,mencaci maki Allan.
"Coba Onty,Riza pegang.Sakit tidak nanti ya?"
"Oh tidak Za,ini mungkin di gigit serangga.Sudah biarkan saja" She kembali duduk di sebelah Riza yang sedang rebahan.Tiba-tiba anak itu berdiri dan membuka kerah She.
"Onty di punggung onty juga banyak Ternyata!"
She pun menepuk jidatnya sendiri,ponakan nya benar-benar cerdas,jiwa ingin tahunya sangat tinggi.
"Riza,Riza janji jangan cerita ini ke siapa pun ya.Ini mungkin onty sedang terserang gatal-gatal makanya kulit onty jadi begitu"
Riza yang hanya ber Oh saja membuat She sedikit lega,paling tidak anak kecil itu tidak bertanya terus.Cape nanggapin nya.
.
.
.
to be continue
__ADS_1