Takdir Cinta Fahira

Takdir Cinta Fahira
Pencarian aneh


__ADS_3

Week end biasanya jadi ajang berlibur untuk para karyawan atau pun bos-bos perusahaan.Tapi lain dengan Ara dan Fandi,keduanya masih meringkuk di dalam selimut.


Setelah tadi malam Ara merengek meminta makanan sea food tengah malam,dan berakhir menyelusuri jalanan ibu kota.


Untung saja masih ada warung lesehan yang masih buka,dan masih menerima pelanggan.Kepiting asam manis dan cumi saos Padang.


Meski sudah mendapatkan nya,tetap saja hanya di makan satu atau dua suap lebihnya Fandi yang menghabiskan.Sampai kesal di buat nya,alhasil perut Fandi begah kekenyangan.


Hingga sampai rumah,keduanya menggosok gigi lalu tidur tanpa melakukan apa yang Ara janjikan sebelumnya.


Ara terbangun di kejutkan bunyi ponsel nya,ternyata alarm tidak penting.Hari ini Rina atau Rini jadwal berkunjung dan menyerahkan laporan bulanan.


Ara mematikan ponsel nya,dan mengembalikan lagi di atas nakas.Matanya melirik ponsel suaminya yang ada di atas bantal pembaringan.Tidak biasanya Fandi menaruh ponsel di sebelah nya saat tidur.


Membuka ponsel milik suaminya,tidak ada satu pun yang mencurigakan.Ara membuka tombol navigasi cepat.Matanya terbelalak melihat histori pencarian google di sana.


Bahaya kah berhubungan saat hamil tua


Posisi seperti apa berhubungan saat hamil tua


Apa manfaat berhubungan intim saat hamil tua


...


...


Dan masih banyak lagi pencarian tentang berhubungan saat kehamilan tua.Ara menangkup mulutnya,menahan tawa.


Seniat itu suaminya,hingga mencari di internet tentang kondisi dirinya.Ternyata Fandi suami yang mengerti akan konsisi istrinya.


Sejak Ara kembali hingga sekarang memang Fandi belum meminta jatah,hanya tadi malam saja lah Ara yang menjanjikan,itupun diri nya masih ragu akan melakukannya hingga berakhir kekenyangan dan tidur.


Ara paham benar kebutuhan suaminya,dua Minggu tidak menyentuhnya padahal di suguhkan oleh dirinya,bagaimana rasanya menahan,pasti sakit dan pusing bukan.

__ADS_1


Saat hamil muda saja Ara sering melakukan nya,tanpa ketakutan Fandi.Ini saat hamil tua malah suami nya yang takut.Mungkin karna hamil kembar,dan perutnya lebih besar sedikit di banding hamil pada umum nya.


Ara melirik jam dinding,masih pukul tujuh lewat tiga puluh.Masih ada jam untuk sarapan.


"Mas bangun, sudah pagi!" Ara memilin telinga suaminya.Di usap rambut yang sudah mulai menutup mata.Ara melafalkan doa di dalam hati.


"Bangun ya mas,aku mau mandi dulu sebentar" suara nya di angguki oleh Fandi.Mata nya sudah terbuka tapi tubuhnya masih nyaman di sana.


🍀


🍀


🍀


Kedua nya sudah turun, Ara yang masih kekeh menuruni tangga membuat Fandi selalu ada disampingnya,sudah dibilang pakai lift saja,tapi kata nya itung-itung untuk olah raga biar persalinan nya mudah.


Merasa sepi Ara pun menghampiri Siti di dapur.


"Ah ya nona,Jelita sedang mengantar Ibunya kontrol baru saja berangkat,art yang lain memang jatah libur,saya juga sebenarnya libur hari ini.Tapi saya di tugakan ibu untuk menyiapkan sarapan nona dulu"


"Mamah dimana?"


"Ibu ke Jawa,besok akan kembali lagi ke sini"


"Kenapa tidak memberitahu ku?"


"Tadi ibu sudah mengetok pintu kamar tapi tidak ada jawaban nonaa"


Ara mengangguk "Kau sudah sarapan sit?"


"sudah nona, sekarang jam berapa?" Siti mengulum senyumnya.


Ara tersenyum malu,karena dia yang kesiangan.

__ADS_1


"oh ya nona, Setelah ini saya ijin ya nona.Nanti malam akan kembali lagi.Di luar masih ada beberapa penjaga,dan security yang standby,makanan untuk mereka sudah saya siapkan semua di dapur belakang.Dan pekerjaan sudah saya kerjakan semua nona"


Ara terkekeh, mendengar penuturan Siti.


"Ya sudah tidak apa-apa kalau ingin keluar Siti.Biar kan nanti tuan kan ada saya."


Siti pun undur diri,bersamaan Ara yang kembali ke meja makan menghampiri suaminya.


Mereka hanya berdua saja menikmati sarapan yang sudah kesiangan.Ara sudah mulai bisa makan nasi dan beberapa lauk yang biasa pembantunya hidangkan.


Daging tak terlupakan,entah di olah apa pun Ara pasti menginginkan nya.


Perut yang semakin membulat,mengurangi pergerakan nya.


"Kamu sini saja sayang,biar aku yang menyuci piringnya" Ara tidak mau,tetap harus dia,tapi Fandi memaksa.


"Liat nih perut udah semakin bulat gini,duduk saja."


"Kau berarti mengatai ku gendut mas?"


"Enggak,sayang!"


"Kamu aja perutnya gendut tuh,ni" Ara mengusap dan menunjuk perut suaminya.Fandi malah di buat geli akan tangan Ara.


Bagaimana mungkin aku gendut,perut saja rata begini.dasar bumil!


.


.


.


to be continue_

__ADS_1


__ADS_2